Muhammadiyah Weru
Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

MI Muhammadiyah Gangin menggelar kegiatan Awalussanah dan Parenting bersama KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin pada Kamis, 30 Juli 2026, di Gedung MIM Gangin mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan visi antara sekolah dan orang tua murid, memaparkan program kerja serta kegiatan pembelajaran selama satu tahun ke depan, sekaligus membangun kerja sama yang baik antara guru dan wali murid dalam mendampingi pendidikan anak.

Acara dipandu oleh Bapak Slamet Widodo selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nafis, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Seluruh peserta kemudian mengikuti pembukaan acara dengan membaca basmalah bersama.

Ust. Tardi
Kajian parenting bersama Ustaz Tardi, S.Ag.

Kepala MI Muhammadiyah Gangin, Ibu Nur Kholis Sholihah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para wali murid yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan komite sekolah yang turut hadir. Pada kesempatan itu, beliau mensosialisasikan berbagai program pendidikan di MI Muhammadiyah Gangin, termasuk jadwal kegiatan belajar mengajar.

Dijelaskan bahwa pembelajaran reguler berlangsung setiap Senin hingga Jumat di dalam kelas, sedangkan hari Sabtu dikhususkan untuk kegiatan pengembangan diri, ekstrakurikuler, praktik salat, praktik wudu, kebersihan lingkungan, outing class, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Komite MI Muhammadiyah Gangin. Komite mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MI Muhammadiyah Gangin serta mengajak seluruh wali murid untuk terus mendukung program-program sekolah demi kemajuan peserta didik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak M. Kodri, S.Pd.I. Setelah itu, peserta mengikuti sesi inti berupa parenting yang disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., selaku Penyuluh Agama KUA Weru dengan tema “Mendidik Anak dengan Cinta.”

Sebelum memasuki materi utama, pemateri mengajak para peserta melakukan tepuk semangat agar suasana lebih rileks dan tidak tegang. Ustaz Tardi juga mengajak seluruh hadirin berdoa bersama agar diberikan hati yang senang, kesehatan, dan keberkahan dalam mendidik anak-anak mereka.

Dalam pemaparannya, Ustaz Tardi menekankan pentingnya pendekatan kasih sayang dalam pendidikan anak. Beliau mensimulasikan bagaimana anak berpamitan kepada orang tua ketika hendak berangkat ke sekolah sebagai bentuk pendidikan karakter yang perlu dibiasakan sejak dini.

Pemateri juga memberikan motivasi kepada para orang tua untuk senantiasa menunjukkan cinta kepada anak melalui keteladanan. Menurut beliau, orang tua hendaknya lebih sering mengajak anak melakukan kebaikan daripada sekadar menyuruh.

Sebagai contoh, kalimat “Ayo Nak, salat ke masjid bersama Bapak atau Ibu” dinilai lebih efektif dibandingkan kalimat bernada perintah seperti, “Nak, itu sudah azan, dengar tidak?” Pendekatan yang penuh kasih dan kebersamaan akan lebih mudah diterima anak serta dapat membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga.

Suasana semakin hidup ketika pemateri berinteraksi langsung dengan peserta. Ustaz Tardi menanyakan kepada para orang tua satu hal yang sering membuat mereka jengkel. Salah seorang peserta menjawab, “HP, jika dipanggil tidak merespons.”

Dari jawaban tersebut, pemateri mengajak para orang tua memahami tantangan pengasuhan di era digital sekaligus mencari solusi dengan pendekatan yang lebih bijak dan komunikatif.

Parenting
Suasana acara parenting 

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi parenting. Mereka menyimak penjelasan dengan penuh perhatian dan aktif merespons berbagai pertanyaan yang disampaikan pemateri. Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh manfaat.

Melalui kegiatan Awalussanah dan Parenting ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter Islami.

