Muhammadiyah Weru
Perkuat Gerakan Dakwah Bidang Pendidikan, PCA Weru Hadirkan Pimpinan Pusat Aisyiyah

Perkuat Gerakan Dakwah Bidang Pendidikan, PCA Weru Hadirkan Pimpinan Pusat Aisyiyah

Ahad, 1 November 2026. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat gerakan dakwah melalui bidang pendidikan, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Weru menyelenggarakan kegiatan pembinaan.

Pembinaan diperuntukkan bagi PCA, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) se-Cabang Weru, dengan mengangkat tema “Menjadi Guru 'Aisyiyah yang Berkemajuan, Berakhlak Mulia, dan Profesional.”

Kegiatan yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir ini diikuti kurang lebih 80 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan Aisyiyah, PCA, PRA, serta pengelola Amal Usaha Aisyiyah yaitu Kepala dan guru RA Bustanul Athfal (BA). 

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi ruang penguatan komitmen bersama dalam memajukan organisasi dan amal usaha, khususnya di bidang pendidikan, di bawah naungan Aisyiyah Cabang Weru.

Dr. Rohimi Zamzam
Dr. Rohimi Zamzam menjadi pemateri pembinaan PCA Weru

Berkenan hadir sebagai narasumber utama, Ibu Dr. Rohimi Zamzam, S.Psi., S.H., M.Pd., Psikolog., yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah dan Asesor Akreditasi Perguruan Tinggi.

Ibu Romini mengangkat berbagai isu terkini di dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus mengajak para guru Aisyiyah untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi perkembangan dan tantangan dunia pendidikan.

Menurut beliau, guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga harus memiliki landasan ideologi yang kuat, akhlak mulia, serta profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah penguatan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Shad ayat 2, 3, dan 4, sebagai bahan refleksi para guru dalam mengabdi.

Guru hendaklah senantiasa memiliki kesadaran spiritual, keteguhan dalam menjalankan amanah, serta tidak terjebak dalam kesombongan dan sikap merasa paling benar. Harus mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bersikap, berpikir, dan bertindak.

Lebih lanjut, Ibu Rohimi menegaskan pentingnya guru Aisyiyah menjadi teladan dalam mengamalkan ideologi Muhammadiyah. Guru sebagai tenaga pendidik yang bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, juga sebagai kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada peserta didik melalui keteladanan sehari-hari.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap guru Aisyiyah hendaknya mengikuti kajian keaisyiyahan secara rutin. Kajian tersebut menjadi kebutuhan untuk memperkuat pemahaman ideologi, memperdalam wawasan keislaman, dan menumbuhkan kesadaran berorganisasi.

Dengan demikian, harapannya, para guru Aisyiyah tidak hanya unggul dalam kompetensi profesional, tetapi juga kokoh dalam ideologi dan memiliki karakter Islami.

Kegiatan pembinaan ini memberikan pesan bahwa kemajuan Amal Usaha Aisyiyah, khususnya lembaga pendidikan, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Foto bersama
Foto bersama pemateri dan peserta

Guru yang berkemajuan adalah guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, berakhlak mulia, profesional, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PCA Weru berharap seluruh unsur PCA, PRA, dan Amal Usaha Aisyiyah semakin memperkuat sinergi dan komitmen dalam mengembangkan gerakan Aisyiyah.

Tidak hanya aktif dalam menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Menjadi guru Aisyiyah bukan sekadar profesi, tetapi juga amanah dakwah. Guru yang berkemajuan adalah guru yang terus belajar, menjaga akhlak, menguatkan ideologi, dan menghadirkan keteladanan dalam setiap langkahnya.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Peringati Hari Santri, MIM Gangin Gelar Salat Istisqa

Peringati Hari Santri, MIM Gangin Gelar Salat Istisqa

Memperingati Hari Santri Nasional 2026, MI Muhammadiyah Gangin menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman MI Muhammadiyah Gangin, Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa KB Aisyiyah Gangin, RA BA Aisyiyah Gangin, MI Muhammadiyah Gangin, warga masyarakat yang merupakan jemaah Masjid Al-Alim Gangin Kidul, serta wali murid MI Muhammadiyah Gangin.

