Muhammadiyah Weru: Baitul Arqam
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Materi selanjutnya dalam rangkaian Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru disampaikan oleh Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Muballigh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dosen Ilmu Hadis FAI UMY ini memaparkan materi bertajuk Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah, yang menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual.

Menurut Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, ibadah adalah segala bentuk ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan mengamalkan segala yang diizinkan secara syar'i, baik yang bersifat ritual (mahdhah) maupun sosial (ghairu mahdhah), yang semuanya bertujuan mencapai takwa dan ketenteraman hati.

Visi Ibadah Muhammadiyah dalam MKCH poin 4.c disebutkan bahwa Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah Saw., tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

Dr. Syakir Jamaluddin
Dr. Syakir Jamaluddin terangkan tentang ibadah dalam prespektif Muhammadiyah 

Perbuatan ibadah, dalam Manhaj Tarjih pada Munas Tarjih ke-25/2000, disebutkan prinsip taabudi, tidak boleh ada penambahan atau pengurangan, dan tidak dibenarkan dianalisis secara rasional.

Beda dengan taaqquli, dapat dianalisis secara rasional. Bersifat dinamis dan dapat berkembang. Untuk mendapatkan kemurnian ibadah harus merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunah al-maqbulah.

Macam ibadah dan prinsipnya, dalam Muhammadiyah ada yang umum dan khusus. Umum seperti sosial, politik, ekonomi, seni, budaya, pendidikan, hukum, dll. Asas atau prinsipnya, apa saja boleh kecuali yang dilarang.

Kemudian ibadah khusus seperti taharah, salat, zakat, puasa, haji, kurban, akikah, dll. Asas atau prinsipnya semua dilarang kecuali ada perintah. Ikhlas dan sesuai tuntunan.

Jika masih ada dasar hadisnya, maka tidak ada masalah karena tinggal meneliti kualitasnya. Persoalan beda pemahaman itu wajar, tidak perlu diperselisihkan, yang penting masih ada dasar Qur'an dan hadisnya yang makbul.

Misalnya, antara qunut dan tidak qunut, saat menuju sujud lutut dulu atau tangan dulu, menggerakkan telunjuk atau tidak saat tasyahud, atau salat lail dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-1. Muhammadiyah mengambil yang kuat tarjihnya, tapi tidak membid'ahkan pendapat yang berbeda.

Perspektif Tarjih Muhammadiyah menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual, tetap murni sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Rangkaian Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, sebagai pemateri.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan karakter dasar warga persyarikatan dalam bersikap, beramal, dan bergerak sesuai nilai-nilai Islam berkemajuan.

Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam dan tajdid amar makruf nahi mungkar berlandaskan Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan menjunjung tinggi agama Islam untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ustaz Saifudin
Ustaz Saifudin ajak masuk Muhammadiyah dengan totalitas 

Muhammadiyah merupakan gerakan yang berorientasi pada aksi nyata, dengan dakwah yang dijalankan melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Gerakan ini mendorong sikap inovatif dan kreatif melalui tajdid, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan kepekaan terhadap berbagai persoalan umat.

Seluruh aktivitas tersebut berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunah, dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, baik dalam komunitas, gaya hidup, pola pikir, kehidupan rumah tangga, maupun tatanan sosial.

Ustaz Saifudin mengajak menjadi pribadi Muhammadiyah yang totalitas. Tidak setengah-setengah, tidak ragu, dan tidak sembunyi-sembunyi. Jangan malu dan jangan enggan mengaku sebagai warga Muhammadiyah.

Di dalamnya ada nilai iman, ilmu, amal, dan perjuangan yang jelas arahnya. Mantapkan diri, luruskan niat, dan hadirkan Muhammadiyah dalam sikap, ucapan, serta perbuatan sehari-hari. Menjadi Muhammadiyah sebagai identitas adalah komitmen hidup dan jalan dakwah.

Di Muhammadiyah kita tidak digaji, karena di sinilah kita dilatih untuk ikhlas. Beramal bukan karena imbalan, bergerak bukan karena pujian, melainkan semata-mata karena Allah Ta‘ala. Dari keikhlasan itulah lahir kekuatan dakwah, keteguhan perjuangan, dan keberkahan amal.