Kontributor: Bapak Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.
Apel Akbar Ponpes Muhammadiyah Modern Sangen Putra: Menggelorakan Kembali Semangat Belajar

Apel Akbar Ponpes Muhammadiyah Modern Sangen Putra: Menggelorakan Kembali Semangat Belajar

Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Apel Akbar Senin Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen (PPMS) Putra pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung setelah libur pekanan ini dipimpin oleh Ustaz Yusuf Hasibuan, M.Ag., selaku pembina apel, dengan petugas apel dari santri kelas XII.

Apel rutin ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat belajar, memperkuat kedisiplinan, serta menanamkan jiwa kepemimpinan di kalangan santri setelah menjalani kegiatan selama sepekan.

Apel Akbar
Apel Akbar Pondok Sangen

Dalam amanatnya, Ustaz Yusuf Hasibuan mengingatkan pentingnya menghadirkan mata dan hati dalam setiap aktivitas kebaikan. Menurut beliau, keberadaan fisik di lingkungan pesantren saja tidak cukup apabila hati dan pikiran tidak turut hadir dalam proses menuntut ilmu.

“Betapa banyak santri yang tidak mendapatkan berkah ilmu karena raganya di pondok, namun jiwa dan hatinya berada di rumah,” ungkap beliau.

Beliau juga mengajak seluruh santri untuk terus berupaya menjadi pribadi yang bertakwa sekaligus berilmu. Menurutnya, ilmu yang dilandasi ketakwaan akan melahirkan keberkahan dan kemanfaatan bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Selain itu, beliau menegaskan bahwa adab harus menjadi pondasi utama sebelum seseorang mendalami ilmu. Santri tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai menjadi santri yang pandai dalam keilmuan dan teori, namun nihil dalam adab,” tegasnya.

Melalui Apel Akbar Senin ini, PPMS Putra terus berkomitmen membentuk karakter santri yang disiplin, berjiwa pemimpin, berakhlak mulia, serta siap menjadi generasi yang unggul dalam ilmu dan takwa.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala Madrasah MAM Pontren Sangen)
Pembinaan Kepala AUM Pendidikan PCM Weru, Perkuat Integritas dan Inovasi Kepemimpinan

Pembinaan Kepala AUM Pendidikan PCM Weru, Perkuat Integritas dan Inovasi Kepemimpinan

Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru menyelenggarakan Pembinaan Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan pada Jumat, 24 Juli 2026 di SMK Muhammadiyah Watukelir.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen kepemimpinan sekaligus melakukan regenerasi kepala sekolah di lingkungan AUM Pendidikan PCM Weru.

Majelis Dikdasmen
Pembinaan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru

Acara diawali dengan pelepasan dua kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, yakni Ibu Hj. Sukini, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala MIM Sidowayah, dan Ibu Semi, S.Pd.I., selaku Kepala MIM Karang Tengah.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, keduanya mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah khususnya di lingkungan PCM Weru.

Purna Tugas
Pelepasan dua Kepala MIM purna tugas

Memasuki sesi pembinaan, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru, Bapak H. Danuri, M.Ag., menegaskan bahwa amanah sebagai kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sarana untuk beribadah dan berdakwah.

Beliau berpesan agar setiap kepala AUM senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi kejujuran, serta bertanggung jawab dalam mengemban amanah.

Selain itu, kepala sekolah juga dituntut untuk terus berinovasi dalam merancang dan mengembangkan program-program sekolah maupun madrasah agar mampu meningkatkan mutu pendidikan dan menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kamad baru
Perkenalan dua kepala madrasah baru

Kegiatan ditutup dengan perkenalan kepala sekolah yang mendapat amanah baru, yaitu Ibu Siti Lufiyati, S.Pd., sebagai Kepala MIM Sidowayah dan Bapak Ayub Sugiyarto, S.Pd.I., sebagai Kepala MIM Karangtengah.

Diharapkan pergantian kepemimpinan ini menjadi estafet perjuangan yang semakin memperkuat kualitas AUM Pendidikan Muhammadiyah di PCM Weru.

