Muhammadiyah Weru
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Syakir Jamaluddin Sampaikan Materi Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah

Materi selanjutnya dalam rangkaian Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru disampaikan oleh Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., Ketua Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Kaderisasi Muballigh Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dosen Ilmu Hadis FAI UMY ini memaparkan materi bertajuk Ibadah dalam Perspektif Tarjih Muhammadiyah, yang menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual.

Menurut Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, ibadah adalah segala bentuk ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan mengamalkan segala yang diizinkan secara syar'i, baik yang bersifat ritual (mahdhah) maupun sosial (ghairu mahdhah), yang semuanya bertujuan mencapai takwa dan ketenteraman hati.

Visi Ibadah Muhammadiyah dalam MKCH poin 4.c disebutkan bahwa Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah Saw., tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

Dr. Syakir Jamaluddin
Dr. Syakir Jamaluddin terangkan tentang ibadah dalam prespektif Muhammadiyah 

Perbuatan ibadah, dalam Manhaj Tarjih pada Munas Tarjih ke-25/2000, disebutkan prinsip taabudi, tidak boleh ada penambahan atau pengurangan, dan tidak dibenarkan dianalisis secara rasional.

Beda dengan taaqquli, dapat dianalisis secara rasional. Bersifat dinamis dan dapat berkembang. Untuk mendapatkan kemurnian ibadah harus merujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunah al-maqbulah.

Macam ibadah dan prinsipnya, dalam Muhammadiyah ada yang umum dan khusus. Umum seperti sosial, politik, ekonomi, seni, budaya, pendidikan, hukum, dll. Asas atau prinsipnya, apa saja boleh kecuali yang dilarang.

Kemudian ibadah khusus seperti taharah, salat, zakat, puasa, haji, kurban, akikah, dll. Asas atau prinsipnya semua dilarang kecuali ada perintah. Ikhlas dan sesuai tuntunan.

Jika masih ada dasar hadisnya, maka tidak ada masalah karena tinggal meneliti kualitasnya. Persoalan beda pemahaman itu wajar, tidak perlu diperselisihkan, yang penting masih ada dasar Qur'an dan hadisnya yang makbul.

Misalnya, antara qunut dan tidak qunut, saat menuju sujud lutut dulu atau tangan dulu, menggerakkan telunjuk atau tidak saat tasyahud, atau salat lail dengan formasi 4-4-3 atau 2-2-1. Muhammadiyah mengambil yang kuat tarjihnya, tapi tidak membid'ahkan pendapat yang berbeda.

Perspektif Tarjih Muhammadiyah menekankan pemahaman dan praktik ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah melalui pendekatan tarjih yang berlandaskan dalil, rasional, dan kontekstual, tetap murni sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Ustaz Muhammad Saifudin Ajak Totalitas Menjadi Pribadi Muhammadiyah

Rangkaian Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag., Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen, sebagai pemateri.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan materi Kepribadian Muhammadiyah yang menekankan karakter dasar warga persyarikatan dalam bersikap, beramal, dan bergerak sesuai nilai-nilai Islam berkemajuan.

Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam dan tajdid amar makruf nahi mungkar berlandaskan Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan menjunjung tinggi agama Islam untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ustaz Saifudin
Ustaz Saifudin ajak masuk Muhammadiyah dengan totalitas 

Muhammadiyah merupakan gerakan yang berorientasi pada aksi nyata, dengan dakwah yang dijalankan melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Gerakan ini mendorong sikap inovatif dan kreatif melalui tajdid, serta menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan kepekaan terhadap berbagai persoalan umat.

Seluruh aktivitas tersebut berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunah, dengan tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, baik dalam komunitas, gaya hidup, pola pikir, kehidupan rumah tangga, maupun tatanan sosial.

Ustaz Saifudin mengajak menjadi pribadi Muhammadiyah yang totalitas. Tidak setengah-setengah, tidak ragu, dan tidak sembunyi-sembunyi. Jangan malu dan jangan enggan mengaku sebagai warga Muhammadiyah.

Di dalamnya ada nilai iman, ilmu, amal, dan perjuangan yang jelas arahnya. Mantapkan diri, luruskan niat, dan hadirkan Muhammadiyah dalam sikap, ucapan, serta perbuatan sehari-hari. Menjadi Muhammadiyah sebagai identitas adalah komitmen hidup dan jalan dakwah.