Ketika setelah masuk Muhammadiyah ada teman yang menjauh, bahkan yang dulu sepemahaman, jangan goyah dan jangan berkecil hati. Tetaplah istikamah di jalan kebaikan. Biarkan waktu dan akhlak yang menjelaskan siapa diri kita.

Saat mereka telah memahami jati diri dan prinsip kita, maka pada waktunya nanti, mereka akan mampu menempatkan kita pada tempat yang semestinya, dengan saling menghormati dan saling memahami.

Terkait putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika kita telah menempatkannya sebagai ulil amri dalam persyarikatan, maka sudah semestinya kita ikuti dan taati. Putusan tersebut tidak lahir secara serampangan, tetapi melalui proses ijtihad kolektif.

Para pakar dan ahli di bidangnya telah menggodok persoalan dengan kajian dan diskusi panjang, serta pertimbangan maslahat umat, sehingga keputusan yang dihasilkan matang dan bertanggung jawab. Maka, sebagai pribadi Muhammadiyah, harus yakin menyikapinya.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi bertajuk Memahami Ideologi Muhammadiyah yang menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak dalam kehidupan bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada mengawali pemaparannya dengan menukil salah satu nasihat KH. Ahmad Dahlan, yaitu, “Janganlah sekali-kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain,” sebagai penegasan pentingnya konsistensi ideologis dalam bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada
Dr. Muhammad Ikhwan Ahada pahamkam ideologi Muhammadiyah 

Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan telah meninggalkan jejak sejarah yang tidak dapat dihapus dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perannya sangat signifikan sebagai salah satu komponen besar yang turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puluhan ribu Amal Usaha Muhammadiyah yang tersebar dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi merupakan wujud nyata cara Muhammadiyah memahamkan Islam, yakni Islam yang hadir melalui kerja nyata, pelayanan, dan kontribusi berkelanjutan bagi umat dan bangsa.

Besarnya Amal Usaha Muhammadiyah tidak terlepas dari dukungan warga Persyarikatan yang dikenal memiliki kesadaran tinggi dalam berinfak dan kepedulian sosial, sehingga gerakan Muhammadiyah tumbuh kuat sebagai dakwah melalui aksi nyata.

Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkembang lebih dari satu abad karena ditopang oleh organisasi yang rapi, amal usaha yang maju, serta ideologi yang kokoh sebagai ruh penggerak dalam setiap langkah perjuangannya.

Muhammadiyah memiliki konsep berkemajuan sebagai landasan gerak yang menegaskan Islam sebagai agama yang dinamis, mendorong kemajuan peradaban, serta mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjawab tantangan zaman.

Lima karakteristik utama Islam Berkemajuan adalah Islam yang bertauhid murni, bersumber pada Al-Qur’an dan sunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid agar ajaran Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Kemudian bersikap wasathiyah (moderat dan seimbang) dalam pemikiran maupun tindakan, serta berorientasi sebagai rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kemajuan bagi umat manusia secara universal.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Suasana Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Sabtu, 31 Januari 2026, semakin hidup dengan pemaparan materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yang menekankan pentingnya PHIWM sebagai pedoman nilai dan arah sikap hidup islami bagi warga Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berorganisasi.

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber Al-Qur'an dan Sunnah menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat utama yang diridai Allah Swt.

PHIWM
Dr. H. Ridwan Furqoni sampaikan tentang PHIWM pada Baitul Arqam PCM Weru

Tujuan perumusan PHIWM adalah terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spiritual, menjamin kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi.

Agama Islam, yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah tercantum dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang sahih berupa perintah-perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Materi PHIWM dikembangkan dan dirumuskan dalam suatu kerangka yang komprehensif, mencakup kehidupan pribadi, kehidupan dalam keluarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berorganisasi, kehidupan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah.

Kemudian kehidupan dalam berbisnis, kehidupan dalam mengembangkan profesi, kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, kehidupan dalam melestarikan lingkungan, kehidupan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kehidupan dalam seni dan budaya.