Reporter: Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala MAM Pontren Sangen)
Safari Kajian PRM Weru #3, Ustaz Ihsan Fitriyanto Ajak Jadikan Ajaran Islam sebagai Pedoman Utama Kehidupan

Safari Kajian PRM Weru #3, Ustaz Ihsan Fitriyanto Ajak Jadikan Ajaran Islam sebagai Pedoman Utama Kehidupan

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Weru menggelar Safari Kajian PRM Weru #3 sebagai bagian dari ikhtiar memasyarakatkan Islam sekaligus memperkenalkan dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bakda Isya hingga selesai, bertempat di Masjid Al Muttaqin Tegalan, Weru, dengan menghadirkan Ustaz Ihsan Fitriyanto, S.T. sebagai pemateri.

Kajian
Ustaz Ihsan Fitriyanto sampaikan tausiah di Safari Kajian PRM Weru #3

Dalam sambutannya, Ketua PRM Weru menyampaikan pentingnya memperkenalkan Persyarikatan Muhammadiyah kepada masyarakat sebagai gerakan dakwah Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Beliau juga mengajak seluruh elemen umat untuk memperkuat sinergi dan persatuan umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sehingga ukhuwah Islamiyah semakin kokoh dan dakwah dapat berjalan lebih luas serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada sesi kajian, Ustaz Ihsan Fitriyanto, S.T. menegaskan bahwa kunci utama agar seluruh rezeki yang Allah berikan benar-benar bermanfaat adalah keberkahannya. Harta yang banyak tanpa keberkahan tidak akan menghadirkan ketenangan, sedangkan rezeki yang diberkahi akan membawa kebaikan di dunia maupun akhirat.

Beliau juga mengingatkan bahwa krisis akhlak menjadi salah satu problem besar umat di akhir zaman. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga menjangkiti para pemegang amanah dan pejabat.

Oleh karena itu, setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk mencegah kerusakan tersebut, dimulai dari hal-hal yang paling kecil dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, pemateri memberikan panduan dalam memilih pemimpin berdasarkan nilai-nilai Islam. Pertama, memilih pemimpin yang kuat dan dapat dipercaya (Qowiyyun Amiin). Kedua, memilih pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan kecerdasan (Hafiidzun 'Aliim).

Kajian Muhammadiyah
Suasana kajian

Ketiga, menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam menentukan pilihan kepemimpinan, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada kepentingan duniawi, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai syariat.

Melalui Safari Kajian ini, PRM Weru berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat bersama dalam membangun masyarakat Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Reporter: Arif Fahrudin, S.Pd.I.
Pengajian Ahad Pon PRA Ngreco, Ustaz Bambang Wahyudi Ajak Memanfaatkan Waktu Penuh Berkah

Pengajian Ahad Pon PRA Ngreco, Ustaz Bambang Wahyudi Ajak Memanfaatkan Waktu Penuh Berkah

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngreco kembali menyelenggarakan pengajian yang rutin dilaksanakan setiap Ahad Pon. Kali ini bertempat di Masjid Darussalam Candi pada Ahad, 5 Juli 2026 pukul 13.00–14.30 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus harian PRA Ngreco, Takmir Masjid Darussalam, serta jamaah ibu-ibu Aisyiyah dari Ranting Ngreco. Pemateri kajian pada kesempatan siang hari ini adalah Ustaz Bambang Wahyudi, S.E.

Tausiah
Ustaz Bambang Wahyudi menyampaikan tausiah 

Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ibu Sabtiyaningsih selaku pembawa acara. Selanjutnya, tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Sdri. Umi Nur Baity, yang diharapkan bisa menghadirkan keberkahan pada majelis ini.