HSN 2026
Salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan

Salat istisqa dipimpin oleh Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd., selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat, kemudian dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama.

Dalam rangkaian doa, para jemaah menghadap kiblat untuk memohon kepada Allah Swt. agar segera menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Pelaksanaan salat istisqa ini menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan yang membutuhkan turunnya hujan. Melalui kegiatan ini, para siswa, guru, wali murid, dan masyarakat diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. serta memanjatkan doa agar diberikan rahmat dan pertolongan-Nya.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda melalui praktik ibadah bersama masyarakat.

Kontributor: Bapak Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.
Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Program Sedekah Rosok yang dilaksanakan oleh PRM Jatingarang sebagai binaan PCM Weru, sukses mengantarkan PCM Weru meraih Juara 1 PCM dengan Program Inspiratif Terbaik dalam ajang Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA).

Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA) adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka Milad ke-68 UMS untuk mengapresiasi kader, organisasi, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya.

PCM Weru
PCM Weru raih penghargaan PCM dengan program inspiratif terbaik 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Tablig Akbar Hari Jadi UMS yang menghadirkan Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S. Sos. S. Ag. M. Si. Ph.D., yang berlangsung di Edutorium UMS pada Ahad, 18 Oktober 2026.

Penghargaan diterima secara langsung oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau hadir ke Edutorium UMS bersama jajaran pimpinan harian dan perwakilan dari segenap ranting yang ada di Cabang Weru.

Prestasi luar biasa ini menjadi bentuk apresiasi atas ikhtiar PCM Weru, terutama PRM Jatingarang sebagai pelaksana program Sedekah Rosok, dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berangkat dari potensi sederhana di tengah masyarakat.

Sedekah Rosok, dari Barang Bekas Menjadi Manfaat


Program Sedekah Rosok merupakan gerakan sosial yang mengajak masyarakat menyedekahkan barang bekas atau rosok yang masih memiliki nilai ekonomi. Barang-barang tersebut dikumpulkan dan dikelola sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini dilaksanakan di lingkungan PRM Jatingarang, dengan PCM Weru berperan sebagai pembina dan pengarah. Pelaksanaan teknis di lapangan dikoordinasikan oleh Bidang ZIS PRM Jatingarang bersama tim relawan.

PCM Weru juara
Daftar nominasi juara

Sejak mulai dijalankan pada Oktober 2024, Sedekah Rosok dikembangkan menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lintas golongan di wilayah Desa Jatingarang. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat dihimpun, dikelola, dan dikembalikan dalam bentuk manfaat bersama.

Menjangkau Pendidikan, Sosial, dan Dakwah


Hasil pengelolaan Sedekah Rosok telah dimanfaatkan untuk mendukung beragam kegiatan. Di bidang pendidikan, program ini turut membantu pembayaran SPP tiga siswa yatim/piatu di MIM Watukelir serta mendukung kegiatan pembinaan guru.

Di bidang sosial, hasil program dimanfaatkan untuk santunan anak yatim di sejumlah masjid dan musala. Dukungan juga diberikan bagi kebutuhan sarana dakwah, pembangunan dan perlengkapan masjid, serta berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan.

Program ini juga mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan, di antaranya donasi bantuan kebencanaan melalui Lazismu dan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Mini Damkar KOKAM Weru. Selain itu, terdapat dukungan bagi Rumah Produksi TelurMU dan kegiatan lingkungan.

Berbagai pemanfaatan tersebut menjadikan Sedekah Rosok bukan sekadar kegiatan mengumpulkan barang bekas, melainkan upaya mengubah potensi ekonomi sederhana menjadi sumber daya untuk membantu masyarakat dan mendukung gerakan dakwah.

Prestasi yang Menjadi Penyemangat


Keberhasilan meraih Juara 1 dalam ajang MOEA Milad ke-68 UMS menjadi penyemangat bagi PCM Weru dan PRM Jatingarang untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas partisipasi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan program.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya inovasi di tingkat ranting. Gerakan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat, dikelola dengan semangat gotong royong, dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama dapat berkembang menjadi praktik baik yang menginspirasi persyarikatan di wilayah lain.