PCM Weru bisa menciptakan sebuah kondisi agar setiap warga masyarakat dapat mengimplementasikan PHIWM dalam kehidupannya dengan menjadi pribadi yang baik, keluarga juga baik, dan bermasyarakat yang terbaik secara individu dan lembaga.

Kemudian bermuhammadiyah, mengelola cabang dan AUM dengan cara terbaik, berbisnis, mengembangka profesi pegawai-pegawainya, berbangsa, menjaga lingkungan, mengembangkan iptek, berkesenian dan kebudayaan, serta memanfaatkan media sosial dan dunia digital lainnya.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Yayan Suryana Tegaskan Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Yayan Suryana Tegaskan Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, untuk penguatan pemahaman keislaman dan arah berpikir bermuhammadiyah bagi para peserta.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua PWM Yogyakarta, hadir sebagai pemateri dengan menyampaikan materi bertema Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, berikut ini adalah ringkasan dari apa yang beliau sampaikan.

Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah
Dr. Yayan Suryana sampaikan tentang Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah 

Islam dipahami, ditafsirkan, dan diaktualisasikan melalui pola, pendekatan, serta metode yang beragam. Karena itu, hasil pemahamannya pun bisa berbeda-beda. Muhammadiyah memiliki manhaj dan cara berpikir sendiri, namun tidak berarti menafikan pemikiran pihak lain. Inilah bekal bermuhammadiyah yang terbuka dan berkemajuan.

Dalam bermuhammadiyah, kita memang mengembangkan pemahaman keagamaan sesuai tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Namun, fokus itu tidak perlu disertai dengan kesibukan mengurusi atau menyalahkan pemahaman orang lain.

Untuk memahami agama sesuai dengan perspektif Muhammadiyah, kita perlu kembali belajar dari pemikiran para tokoh dan pendiri Muhammadiyah. Bukan untuk mengultuskan mereka, melainkan agar kita memahami secara jernih tujuan dan ruh gerakan Muhammadiyah itu sendiri.

Selain itu juga bisa memahami akar dengan mempelajari dokumen-dokumen resmi Muhammadiyah seperti AD/ART Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Muhammadiyah, dan lainnya.

Bermuhammadiyah tidak dijalani secara sendiri-sendiri, melainkan dalam bingkai struktur dan tata kelola organisasi yang rapi agar tujuan bersama dapat terwujud. Sebab, cita-cita besar tidak mungkin dicapai dengan langkah individual semata.

Bisa kita ibaratkan, ketika kita ingin membersihkan halaman, maka satu lidi tidak akan berarti apa-apa jika berdiri sendiri, tetapi ketika disatukan menjadi sapu, ia memiliki daya dan manfaat yang nyata. Seperti itulah berorganisasi di persyarikatan.

Prinsip dasar paham agama Muhammadiyah bertumpu pada tauhid yang murni, berlandaskan kembali kepada Al-Qur’an dan sunah, serta mengedepankan ijtihad dan tajdid sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara dinamis dan berkemajuan.

Muhammadiyah menghidupkan ijtihad dan tajdid sebagai sarana menghadapi tantangan zaman sekaligus untuk menghindari sikap taklid dalam beragama.

Tajdid merupakan ikhtiar menuju kemajuan, yakni upaya memperbarui pemahaman dan praktik keagamaan agar tetap berlandaskan ajaran Islam yang murni serta relevan dengan dinamika perkembangan zaman.

Dalam penerapannya, tajdid di Muhammadiyah mengandung dua makna utama, yaitu pemurnian dalam aspek ibadah dan pembaruan dalam bidang muamalah agar sejalan dengan tuntutan dan perubahan zaman.

Islam berkemajuan dalam aktualisasi paham agama Muhammadiyah adalah Islam yang ramah, nyaman, damai, menyejukkan, dan mencerahkan. Ia hadir secara dinamis, mampu menyerap serta merespons berbagai persoalan keumatan dengan sikap terbuka dan solutif.

Islam dalam Muhammadiyah berfungsi memotivasi dan memberi jalan keluar, bukan menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru. Karena itu, Islam berkemajuan mendorong umat untuk bersikap kreatif, inovatif, dan berorientasi ke masa depan.
Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam

Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada Sabtu, 31 Januari 2026/12 Syakban 1447 H, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Weru, Dukuh Kalisige, Desa Karakan, Kecamatan Weru.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.30 WIB ini mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Persyarikatan Muhammadiyah Weru.”