Dalam sambutannya, Ketua PRA Ngreco, Ibu Dra. Listyo Kasni, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa istikamah menghadiri kajian rutin sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat keimanan. Menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Tausiah inti disampaikan oleh Ustaz Bambang Wahyudi, S.E., salah satu asatiz Pondok Pesantren Qoryatul Qur’an. Beliau menyampaikan keutamaan menuntut ilmu agama yang memiliki pahala sangat besar di sisi Allah Swt., bahkan pahalanya dapat disamakan dengan pahala orang yang melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, Ustaz Bambang juga menjelaskan bahwa keberkahan waktu merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas yang bernilai ibadah. Aktivitas harian yang dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan syariat dapat menjadi ladang pahala bagi seorang muslim.

Aisyiyah
Antusiasme ibu-ibu Aisyiyah ranting Ngreco 

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam kehidupan sosial. Beberapa contoh adab yang dibahas antara lain adab ketika memasuki rumah, adab makan, adab bertamu, adab menjenguk orang sakit, serta berbagai etika pergaulan lainnya yang diajarkan dalam Islam.

Melalui kegiatan Pengajian Ahad Pon ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi untuk terus menghadiri majelis ilmu, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Ibu Sabtiyaningsih
Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Nasrulloh Sampaikan tentang Ibu Mengasuh Anak

Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Nasrulloh Sampaikan tentang Ibu Mengasuh Anak

Ahad Legi adalah jadwal pengajian rutin Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar, Weru. Dan kali ini, pada 28 Juni 2026, pengajian bertempat di masjid Al Ikhlas Wonosari, Karanganyar. Masuk putaran ke-18 dengan peserta lebih dari 250 jemaah.

Pengajian dimulai dengan membaca basmalah dipandu oleh Ibu Anik Murdaningsih selalu MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh oleh Ibu Ndari, Ibu Suwarti, dan Ibu Rini, yang melantunkan Surat Abasa dan terjemaahannya.

Ust. Nasrulloh
Ustaz Nasrulloh menyampaikan tausiah 

Sambutan Takmir Masjid Al Ikhlas oleh Ustaz Burhanuddin yang menyampaikan bahwa menghadiri majelis ilmu akan bermanfaat dalam memudahkan jalan menuju ke surga.

Di Masjid Al Ikhlas dilaksanakan pengajian sekolah ibu Al Wais sudah terlaksana selama 6 tahun dengan tema sekolah sampai mati. Ada lima kelas setiap hari Ahad dimulai pukul 12.30 WIB, salah satu kelasnya sudah menyelesaikan juz ke 30.

Takmir Masjid memberikan 20 voucher belanja di toko sebelah masjid masing-masing senilai Rp10.000 kepada ibu-ibu yang bisa menjawab pertanyaan dan sudah berumur di atas 70 tahun.

Sambutan kedua oleh Ketua PRA Karanganyar, Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., yang memberi semangat hadirin walau cuaca panas tetap meluangkan waktu untuk menuntut ilmu agar bisa hidup bahagia dunia akhirat menuju surga.

Ketua PRA Karanganyar juga mengabsen musala yang tidak hadir pada pertemuan kali ini, yakni Musala Al Amin Kalongan dan Musala Al Huda Kersan. Sambutan ditutup dengan harapan agar pengajian rutin untuk silahturahmi dan menuntut ilmu selalu terlaksana dengan baik.

Sambutan ketiga oleh Kepala Desa Karanganyar yang memberikan semangat agar selalu hadir dalam pengajian rutin Ahad Legi PRA Karanganyar. Beliau mengajak bersyukur atas nikmat iman sehingga mengikuti pengajian dengan semangat. 

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Nasrulloh, yang merupakan pengajar di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Kajian siang ini mengambil tema tentang bagaimana seorang ibu dalam mengasuh anak.

Sekarang banyak fenomena orang tua yang menurut kepada anak, seperti yang disebutkan dalam hadis Nabi tentang kondisi akhir zaman, di mana orang tua menjadi budak bagi anaknya dan anak bagaikan menjadi raja. 

Ustaz Nasrulloh menyampaikan sebuah kisah inspirasi tentang bakti anak bernama Uwais Al Qorni yang menggendong ibunya untuk melaksanakan haji. Juga keteladanan Nabi Ismail yang taat perintah Allah dan orang tuanya.