UMS
Flyer ucapan selamat dari UMS

PCM Weru berharap pengalaman Sedekah Rosok dapat menjadi inspirasi bagi PCM dan PRM lainnya untuk menggali potensi lokal serta mengembangkannya menjadi program pemberdayaan yang nyata dan berkelanjutan.

Selamat atas prestasi PCM Weru dan PRM Jatingarang! Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Trainer MASA dan SatuMu untuk jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo.

Acara yang diselenggarakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada Sabtu siang, 17 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan mempercepat proses transformasi digital serta penataan administrasi keanggotaan Muhammadiyah berbasis aplikasi hingga tingkat ranting.

Dalam kegiatan ini, PCM Weru mengirimkan utusan perwakilannya yaitu Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto untuk mengikuti seluruh tahapan pembekalan.

Bimtek MASA
Bimtek Trainer MASA dan SatuMu 

Selama sesi pelatihan, para peserta diberikan empat materi utama untuk dikuasai. Materi pertama mencakup pengenalan Muhammadiyah Digital Universe guna membedakan secara mendasar antara Muhammadiyah ID, MASA, dan SatuMu.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan teknis pembuatan Muhammadiyah ID mulai dari penggunaan email aktif, pengisian data akun, verifikasi OTP, hingga berhasil masuk ke sistem.

Materi ketiga berfokus pada langkah-langkah pendampingan pendaftaran e-KTAM dari akses menu aplikasi hingga pemantauan status persetujuan.

Yang keempat, peserta dibekali tata cara pendampingan aktivasi ranting melalui penguatan peran verifikator dan agen di setiap ranting.

Selain penguasaan materi teknis, pembekalan ini juga menekankan kejelasan peran tim pendamping di lapangan. Tim pendamping bertindak sebagai fasilitator yang bertugas menjelaskan tujuan, menunjukkan langkah-langkah, dan mengatur tempo pendampingan.

PCM Weru
Perwakilan PCM Weru 

Ada pula peran pendamping praktik yang langsung membantu peserta di meja serta memeriksa langkah-langkah yang tertinggal, serta penghubung pengurus atau admin untuk menindaklanjuti data keanggotaan dan proses persetujuan.

Melalui pelatihan ini, para trainer utusan PCM Weru bersama utusan PCM lainnya diharapkan siap menjadi ujung tombak pendampingan digitalisasi bagi seluruh warga dan pengurus Muhammadiyah di wilayah masing-masing.
Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.Si., memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Trainer MASA dan SatuMu yang diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Sukoharjo.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekira pukul 13.00 WIB. Perwakilan dari PCM Weru adalah Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto.

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti bimbingan teknis sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program Muhammadiyah, khususnya SatuMu.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi berlanjut pada pendampingan dan penerapan program di tingkat cabang maupun ranting.

Bapak H. Djumari
Ketua PDM Sukoharjo berikan arahan terkait trainer tiap PCM 

Pak Djumari berharap para peserta dapat menjadi trainer di PCM masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui bimbingan teknis dapat ditularkan kepada pimpinan dan anggota Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

Pendampingan juga diharapkan dapat diperluas kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya. Beliau menyoroti pentingnya penyelesaian tahapan program sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, diperlukan pembagian tugas yang jelas, kelengkapan administrasi berupa surat tugas, proses verifikasi, serta keterlibatan personel yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).

Menurut beliau, dukungan SDM yang kompeten menjadi salah satu unsur penting agar pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan terkoordinasi. Setiap PCM perlu mempersiapkan personel yang dapat membantu proses teknis dan mendampingi penggunaan sistem dan aplikasi.

PDM Sukoharjo berharap para trainer dapat menjadi penggerak di tingkat cabang sehingga implementasi program SatuMu semakin luas dan berjalan dengan baik. Sinergi antarpimpinan, kesiapan SDM, serta komitmen menjalankan visi dan misi Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar kembali menggelar pengajian rutin Ahad Legi pada Ahad, 11 Oktober 2026. Pengajian putaran ke-21 ini bertempat di Musala Miftahul Jannah, Pindan, dan diikuti lebih dari 350 jemaah.

