Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PDM Sukoharjo: “Digital Image for Regional Growth and Prosperity”
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar pelatihan manajemen reputasi digital diikuti admin media Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Sukoharjo.
Digelar di Aula KH. Ahmad Dahlan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 12.30 WIB. Menghadirkan narasumber Mas Sholikhin, Medkom Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
![]() |
| Perwakilan dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo membuka acara pelatihan |
Ketua MPI PCM Sukoharjo, Mas Ahmad H. Machsuni, S.T., M.M. dalam prolog menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara yang digagas PWM diikuti seluruh PDM se-Jawa Tengah, untuk menyamakan konsep visi misi pengelolaan media digital di persyarikatan.
Direktur AIK dan Sumber Daya RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Bapak Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak. dalam sambutan pembukaan pelatihan, menyatakan bahwa rumah sakit terbuka untuk kegiatan persyarikatan di Aula KH. Ahmad Dahlan. Beliau meminta support berita positif bagi rumah sakit AUM PDM Sukoharjo ini.
Materi Manajemen Reputasi Digital disampaikan oleh Mas Sholikhin. Beliau membuka dengan memaparkan algoritma dan engagement yang terjadi pada konten media sosial, yang berpengaruh pada viralnya konten yang diunggah.
![]() |
| Narasumber pelatihan dari PWM Jawa Tengah |
Pada Instagram, ketika konten diunggah maka akan tampil ke 5-10% followers. Kalau responnya positif maka jangkauan akan lebih luas ke non followers. Jika tidak, maka jangkauan tidak bertambah.
Yang audiens lakukan setelah melihat konten ada yang langsung scroll, ada yang like-comment-share, ada yang stalking, ada yang follow, dan bahkan akan ada yang menjadi loyalty followers.
Konten yang berpotensi viral, minimal mengandung tiga kriteria: mengandung kata bijak atau motivasi, relate dengan audiens, dan layak di-share. Setidaknya ada salah satu dari ketiga kriteria itu.
![]() |
| Pelatihan diikuti admin media PCM dan AUM se-Kabupaten Sukoharjo |
Kita harus memahami bahwa audiens media sosial itu mencari hiburan, maka buatlah yang menghibur mereka dengan menyisipkan promosi di dalamnya. Cari referensi dengan melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi).
Cara meningkatkan traffic website adalah dengan optimasi SEO (Search Engine Optimisation), membuat konten berkualitas dan konsisten, share di WAG dan story, menaruh link di media sosial atau iklan berbayar, dan menjadi pengunjung ke web lain.
Di antara cara optimasi SEO adalah dengan melakukan riset keyword, optimasi SEO On-Page, dan SEO Off-Page (backlink). Gunakan alat riset kata kunci misalnya dengan Google Keyword Planner.
Selanjutnya, Mas Sholikhin menyampaikan materi terkait cara membuat artikel SEO dengan memanfaatkan tool riset keyword, kemudian menggunakan prompt tertentu agar dituliskan oleh AI, misalnya ChatGPT atau Gemini.
Pelatihan dilanjutkan dengan rencana tindak lanjut (RTL) dengan berpindah lokasi di ruangan lain karena ruangan yang sedang digunakan ini akan dipakai pelatihan Bimtek SatuMu dan e-KTAM.