Di Muhammadiyah kita tidak digaji, karena di sinilah kita dilatih untuk ikhlas. Beramal bukan karena imbalan, bergerak bukan karena pujian, melainkan semata-mata karena Allah Ta‘ala. Dari keikhlasan itulah lahir kekuatan dakwah, keteguhan perjuangan, dan keberkahan amal.

Ketika setelah masuk Muhammadiyah ada teman yang menjauh, bahkan yang dulu sepemahaman, jangan goyah dan jangan berkecil hati. Tetaplah istikamah di jalan kebaikan. Biarkan waktu dan akhlak yang menjelaskan siapa diri kita.

Saat mereka telah memahami jati diri dan prinsip kita, maka pada waktunya nanti, mereka akan mampu menempatkan kita pada tempat yang semestinya, dengan saling menghormati dan saling memahami.

Terkait putusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika kita telah menempatkannya sebagai ulil amri dalam persyarikatan, maka sudah semestinya kita ikuti dan taati. Putusan tersebut tidak lahir secara serampangan, tetapi melalui proses ijtihad kolektif.

Para pakar dan ahli di bidangnya telah menggodok persoalan dengan kajian dan diskusi panjang, serta pertimbangan maslahat umat, sehingga keputusan yang dihasilkan matang dan bertanggung jawab. Maka, sebagai pribadi Muhammadiyah, harus yakin menyikapinya.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi bertajuk Memahami Ideologi Muhammadiyah yang menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak dalam kehidupan bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada mengawali pemaparannya dengan menukil salah satu nasihat KH. Ahmad Dahlan, yaitu, “Janganlah sekali-kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain,” sebagai penegasan pentingnya konsistensi ideologis dalam bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada
Dr. Muhammad Ikhwan Ahada pahamkam ideologi Muhammadiyah 

Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan telah meninggalkan jejak sejarah yang tidak dapat dihapus dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perannya sangat signifikan sebagai salah satu komponen besar yang turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puluhan ribu Amal Usaha Muhammadiyah yang tersebar dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi merupakan wujud nyata cara Muhammadiyah memahamkan Islam, yakni Islam yang hadir melalui kerja nyata, pelayanan, dan kontribusi berkelanjutan bagi umat dan bangsa.

Besarnya Amal Usaha Muhammadiyah tidak terlepas dari dukungan warga Persyarikatan yang dikenal memiliki kesadaran tinggi dalam berinfak dan kepedulian sosial, sehingga gerakan Muhammadiyah tumbuh kuat sebagai dakwah melalui aksi nyata.

Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkembang lebih dari satu abad karena ditopang oleh organisasi yang rapi, amal usaha yang maju, serta ideologi yang kokoh sebagai ruh penggerak dalam setiap langkah perjuangannya.

Muhammadiyah memiliki konsep berkemajuan sebagai landasan gerak yang menegaskan Islam sebagai agama yang dinamis, mendorong kemajuan peradaban, serta mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjawab tantangan zaman.

Lima karakteristik utama Islam Berkemajuan adalah Islam yang bertauhid murni, bersumber pada Al-Qur’an dan sunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid agar ajaran Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Kemudian bersikap wasathiyah (moderat dan seimbang) dalam pemikiran maupun tindakan, serta berorientasi sebagai rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kemajuan bagi umat manusia secara universal.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Ridwan Furqoni Sampaikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)

Suasana Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Sabtu, 31 Januari 2026, semakin hidup dengan pemaparan materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM).

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yang menekankan pentingnya PHIWM sebagai pedoman nilai dan arah sikap hidup islami bagi warga Muhammadiyah dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berorganisasi.

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber Al-Qur'an dan Sunnah menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat utama yang diridai Allah Swt.

PHIWM
Dr. H. Ridwan Furqoni sampaikan tentang PHIWM pada Baitul Arqam PCM Weru

Tujuan perumusan PHIWM adalah terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul, sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spiritual, menjamin kesejahteraan hidup duniawi dan ukhrawi.

Agama Islam, yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw., sebagai Nabi akhir zaman, ialah ajaran yang diturunkan Allah tercantum dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi yang sahih berupa perintah-perintah, larangan-larangan, dan petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat.

Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan meliputi bidang-bidang akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Materi PHIWM dikembangkan dan dirumuskan dalam suatu kerangka yang komprehensif, mencakup kehidupan pribadi, kehidupan dalam keluarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan berorganisasi, kehidupan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah.

Kemudian kehidupan dalam berbisnis, kehidupan dalam mengembangkan profesi, kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, kehidupan dalam melestarikan lingkungan, kehidupan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kehidupan dalam seni dan budaya.

PCM Weru bisa menciptakan sebuah kondisi agar setiap warga masyarakat dapat mengimplementasikan PHIWM dalam kehidupannya dengan menjadi pribadi yang baik, keluarga juga baik, dan bermasyarakat yang terbaik secara individu dan lembaga.

Kemudian bermuhammadiyah, mengelola cabang dan AUM dengan cara terbaik, berbisnis, mengembangka profesi pegawai-pegawainya, berbangsa, menjaga lingkungan, mengembangkan iptek, berkesenian dan kebudayaan, serta memanfaatkan media sosial dan dunia digital lainnya.
Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Yayan Suryana Tegaskan Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Yayan Suryana Tegaskan Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah

Kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh MPK-SDI PCM Weru berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, untuk penguatan pemahaman keislaman dan arah berpikir bermuhammadiyah bagi para peserta.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Yayan Suryana, M.Ag., Wakil Ketua PWM Yogyakarta, hadir sebagai pemateri dengan menyampaikan materi bertema Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah, berikut ini adalah ringkasan dari apa yang beliau sampaikan.

Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah
Dr. Yayan Suryana sampaikan tentang Paham Agama dan Manhaj Tarjih Muhammadiyah 

Islam dipahami, ditafsirkan, dan diaktualisasikan melalui pola, pendekatan, serta metode yang beragam. Karena itu, hasil pemahamannya pun bisa berbeda-beda. Muhammadiyah memiliki manhaj dan cara berpikir sendiri, namun tidak berarti menafikan pemikiran pihak lain. Inilah bekal bermuhammadiyah yang terbuka dan berkemajuan.

Dalam bermuhammadiyah, kita memang mengembangkan pemahaman keagamaan sesuai tujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Namun, fokus itu tidak perlu disertai dengan kesibukan mengurusi atau menyalahkan pemahaman orang lain.

Untuk memahami agama sesuai dengan perspektif Muhammadiyah, kita perlu kembali belajar dari pemikiran para tokoh dan pendiri Muhammadiyah. Bukan untuk mengultuskan mereka, melainkan agar kita memahami secara jernih tujuan dan ruh gerakan Muhammadiyah itu sendiri.

Selain itu juga bisa memahami akar dengan mempelajari dokumen-dokumen resmi Muhammadiyah seperti AD/ART Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Muhammadiyah, dan lainnya.

Bermuhammadiyah tidak dijalani secara sendiri-sendiri, melainkan dalam bingkai struktur dan tata kelola organisasi yang rapi agar tujuan bersama dapat terwujud. Sebab, cita-cita besar tidak mungkin dicapai dengan langkah individual semata.

Bisa kita ibaratkan, ketika kita ingin membersihkan halaman, maka satu lidi tidak akan berarti apa-apa jika berdiri sendiri, tetapi ketika disatukan menjadi sapu, ia memiliki daya dan manfaat yang nyata. Seperti itulah berorganisasi di persyarikatan.

Prinsip dasar paham agama Muhammadiyah bertumpu pada tauhid yang murni, berlandaskan kembali kepada Al-Qur’an dan sunah, serta mengedepankan ijtihad dan tajdid sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara dinamis dan berkemajuan.

Muhammadiyah menghidupkan ijtihad dan tajdid sebagai sarana menghadapi tantangan zaman sekaligus untuk menghindari sikap taklid dalam beragama.

Tajdid merupakan ikhtiar menuju kemajuan, yakni upaya memperbarui pemahaman dan praktik keagamaan agar tetap berlandaskan ajaran Islam yang murni serta relevan dengan dinamika perkembangan zaman.

Dalam penerapannya, tajdid di Muhammadiyah mengandung dua makna utama, yaitu pemurnian dalam aspek ibadah dan pembaruan dalam bidang muamalah agar sejalan dengan tuntutan dan perubahan zaman.

