Muhammadiyah Weru
Apel Akbar Ponpes Sangen, Ustaz Fauzan Nasrullah Paparkan Nilai-Nilai Perjuangan KH Ahmad Dahlan

Apel Akbar Ponpes Sangen, Ustaz Fauzan Nasrullah Paparkan Nilai-Nilai Perjuangan KH Ahmad Dahlan

Apel Akbar Senin, 3 Juli 2026, di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah (PPM) Sangen berlangsung khidmat dengan pembinaan yang disampaikan oleh Ustaz Fauzan Nasrullah, S.Ag.

Mengusung semangat perjuangan pendiri Muhammadiyah, beliau mengajak seluruh santri untuk menanamkan jiwa pembaharu melalui pengamalan nilai-nilai perjuangan KH. Ahmad Dahlan.

Ustaz Fauzan Nasrullah
Ustaz Fauzan mengingatkan tentang nilai perjuangan KH. Ahmad Dahlan 

Dalam arahannya, Ustaz Fauzan menekankan tiga amanah utama yang harus dipegang teguh oleh setiap santri. Pertama, amanah agama, yakni menjaga konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam, baik ketika berada di lingkungan pesantren maupun saat berada di luar gerbang pesantren.

Kedua, amanah ilmu, yang diwujudkan dengan semangat belajar dan mengamalkan slogan santri: “Unggul dalam intelektualitas, unggul dalam moralitas.” Menurut beliau, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia agar ilmu benar-benar membawa manfaat bagi umat.

Ketiga, amanah persatuan, yaitu membangun jiwa kebersamaan dan kesiapan untuk berkiprah di tengah umat. Santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang menyatukan, memberi solusi, serta membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah masyarakat.

Apel Akbar
Suasana Apel Akbar 

Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh santri PPM Sangen semakin termotivasi untuk menjadi generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan siap melanjutkan semangat dakwah serta pembaruan yang telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala MAM Pontren Sangen)
Majelis Kesehatan PCA Weru Laksanakan Sosialisasi Program Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Majelis Kesehatan PCA Weru Laksanakan Sosialisasi Program Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru melaksanakan acara sosialisasi DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) pada kegiatan pengajian rutin PRA Karanganyar. Tepatnya pada Ahad, 2 Agustus 2026, bertempat di Masjid Al Karomah, Kedungaron.

Pengajian rutin kali ini mendatangkan pemateri Ustaz Sutardi, S.Ag., penyuluh agama KUA Kecamatan Weru. Setelah tausiah, barulah sosialisasi dimulai, dihadiri perwakilan 10 ranting se-Cabang Weru.

Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA) adalah program unggulan pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas yang digagas oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk digerakkan hingga tingkat ranting.

Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA)
Sosialisasi Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA)

Sosialisasi diawali dengan sambutan pengurus harian PCA Weru yang diwakili oleh Ibu Kamsiyem, M.Pd.I. Beliau mengajak seluruh warga Aisyiyah menyambut baik program DSMA dengan menjadi kader kesehatan.

Kemudian Ibu Kamsi menyerahkan SK DSMA kepada Ketua Ranting Aisyiyah Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag. Untuk sosialisasi DSMA disampaikan oleh Ibu Anik Murdaningsih.

Dengan program DSMA, diharapkan setiap desa bisa mengatasi kegawatdaruratan secara mandiri khususnya bidang kesehatan. Desa yang mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang mempunyai tenaga nakes.

Aisyiyah mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam penerapan 16 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga dimulai dari klaster kesehatan ibu, anak, dan gizi.

Persalinan wajib ditolong oleh tenaga kesehatan serta didahului dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan, dan pertumbuhannya dipantau dengan menimbang balita setiap bulan di Posyandu.

Seluruh anggota keluarga juga perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang serta mengonsumsi garam beryodium, disertai dengan kewajiban minum tablet tambah darah bagi ibu hamil atau remaja putri untuk mencegah anemia.

Dari sisi kesehatan lingkungan, kenyamanan tempat tinggal dijaga dengan selalu menggunakan air bersih dan menggunakan jamban sehat, serta melakukan pengelolaan dan pembuangan sampah pada tempatnya.

Rumah yang sehat juga harus menerapkan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala dan didukung dengan menggunakan lantai rumah kedap air yang bersih.