Acara diawali dengan pembacaan basmalah oleh pembawa acara, Ibu Lilis Suryani, S.Pd. Selanjutnya, Ibu Sayuti membacakan ayat suci Al-Qur’an, sedangkan sari tilawah disampaikan oleh Ibu Sularmi dengan membacakan Surah Al-Infithar ayat 1–19.

Ketua PRA Karanganyar, Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala Miftahul Jannah, Pindan, serta ibu-ibu peserta pengajian Ahad Legi yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pak Ngatemin
Ustaz Ngatemin mengisi pengajian rutin PRA Karanganyar Weru

Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih kepada Ibu Hj. Warno Warti yang telah menyediakan tempat beserta segala perlengkapan dan hidangan untuk kegiatan pengajian. Beliau berharap kebaikan tersebut menjadi amal saleh bagi beliau beserta keluarga.

Ibu Arifah juga mengajak seluruh jemaah untuk terus bersemangat dalam thalabul ilmi serta senantiasa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. agar kelak memperoleh syafaat pada hari kiamat dan mendapatkan surga Allah Swt.

Selanjutnya, sebagai bentuk perhatian, beliau juga melakukan presensi kehadiran setiap musala. Tercatat, Musala Tlemek tidak hadir karena sedang ada musibah kematian atau kesripahan dari warganya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Sugito selaku Kepala Desa Karanganyar. Beliau memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat mengikuti pengajian dan mencari ilmu meskipun cuaca terasa panas.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Ngatemin, M.Ag. yang mengingatkan pentingnya menjaga semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan keimanan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Ustaz Ngatemin menyampaikan bahwa orang yang keluar dari rumah dalam keadaan berwudu untuk melaksanakan salat wajib dan mencari ilmu akan mendapatkan pahala yang besar.

Beliau juga memotivasi jemaah bahwa orang yang menyiapkan bekal, sarana, dan prasarana untuk berjuang di jalan Allah, termasuk mendukung terselenggaranya pengajian, akan memperoleh keutamaan pahala.

Ustaz Ngatemin mengingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Manusia tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan amal saleh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah serta menuntut ilmu.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam menjalankan kebaikan. Orang-orang yang teguh dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah akan mendapatkan pertolongan serta kebaikan dari-Nya.

Semangat menghadiri pengajian hendaknya terus dijaga sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari ilmu dan menyiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Kajian rutin
Ibu-ibu Aisyiyah semangat ikuti kajian 

Dengan gaya penyampaian yang memotivasi, beliau mengajak jemaah untuk menghayati pesan, “Minggu Legi semangat ngaji, golek apa, pados ngilmi dingge nopo, sangu mati kapan mati mboten reti.” Pengajian adalah ikhtiar mencari ilmu sebagai bekal menghadapi kematian yang waktunya tidak diketahui.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ngatemin juga mengulas Surah Az-Zumar ayat 71–75. Ayat-ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang digiring secara berombongan menuju neraka karena kekufuran mereka, serta orang-orang bertakwa yang digiring secara berombongan menuju surga.

Beliau mengajak jemaah mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan di akhirat.

Kajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ngatemin. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi.

Pertama, laporan infak pada pengajian hari itu terkumpul sebesar Rp1.170.000 untuk kas PRA Karanganyar. Kedua, pengajian rutin Ahad Legi berikutnya direncanakan bertempat di Masjid Al-Furqon.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa penutup majelis oleh pembawa acara. Semoga jemaah terus semangat dalam menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan bekal akhirat senantiasa terjaga.

Kontributor: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin ‘Aisyiyah Tegalsari pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda, Bugel, Tegalsari, Weru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah serta masyarakat sekitar.