Baitul Arqam
Baitul Arqam PCM Weru

Baitul Arqam diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) PCM Weru dihadiri segenap pimpinan harian PCM dan PCA Weru, dan dan diikuti oleh 175 peserta.

Peserta adalah pimpinan serta anggota majelis dan lembaga PCM Weru, Ketua–Sekretaris–Bendahara PRM se-Cabang Weru, perwakilan AUM pendidikan dan ekonomi, serta ortom Muhammadiyah PCM Weru.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Dr. Yayan Suryana, M.Ag.; Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I.; Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A.; Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag.; dan Dr. Syakir Jamaluddin, M.A.

Materi difokuskan pada penguatan ideologi keislaman, kepemimpinan kader, ibadah praktis, karakter Islami, serta pemahaman Kemuhammadiyahan yang mendalam.

Ketua Panitia, Bapak Drs. Sumanta, menegaskan bahwa Baitul Arqam kali ini dipadatkan dalam satu hari sehingga peserta yang totalnya 175 orang ini, diharapkan bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. 

Drs. Sumanta
Drs. Sumanta ajak peserta ikuti Baitul Arqam sampai selesai

Beliau menekankan bahwa Baitul Arqam merupakan metode pembinaan yang meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah. Oleh karena itu, pimpinan, anggota, serta mereka yang bekerja di AUM dan AUA Muhammadiyah diwajibkan mengikuti Baitul Arqam sebagai upaya penguatan karakter dan peneguhan ideologi Kemuhammadiyahan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Djumari, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan bagian dari pelanjut perjuangan Rasulullah sebagai khalifah di muka bumi.

Muhammadiyah, menurut beliau, dikaruniai Allah memiliki banyak kelebihan, sehingga gerakannya dapat dirasakan luas dan mampu membumikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Beliau juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah menerjemahkan ajaran Islam tidak semata tekstual, melainkan melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani yang saling melengkapi.

Derajat Muhammadiyah diangkat melalui amal usaha yang terus dimudahkan perkembangannya, sehingga perlu dimajukan secara kolektif. Muhammadiyah adalah gerakan struktural yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam PCM Weru

Di tengah berbagai serangan di media sosial terhadap Muhammadiyah, mulai dari isu perbedaan awal Ramadan hingga tawaran pengelolaan tambang, melalui Baitul Arqam diharapkan menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah untuk memberikan penjelasan yang arif dan mencerahkan.

Ketua PDM Sukoharjo juga menegaskan bahwa pengelolaan AUM dilaksanakan dengan menjaga amanah, termasuk wakaf yang disertifikasi atas nama persyarikatan, bukan pribadi pimpinan.

Baitul Arqam
Baitul Arqam dilaksanakan di GDM Weru

Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam dengan basmalah dan memimpin doa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi persyarikatan.

Melalui Baitul Arqam ini, PCM Weru berharap terwujud kesamaan wawasan, integritas, dan kesatuan sikap kader Muhammadiyah dalam melaksanakan misi dakwah dan penguatan persyarikatan di tingkat cabang hingga ranting.
Majelis Pembinaan Kader PCA Weru Gelar Baitul Arqam untuk Guru PAUD Aisyiyah Se-Cabang Weru

Majelis Pembinaan Kader PCA Weru Gelar Baitul Arqam untuk Guru PAUD Aisyiyah Se-Cabang Weru

Dalam rangka mewujudkan kader militan, Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru mengadakan Baitul Arqam (BA) untuk guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyiyah se-Kecamatan Weru. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu sampai Ahad (18–19 Oktober 2025) di SMK Muhammadiyah Watukelir Weru.

Baitul Arqam adalah kegiatan wajib bagi kader Muhammadiyah dan Aisyiyah. Menjadi salah satu bentuk sistem pengkaderan dalam Aisyiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk menciptakan kesamaan dan kesetaraan sikap, integritas, wawasan, cara berpikir, dan cara betindak di kalangan pemimpin maupun anggota dalam mewujudkan visi dan misi Aisyiyah.