Islam berkemajuan dalam aktualisasi paham agama Muhammadiyah adalah Islam yang ramah, nyaman, damai, menyejukkan, dan mencerahkan. Ia hadir secara dinamis, mampu menyerap serta merespons berbagai persoalan keumatan dengan sikap terbuka dan solutif.

Islam dalam Muhammadiyah berfungsi memotivasi dan memberi jalan keluar, bukan menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru. Karena itu, Islam berkemajuan mendorong umat untuk bersikap kreatif, inovatif, dan berorientasi ke masa depan.
Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam

Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada Sabtu, 31 Januari 2026/12 Syakban 1447 H, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Weru, Dukuh Kalisige, Desa Karakan, Kecamatan Weru.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.30 WIB ini mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Persyarikatan Muhammadiyah Weru.”

Baitul Arqam
Baitul Arqam PCM Weru

Baitul Arqam diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) PCM Weru dihadiri segenap pimpinan harian PCM dan PCA Weru, dan dan diikuti oleh 175 peserta.

Peserta adalah pimpinan serta anggota majelis dan lembaga PCM Weru, Ketua–Sekretaris–Bendahara PRM se-Cabang Weru, perwakilan AUM pendidikan dan ekonomi, serta ortom Muhammadiyah PCM Weru.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Dr. Yayan Suryana, M.Ag.; Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I.; Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A.; Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag.; dan Dr. Syakir Jamaluddin, M.A.

Materi difokuskan pada penguatan ideologi keislaman, kepemimpinan kader, ibadah praktis, karakter Islami, serta pemahaman Kemuhammadiyahan yang mendalam.

Ketua Panitia, Bapak Drs. Sumanta, menegaskan bahwa Baitul Arqam kali ini dipadatkan dalam satu hari sehingga peserta yang totalnya 175 orang ini, diharapkan bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. 

Drs. Sumanta
Drs. Sumanta ajak peserta ikuti Baitul Arqam sampai selesai

Beliau menekankan bahwa Baitul Arqam merupakan metode pembinaan yang meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah. Oleh karena itu, pimpinan, anggota, serta mereka yang bekerja di AUM dan AUA Muhammadiyah diwajibkan mengikuti Baitul Arqam sebagai upaya penguatan karakter dan peneguhan ideologi Kemuhammadiyahan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Djumari, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan bagian dari pelanjut perjuangan Rasulullah sebagai khalifah di muka bumi.

Muhammadiyah, menurut beliau, dikaruniai Allah memiliki banyak kelebihan, sehingga gerakannya dapat dirasakan luas dan mampu membumikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Beliau juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah menerjemahkan ajaran Islam tidak semata tekstual, melainkan melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani yang saling melengkapi.

Derajat Muhammadiyah diangkat melalui amal usaha yang terus dimudahkan perkembangannya, sehingga perlu dimajukan secara kolektif. Muhammadiyah adalah gerakan struktural yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam PCM Weru

Di tengah berbagai serangan di media sosial terhadap Muhammadiyah, mulai dari isu perbedaan awal Ramadan hingga tawaran pengelolaan tambang, melalui Baitul Arqam diharapkan menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah untuk memberikan penjelasan yang arif dan mencerahkan.

Ketua PDM Sukoharjo juga menegaskan bahwa pengelolaan AUM dilaksanakan dengan menjaga amanah, termasuk wakaf yang disertifikasi atas nama persyarikatan, bukan pribadi pimpinan.

Baitul Arqam
Baitul Arqam dilaksanakan di GDM Weru

Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam dengan basmalah dan memimpin doa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi persyarikatan.

Melalui Baitul Arqam ini, PCM Weru berharap terwujud kesamaan wawasan, integritas, dan kesatuan sikap kader Muhammadiyah dalam melaksanakan misi dakwah dan penguatan persyarikatan di tingkat cabang hingga ranting.
Barakallah! MTs Muhammadiyah Sangen Borong Piala pada OlympicAD 6 Kabupaten Sukoharjo

Barakallah! MTs Muhammadiyah Sangen Borong Piala pada OlympicAD 6 Kabupaten Sukoharjo

MTs Muhammadiyah Sangen menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang OlympicAD 6 Jenjang SMP–MTs Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Koordinasi SMP–MTs Muhammadiyah (BKSM) Kabupaten Sukoharjo dan berlangsung di SMP Muhammadiyah 1 Gatak pada Sabtu, 24 Januari 2026.