Anak lahir fitrah seperti kertas putih, orang tualah yang membentuk karakter mau jadi seperti apa. Agar bisa mendidik anak untuk mengikuti Uwais Al Qarni dan Nabi Ismail AS, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, seorang ibu harus sadar untuk mendidik anak. Sesuai hadis Nabi, bahwa setiap pemimpin dan akan bertanggung jawab yang dipimpinnya. Istri juga pemimpin dan akan dimintai bertanggungjawab yang dipimpinnya.

Didiklah anak sebaik mungkin, jangan hanya dipasrahkan ke sekolah atau masjid. Jangan sampai anak kita keluar pada malam hari karena tidak tahu apa yang dikerjakannya.

Kedua, seorang ibu hendaklah selalu memperbaiki diri. Ibu mempunyai karakter baik dengan selalu memperdalam ilmu. Sesuai hadis Nabi: bahwa setiap mukmin yang saleh meninggal dunia, maka keturunannya akan dijaga Allah. 

PRA Karanganyar
Pengajian Aisyiyah Ranting Karanganyar Weru 

Ketiga, seorang ibu jangan mudah putus asa. Nabi Nuh tidak putus asa mengajak anaknya untuk naik perahu besarnya walau pada akhirnya tetap tidak mau sehingga mati tenggelam. Jangan putus asa dari rahmat Allah.

Keempat, jangan lupa berdoa. Semua sesuai kehendak Allah. Maka selalu mohon Allah untuk kebaikan kita dan keluarga kita. Ustaz Nasrulloh menutup materinya dengan doa bersama. 

Dilanjutkan acara lain-lain yang disampaikan oleh Ibu Kamsiyem. Beliau menyampaikan bahwa infak hari ini mendapatkan Rp940.000, untuk masjid Rp400.000 dan R540.000 untuk kas PRA Karanganyar.

Beliau juga menawarkan pengajian Ahad Legi berikutnya akan dilaksanakan di mana, dan yang siap adalah Musala Kedungaron. Kajian ditutup dengan membaca hamdallah dan doa penutup majelis.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Temu Ranting PCA Weru: Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah

Temu Ranting PCA Weru: Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru menggelar kegiatan Temu Ranting dengan tema “Silaturahmi Aisyiyah Cabang Weru Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah”. Dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Karakan, Weru, pada Jumat siang, 19 Juni 2026.

Pada Temu Ranting ini yang bertugas adalah PRA Grogol, kegiatan ini dipandu oleh Ibu Puji. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Ibu Harsini. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars Aisyiyah dipimpin oleh Ibu Siti Isnaini.

Temu ranting
Temu ranting PCA Weru di GDM Kalisige Weru

Sedangkan kultum iftitah disampaikan oleh Ibu Hanani. “Kita makhluk sosial yang seharusnya saling menghargai, menghormati,” kata beliau mengingatkan. “Sebagaimana hadis Nabi, bertemu dengan saudara dengan senyuman.”

Ibu Hanani menyampaikan sebuah istilah SENAM untuk kedamaian jiwa seseorang. Berupa singkatan, yakni Smile (senyuman), Eye (matanya memandang), No HP, attitude (lemah lembut), dan Mendengarkan (mendengar kabar dari teman).

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa barang siapa ingin menjadi orang terbaik, hendaklah ia mencontoh Nabi Muhammad Saw., beliau adalah manusia sempurna penuh suri teladan.

Ketua PCA Ibu Unik Siti Zulaehah, dalam sambutan menegaskan bahwa acara temu ranting ini sekaligus memperingati Milad Aisyiyah yang ke-109. Beliau membacakan pidato milad yang bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.

Bu Unik juga memaparkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo berupa studi tiru ke Green Faros Bogor, tentang budi daya magot.