Terakhir, gaya hidup sehat masyarakat disempurnakan dengan melakukan aktivitas fisik setiap hari, berkomitmen untuk tidak merokok di dalam rumah, selalu mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta menggosok gigi secara teratur demi menjaga kesehatan jasmani secara menyeluruh.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Sutardi Bahas Pernikahan dalam Membina Keluarga Sakinah

Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Sutardi Bahas Pernikahan dalam Membina Keluarga Sakinah

Ahad Legi adalah jadwal pengajian rutin Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar. Kali ini, pada 2 Agustus 2026, pengajian bertempat di Masjid Al Karomah, Kedungaron. Pada hari ini masuk putaran 19 dengan peserta lebih dari 300 jemaah.

Pengajian dimulai dengan membaca basmalah, dipandu oleh Ibu Rini Rahayu, S.Pd., selaku MC. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Narti dan sari tilawah Ibu Sawitri, membaca Surat Al-Baqarah ayat 285-286.

Acara dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh takmir Masjid Al Karomah yang diwakili oleh Bapak Suparno. Beliau mengucapkan selamat datang bagi peserta pengajian se-Desa Karanganyar dan mengajak mencari ilmu atas perintah Allah dan Sunnah Nabi Muhammad Saw., untuk bekal di akhirat nanti.

Dilanjutkan sambutan kedua oleh Ketua PRA Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., yang mengucapkan terima kasih kepada takmir Masjid Al Mukaromah beserta ibu-ibu pengurus yang sudah menyiapkan tempat dan snack, semoga menjadi amal baiknya. Beliau mengabsen per musala, yang tidak hadir dari Musala Al Amin Kalongan.

Ust. Tardi
Ustaz Sutardi menyampaikan tausiah tentang keluarga sakinah

Kajian inti oleh Ustaz Sutardi, S.Ag., penyuluh agama KUA Kecamatan Weru. Beliau menyampaikan tentang tiga nikmat Allah yang mahal harganya. Nikmat pertama adalah nikmat iman, yaitu iman yang baik akan bercahaya wajahnya dengan menjaga wudu.

Kedua, nikmat Islam sebagai ukuran segala langkah untuk menghadapi dunia. Dengan Islam untuk keselamatan dunia akherat. Ketiga, nikmat kesehatan yang dengannya akan membuat ringan beribadah kepada Allah. Al imanu, al Islami, wal ’afiyah.

Ustaz Sutardi juga menyampaikan hadis dari Rasulullah Saw., bahwa dalam mencari pasangan ada empat kriteria yang dicari, yakni lihat wajahnya, lihat keturunannya, lihat kekayaannya, dan lihat agamanya. Agama menjadi yang terpenting.

Fase menuju pernikahan setelah melihat kriteria, kemudian menikah dengan menggelar walimatul ursy. Semua itu hendaklah dilandasi dengan niat ibadah, agar bernilai di sisi Allah Swt.

Dalam rangka membina rumah tangga sakinah, Ustaz Sutardi menyampaikan kiat, di antaranya dengan selalu mengingatkan salat, menerima nafkah suami yang halal, menjalin kasih kasih sayang, dan selalu mendoakan suami.

Setelah materi diakhiri dengan doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyampaikan sosialisasi DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) yang dihadiri perwakilan 10 ranting se-Cabang Weru.

Panitia menyampaikan informasi perolehan infak hari ini mendapatkan Rp1.170.000, untuk masjid yang menjadi tempat kegiatan Rp500.000 dan Rp670.000 masuk kas PRA Karanganyar. Pengajian Ahad Legi yang akan datang di Musala Klodangan.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
MTT PCM Weru Gelar Kajian Tarjih Edisi 3 Bahas Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah

MTT PCM Weru Gelar Kajian Tarjih Edisi 3 Bahas Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru kembali menggelar Kajian Tarjih di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Karakan, Weru, pada Jumat malam, 31 Juli 2026.

Kajian Tarjih yang memasuki Edisi 3 ini menghadirkan Ustaz Muhammad Ilham, S.Ag., M.Pd. sebagai pemateri. Kajian kali ini mengangkat tema “Fikih Zakat Profesi ASN: Tinjauan Fatwa Tarjih Muhammadiyah”.

Ustaz Muhammad Ilham menjelaskan bahwa zakat profesi merupakan bagian dari kajian fikih kontemporer yang berkembang sebagai respons atas berbagai bentuk penghasilan modern.

Landasan syariatnya di antaranya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 267 dan QS. At-Taubah ayat 103 yang memerintahkan kaum muslimin menunaikan infak dan zakat dari harta yang diperoleh secara baik.