Dengan Baitul Arqam ini diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan dan pengembangan serta peningkatan kualitas kader dan pimpinan Aisyiyah sehingga memiliki integritas komitmen, ghirah, ukhuwah, daya juang, wawasan, dan profesionalitas yang berbasis ideologi gerakan persyarikatan untuk mewujudkan tegaknya ajaran Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Baitul Arqam
Baitul Arqam guru PAUD se-Cabang Weru

Landasan kegiatan ini adalah perintah Allah pada Surat As-Saf ayat 4 untuk menyiapkan barisan yang teratur dalam perjuangan dakwah. Dilandasi juga dari AD ART Aisyiyah dan sistem pengkaderan muhammadiyah. Tujuannya agar peserta memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar terhadap ideologi Muhammadiyah.

Kemudian, peserta memiliki komitmen mengembangkan, mensosialisasikan, mempertahankan, dan memperjuangkan ideologi Muhammadiyah. Peserta memiliki kesatuan sikap, integritas, wawasan, cara berpikir dan bertindak dalam mengembangkan visi dan misi Aisyiyah.

Tak kalah penting, kegiatan ini pun bertujuan agar peserta memiliki kemampuan dan kecakapan dan semangat yang tinggi dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah melalui program dan kegiatan Aisyiyah.

Baitul Arqam diselenggarakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan para pendiri Aisyiyah terhadap laju efektivitas dan wadah kaderisasi dan Aisyiyah. Bentuk upaya peneguhan ideologi kader Aisyiyah dalam mewujudkan agilitas organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan di era disrupsi.

Di hadapan 50 guru PAUD peserta kegiatan ini, Ketua PCA Weru, Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I. mengatakan, “Karena ini adalah kegiatan wajib, maka guru- guru yang belum bisa ikut pada hari ini wajib ikut di kegiatan BA untuk guru putri MI, SMP/MTs, SMA/MA mendatang.”

Pada kesempatan ini, hadir pula ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak Sumardi, S.Pd.I. Beliau menegaskan bahwa Baitul Arqam harus dilaksanakan dengan semangat, ikhlas, dan sungguh-sungguh. Pak Mardi mengajak para peserta untuk menyerukan yel-yel untuk penambah semangat menimba ilmu, meninggalkan rumah selama dua hari.

Yel-yel tersebut yaitu: “Apa kabar kader? Amanah profesional Insyaallah! Islam agamaku, Muhammadiyah Aisyiyah gerakanku, PAUD Aisyiyah Weru maju unggul luar biasa!” Baitul Arqam dibuka secara resmi oleh Ibu Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo.

Selanjutnya, peserta Baitul Arqam diserahkan oleh Ketua PCA Weru kepada Ketua MPK Weru, sebagai tanda dimulainya kegiatan penggemblengan kader-kader Aisyiyah Weru. Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan pemberian materi-materi Baitul Arqam, dengan narasumber dari PCA dan PCM Weru serta PDM dan PDA Sukoharjo. 

Narasumber yang berkenan mengisi Baitul Arqam kali ini adalah Ibu Dra. Diah Dewi Murni, M.Pd. dengan materi Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB), Bapak Prof. Dr. Izza Mafrukhah, S.E., M.Si. materi Kepemimpinan Digital, Bapak Drs. Sagiyo materi Masalah 5, Ibu Siti Muslikhah materi Sistem Pengkaderan Aisyiyah, Ibu Kamsiyem, M.Pd. dengan Kiat Menjadi Guru Inspiratif, Bapak Sutardi S.Ag. tentang Ideologi Muhammadiyah, Bapak H. Sukasno, S.H. materi PHIWM, dan Bapak Sarwiji Majid materi MKCHWM.

