Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah
Rangkaian Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, sebagai pemateri.
Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan karakter dasar warga persyarikatan dalam bersikap, beramal, dan bergerak sesuai nilai-nilai Islam berkemajuan.
Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam dan tajdid amar makruf nahi mungkar berlandaskan Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan menjunjung tinggi agama Islam untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
![]() |
| Ustaz Saifudin ajak masuk Muhammadiyah dengan totalitas |
Muhammadiyah merupakan gerakan yang berorientasi pada aksi nyata, dengan dakwah yang dijalankan melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Gerakan ini mendorong sikap inovatif dan kreatif melalui tajdid, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan kepekaan terhadap berbagai persoalan umat.
Seluruh aktivitas tersebut berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunah, dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, baik dalam komunitas, gaya hidup, pola pikir, kehidupan rumah tangga, maupun tatanan sosial.
Ustaz Saifudin mengajak menjadi pribadi Muhammadiyah yang totalitas. Tidak setengah-setengah, tidak ragu, dan tidak sembunyi-sembunyi. Jangan malu dan jangan enggan mengaku sebagai warga Muhammadiyah.
Di dalamnya ada nilai iman, ilmu, amal, dan perjuangan yang jelas arahnya. Mantapkan diri, luruskan niat, dan hadirkan Muhammadiyah dalam sikap, ucapan, serta perbuatan sehari-hari. Menjadi Muhammadiyah sebagai identitas adalah komitmen hidup dan jalan dakwah.
Di Muhammadiyah kita tidak digaji, karena di sinilah kita dilatih untuk ikhlas. Beramal bukan karena imbalan, bergerak bukan karena pujian, melainkan semata-mata karena Allah Ta‘ala. Dari keikhlasan itulah lahir kekuatan dakwah, keteguhan perjuangan, dan keberkahan amal.
Ketika setelah masuk Muhammadiyah ada teman yang menjauh, bahkan yang dulu sepemahaman, jangan goyah dan jangan berkecil hati. Tetaplah istikamah di jalan kebaikan. Biarkan waktu dan akhlak yang menjelaskan siapa diri kita.
Saat mereka telah memahami jati diri dan prinsip kita, maka pada waktunya nanti, mereka akan mampu menempatkan kita pada tempat yang semestinya, dengan saling menghormati dan saling memahami.
Terkait putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika kita telah menempatkannya sebagai ulil amri dalam persyarikatan, maka sudah semestinya kita ikuti dan taati. Putusan tersebut tidak lahir secara serampangan, tetapi melalui proses ijtihad kolektif.
Para pakar dan ahli di bidangnya telah menggodok persoalan dengan kajian dan diskusi panjang, serta pertimbangan maslahat umat, sehingga keputusan yang dihasilkan matang dan bertanggung jawab. Maka, sebagai pribadi Muhammadiyah, harus yakin menyikapinya.
Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.