Pengajian rutin tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara sebulan sekali pada pekan ketiga sebagai salah satu upaya memperkuat wawasan keislaman, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat silaturahmi di antara warga ‘Aisyiyah dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala Desa Tegalsari, Bapak Nugroho Dwi Susilo, memberikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PRA Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Memasuki acara inti, kajian disampaikan oleh Ustaz Nasrullah dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kajiannya, beliau membahas mengenai perempuan yang tidak boleh dinikahi, berdasarkan tuntunan dan ketentuan dalam ajaran Islam.

Ust. Nasrullah
Ustaz Nasrullah membahas tentang wanita yang haram dinikahi menurut Islam 

Materi tersebut menjadi pembahasan penting bagi jamaah karena berkaitan dengan pemahaman mengenai batasan-batasan pernikahan dalam Islam. Melalui kajian ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Pengajian rutin PRA Tegalsari diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas kehidupan keislaman perempuan di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan secara rutin setiap pekan ketiga, PRA Tegalsari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari gerakan ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Reporter: Yanika Manik
PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari, Weru, menggelar Rapat dan Penguatan Organisasi pada Jumat, 18 September 2026 di Rumah Makan Kakak Aja, Cawas, Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman organisasi, meningkatkan koordinasi antarpengurus, sekaligus mengevaluasi dan memantapkan program kerja ‘Aisyiyah di tingkat ranting.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penguatan organisasi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Triyatmi.

Penguatan Organisasi Berbasis Islam Berkemajuan


Dalam materi penguatan organisasi, Ibu Triyatmi menyampaikan pentingnya penanaman ideologi Islam Berkemajuan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan kaderisasi, serta tata kelola organisasi yang terstruktur dan berjenjang.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai struktur kepemimpinan ‘Aisyiyah yang terdiri atas Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), hingga Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA).

PRA Tegalsari
PRA Tegalsari gelar rakor di RM Kakak Aja Cawas

Struktur yang berjenjang tersebut menjadi landasan dalam membangun koordinasi, pembinaan, komunikasi, dan pelaksanaan program dari tingkat pusat hingga ranting. Sebagai bagian paling dekat dengan masyarakat, PRA memiliki peran penting dalam menerjemahkan gerakan ‘Aisyiyah melalui kegiatan nyata di lingkungan masing-masing.

Muktamar dan Kepemimpinan ‘Aisyiyah


Penguatan organisasi juga membahas Muktamar ‘Aisyiyah sebagai forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi. Muktamar menjadi ruang untuk melakukan evaluasi program, membahas arah gerakan dan program kerja, sekaligus menjalankan proses pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya musyawarah, kaderisasi, tanggung jawab kepemimpinan, dan keberlanjutan organisasi dalam kehidupan ‘Aisyiyah.

Rapat Program Kerja dan Evaluasi


Usai sesi penguatan organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengurus PRA Tegalsari yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Rapat membahas rencana program kerja beberapa majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari. Di antaranya Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga, Majelis Tabligh dan Ketarjihan, serta Majelis Kesejahteraan Sosial.

Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga membahas rencana kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kebersamaan, kreativitas, kesehatan, dan partisipasi anggota.

Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan membahas program dakwah dan pembinaan keagamaan, termasuk rutinan bulanan yang akan dilaksanakan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperkuat pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Majelis Kesejahteraan Sosial membahas pengembangan program yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Evaluasi Program untuk Penguatan Gerakan


Selain menyusun program ke depan, rapat juga menjadi forum penyampaian laporan dan evaluasi program-program yang telah dilaksanakan oleh majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan, capaian yang telah diperoleh, kendala yang dihadapi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti.

Melalui perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi yang berkelanjutan, PRA Tegalsari berupaya membangun tata kelola organisasi yang semakin tertib dan efektif.

Kegiatan Rapat dan Penguatan Organisasi ini diharapkan semakin memperkuat soliditas pengurus, meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kaderisasi, serta mendorong seluruh majelis dan lembaga untuk bergerak bersama dalam memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Dengan semangat Islam Berkemajuan, musyawarah, kebersamaan, dan pengabdian, PRA ‘Aisyiyah Tegalsari, Weru, terus memperkuat perannya sebagai bagian dari gerakan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.

Reporter: Ibu Yanika Manik