OlympicAD 6 diikuti oleh seluruh SMP dan MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Sukoharjo sebagai ajang pengembangan potensi akademik dan nonakademik peserta didik, sekaligus mempererat ukhuwah antar sekolah Muhammadiyah.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai dengan tujuan mengembangkan bakat dan prestasi siswa, menumbuhkan sportivitas, serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan SMP–MTs Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo.

MTs Sangen
MTs Muhammadiyah Sangen raih prestasi membanggakan.

Kegiatan OlympicAD 6 diawali dengan registrasi ulang peserta, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Acara pembukaan diisi dengan sambutan dari Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PCM Gatak serta Ketua BKSM SMP–MTs Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambutannya, para pimpinan menekankan pentingnya pembinaan prestasi serta pembentukan karakter siswa Muhammadiyah. Setelah itu, perlombaan dilaksanakan sesuai cabang masing-masing, dilanjutkan dengan waktu istirahat (ISHOMA), pengumuman pemenang, dan penutupan kegiatan.

Dalam ajang tersebut, MTs Muhammadiyah Sangen berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan. Deretan prestasi ini mengantarkan MTs Muhammadiyah Sangen sebagai salah satu sekolah dengan capaian terbaik pada OlympicAD 6 Kabupaten Sukoharjo.

Juara
Prestasi membanggakan bagi sekolah

Adapun perolehan juara sebagai berikut: Olimpiade MIPA Juara 1, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Juara 1, Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Juara 1, ISMU in Arabic Juara 1, Seni Tapak Suci Juara 2, English Story Telling Juara 2, dan Geguritan Juara 3.

Capaian ini bentuk komitmen MTs Muhammadiyah Sangen dalam membina peserta didik secara menyeluruh, baik di bidang akademik, keagamaan, bahasa, seni, maupun olahraga. Diharapkan prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi serta membawa nama baik madrasah dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kontributor: Zaidah Nuriyah
Siswa BA Aisyiyah Weru 2 Ikuti Cooking Class di Joe Joe Bakery Serenan Juwiring

Siswa BA Aisyiyah Weru 2 Ikuti Cooking Class di Joe Joe Bakery Serenan Juwiring

BA Aisyiyah Weru 2 melaksanakan kegiatan cooking class pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di JOE JOE Bakery (Joe Joe House), sebuah toko roti rumahan yang berlokasi di Jl. Raya Serenan, Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, berbatasan langsung dengan wilayah Sukoharjo. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.15 WIB.

Joe Joe Bakery dikenal sebagai usaha rumahan yang memproduksi berbagai roti manis serta Korean Garlic Bread, dan cukup populer di kalangan masyarakat karena cita rasanya yang lezat dengan harga terjangkau. Tempat ini menjadi lokasi yang tepat untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak.

Kegiatan cooking class ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi BA Aisyiyah Weru 2, dewan guru, dipandu tim Joe Joe Bakery. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan memasak sederhana, sekaligus menstimulasi perkembangan motorik, kognitif, sosial-emosional, bahasa, serta menanamkan nilai agama dan kemandirian pada anak sejak usia dini.

Joe Joe Bakery
Cooking class di Joe Joe Bakery 

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pihak Joe Joe Bakery yang disampaikan oleh Ibu Siti, dilanjutkan sambutan dari Kepala BA Aisyiyah Weru 2. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan inti cooking class dengan penuh antusias, mulai dari proses pembuatan pizza hingga pemberian topping. Acara dilanjutkan dengan pembagian pizza hasil buatan sendiri kepada para peserta.

Awalnya, Ibu Siti menjelaskan secara langsung tentang alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan pizza, serta langkah-langkah pembuatan yang dilakukan secara bertahap per sesi. Anak-anak diajak untuk mengenal proses memasak secara sederhana dan aman sesuai dengan usia mereka.

Ibu Siti juga menyampaikan bahwa dalam pembuatan pizza terdapat beberapa bahan yang harus menggunakan merek tertentu sesuai rekomendasi. Hal ini penting agar hasil olahan maksimal dan sesuai dengan standar rasa yang diharapkan.

Cooking class ini menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak BA Aisyiyah Weru 2, untuk bisa belajar bekerja sama, berani mencoba, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam diri mereka.

Kontributor: Ibu Mu’alimah, S.Pd.