Foto bersama
Foto bersama peserta Baitul Arqam

Para peserta menginap dan melakukan seluruh rangkaian acara Baitul Arqam di Gedung SMK Muhammadiyah Watukelir dan sekitarnya. Ahad siang acara ditutup oleh Ketua MPK PCA Weru, Ibu Giyarni, S.Pd.I. Raut lelah nampak terlihat di wajah-wajah peserta, akan tetapi bibar bahagia pula terlihat di sana. Bekal ilmu yang diterima selama dua hari insyaallah akan menjadi penyemangat untuk menjadi kader Aisyiyah Weru yang amanah dan profesional.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Baitul Arqam PCA Weru: Penguatan Ideologi dan Agilitas Kader Aisyiyah di Era Disrupsi

Baitul Arqam PCA Weru: Penguatan Ideologi dan Agilitas Kader Aisyiyah di Era Disrupsi

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam dengan tema “Baitul Arqam Sebagai Upaya Peneguhan Ideologi Kader Aisyiyah dalam Mewujudkan Agilitas Organisasi yang Mampu Beradaptasi dengan Perubahan di Era Disrupsi.”

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus 2 MIM Muhammadiyah Watukelir ini berlangsung selama dua hari, dimulai dari Sabtu hingga Ahad, 19-20 Oktober 2024, dengan peserta dari perwakilan pimpinan di setiap ranting Aisyiyah se-Cabang Weru.

Untuk acara pembukaan Baitul Arqam dilaksanakan di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir dengan Ibu St. Nurul Hidayati, S.Ag, M.Pd.I sebagai Master of Ceremony (MC), yang memandu rangkaian acara dengan lancar dan penuh hikmat.

Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Fitri Nur Hidayati, S.Pd, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah yang dipimpin oleh Ibu Siti Nur Rohmah, S.Pd.I yang bertindak sebagai dirigen.

Baitul Arqam
Baitul Arqam PCA Weru

Sejumlah sambutan penting turut disampaikan pada acara pembukaan. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak Sumardi, membuka dengan mengapresiasi semangat para kader yang terus berusaha meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan zaman.

Sambutan berikutnya datang dari perwakilan Ketua Aisyiyah, Ibu Dra Triyatmi, yang menekankan pentingnya peran kader Aisyiyah dalam menjawab tantangan disrupsi. Laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Panitia, Ibu Giyarni, S.Pd.I, yang kemudian dilanjutkan dengan seremonial penyerahan peserta oleh Ibu Dra Triyatmi.

Setelah pembukaan, sesi materi yang dilaksanakan di Kampus 2 MIM Muhammadiyah Watukelir dimulai dengan tema Kontrak Belajar Membangun Komitmen yang disampaikan oleh Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag. Pemateri lainnya, Bapak Wiwoho Aji Santoso, S.Pd, membahas tentang Ideologi Muhammadiyah, serta Ibu Dra Indiah Dewi Murni, M.Pd, mengupas Risalah Perempuan Berkemajuan.

Pada sesi siang hingga malam, materi berlanjut dengan paparan dari Ibu Dra Triyatmi mengenai Sistem Pengkaderan Aisyiyah, Bapak Drs Sugiyo mengenai Masalah Lima, dan Ibu Kamsiyem, M.Pd.I, yang menyampaikan materi tentang Kepemimpinan Digital.

Memasuki hari kedua, peserta bangun pada pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan salat malam. Setelah Salat Subuh berjemaah, acara dilanjutkan dengan senam Aisyiyah yang dipandu oleh tim LBSO serta berbagai permainan ringan untuk menjaga semangat peserta.

Sesi materi hari kedua diisi oleh Bapak Drs. Sukasno yang membahas Matan Keyakinan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) dan Ibu Siti Muslihah, S.Ag, yang mengupas Pedoman Hidup Islam Warga Muhammadiyah (PHIWM). Kedua materi ini memperkuat ideologi dan nilai-nilai yang harus dijaga oleh para kader Aisyiyah.

Sebelum acara ditutup, Ketua PCA Weru, Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I, dan Ketua Panitia, Ibu Giyarni, S.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan panitia atas dedikasinya dalam mensukseskan acara ini.

Ibu Unik Siti Zulaehah juga mendorong para kader untuk terus bersemangat dan mengajak lebih banyak kader baru bergabung dengan Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Harapannya, semangat terus terjaga dengan adanya Baitul Arqam ini. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Siti Muslihah, S.Ag.

Kontributor: Ibu Riniwati, S.Pd.I