Acara dilanjutkan dengan laporan program kerja dari tiga ranting. Yang pertama, PRA Ngreco disampaikan oleh Ibu Neneng Susanti. Kedua, PRA Karangtengah disampaikan Ibu Suharmi. Terakhir, PRA Karangmojo disampaikan Ibu Jumiyati.

Kemudian laporan program kerja dari Majelis Kesehatan yang disampaikan Ibu Anik Murdaningsih. Laporan dari LPPA disampaikan oleh Ibu Sri Wahyuningsih.

Silaturahmi
Suasana silaturahmi penuh semangat 

Acara selanjutnya motivasi dari pengurus harian PCA Weru yang disampaikan oleh Ibu Triyatmi. Beliau menegaskan Aisyiyah adalah organisasi legal struktural sehingga kegiatan yang diputuskan oleh pusat menjadi kewajiban untuk ditaati.

Beliau juga menegaskan kegiatan dari pusat seperti acara milad yang akan diadakan besok Ahad, 21 Juni 2026 di UMS. Program organisasi dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh ghirah.

Ibu Triyatmi juga mengapresiasi semua laporan yang telah disampaikan. Beliau menegaskan semboyan strategis yang memandu roda gerakan dakwah akar rumput Muhammadiyah dan Aisyiyah: “Ranting itu penting, Cabang harus berkembang”.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Safari Kajian #2 PRM Weru, Ustaz Muhammad Ilham Ajak Muhasabah pada Tahun Baru Hijriah

Safari Kajian #2 PRM Weru, Ustaz Muhammad Ilham Ajak Muhasabah pada Tahun Baru Hijriah

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Weru kembali menggelar Safari Kajian #2 pada Selasa, 16 Juni 2026, bakda Isya hingga selesai di Masjid Al Hikmah Kandren.

Kajian yang mengangkat tema “Membuka Pintu Hijrah di Awal Tahun Hijriyah” ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai wilayah sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menambah wawasan keislaman.

Ust. Ilham
Ustaz Muhammad Ilham menjadi pemateri Safari Kajian #2 PRM Weru

Ketua Takmir Masjid Al Hikmah, Ustaz Abul Hasan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PRM Weru atas kunjungan dan silaturahim dakwah yang dilaksanakan di Masjid Al Hikmah.

Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menghadiri majelis ilmu karena banyak keutamaan dan keberkahan yang Allah berikan kepada para penuntut ilmu.

Ketua PRM Weru, Bapak Widayat, menegaskan pentingnya membangun sinergitas dakwah antara Muhammadiyah dan masyarakat Weru. Melalui kegiatan Safari Kajian ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat dalam membina kehidupan keagamaan dan memakmurkan masjid.

Inti kajian disampaikan oleh Ustaz Muhammad Ilham, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan bahwa momentum tahun baru Hijriyah hendaknya dijadikan sarana untuk bermuhasabah, mengevaluasi berbagai amal yang telah maupun yang belum dikerjakan.

Safari Kajian #2 PRM Weru
Safari Kajian #2 PRM Weru dilaksanakan di Masjid Al Hikmah Kandren

Beliau juga menjelaskan bahwa usia 40 tahun merupakan fase kematangan seseorang dalam menjalani kehidupan, sehingga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pengabdian kepada Allah.

Selain itu, beliau mengingatkan bahwa setiap orang beriman pasti akan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupannya. Oleh karena itu, seorang muslim harus tetap sabar, istikamah, dan menjadikan setiap ujian sebagai sarana untuk semakin mendekat kepada Allah.

Beliau juga menekankan bahwa perubahan besar dalam keluarga harus diawali dari perubahan diri sendiri, karena keteladanan merupakan kunci utama dalam membangun keluarga yang saleh dan berkemajuan.

Kajian berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, PRM Weru terus berupaya menguatkan dakwah dan menggerakkan umat menuju kehidupan yang lebih islami, sesuai dengan semangat “PRM Kuat, PRM Menggerakkan Ummat.”

Reporter: Arif Fahrudin (Sekretaris PRM Weru)