Ust. Muhammad Ilham
Ustaz Ilham menyampaikan tentang zakat profesi 

Beliau juga menjelaskan bahwa menurut keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, zakat profesi hukumnya wajib bagi penghasilan yang telah memenuhi syarat, dengan mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat mal atau zakat emas. Nisabnya mengikuti nilai 85 gram emas, dengan kadar zakat sebesar 2,5 persen setelah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Peserta kemudian diajak memahami contoh perhitungan zakat profesi secara praktis sesuai panduan Muhammadiyah sehingga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan profesi lainnya.

Contoh perhitungan zakat profesi untuk gaji pegawai (kotor) Rp3.500.000,- per bulan. Setelah dipotong biaya hidup sehari-hari seperti biaya dapur/makan, pendidikan, kesehatan, listrik, pembayaran hutang, dan kebutuhan pokok lainnya ternyata masih tersisa Rp1.850.000,-. 

Jika dikalkulasi, dalam setahun ia mendapat Rp1.850.000,- x 12 = Rp22.200.000,-. Nishab zakat profesi adalah setara harga 85 gr emas murni 24 karat. Jika harga emas murni 24 karat per gram adalah Rp. 250.000,-, maka nishab zakat profesi adalah 85 x Rp. 250.000,- = Rp. 21.250.000.

Dengan demikian, gaji pegawai tersebut sudah mencapai nisab dan ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 46.250,- per bulan. Jika ingin mengeluarkan zakat per tahun, maka perhitungannya: 12 x 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 555.000,-. Sumber rujukan dari sini.

Kajian Tarjih
Suasana kajian di GDM Kalisige 

Semoga dengan terselenggaranya Kajian Tarjih Edisi 3 tentang Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah ini dapat membuka wawasan peserta tentang zakat profesi.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Ketua MTT PCM Weru)
Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

MI Muhammadiyah Gangin menggelar kegiatan Awalussanah dan Parenting bersama KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin pada Kamis, 30 Juli 2026, di Gedung MIM Gangin mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan visi antara sekolah dan orang tua murid, memaparkan program kerja serta kegiatan pembelajaran selama satu tahun ke depan, sekaligus membangun kerja sama yang baik antara guru dan wali murid dalam mendampingi pendidikan anak.

Acara dipandu oleh Bapak Slamet Widodo selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nafis, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Seluruh peserta kemudian mengikuti pembukaan acara dengan membaca basmalah bersama.

Ust. Tardi
Kajian parenting bersama Ustaz Tardi, S.Ag.

Kepala MI Muhammadiyah Gangin, Ibu Nur Kholis Sholihah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para wali murid yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan komite sekolah yang turut hadir. Pada kesempatan itu, beliau mensosialisasikan berbagai program pendidikan di MI Muhammadiyah Gangin, termasuk jadwal kegiatan belajar mengajar.

Dijelaskan bahwa pembelajaran reguler berlangsung setiap Senin hingga Jumat di dalam kelas, sedangkan hari Sabtu dikhususkan untuk kegiatan pengembangan diri, ekstrakurikuler, praktik salat, praktik wudu, kebersihan lingkungan, outing class, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Komite MI Muhammadiyah Gangin. Komite mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MI Muhammadiyah Gangin serta mengajak seluruh wali murid untuk terus mendukung program-program sekolah demi kemajuan peserta didik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak M. Kodri, S.Pd.I. Setelah itu, peserta mengikuti sesi inti berupa parenting yang disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., selaku Penyuluh Agama KUA Weru dengan tema “Mendidik Anak dengan Cinta.”

Sebelum memasuki materi utama, pemateri mengajak para peserta melakukan tepuk semangat agar suasana lebih rileks dan tidak tegang. Ustaz Tardi juga mengajak seluruh hadirin berdoa bersama agar diberikan hati yang senang, kesehatan, dan keberkahan dalam mendidik anak-anak mereka.

Dalam pemaparannya, Ustaz Tardi menekankan pentingnya pendekatan kasih sayang dalam pendidikan anak. Beliau mensimulasikan bagaimana anak berpamitan kepada orang tua ketika hendak berangkat ke sekolah sebagai bentuk pendidikan karakter yang perlu dibiasakan sejak dini.

Pemateri juga memberikan motivasi kepada para orang tua untuk senantiasa menunjukkan cinta kepada anak melalui keteladanan. Menurut beliau, orang tua hendaknya lebih sering mengajak anak melakukan kebaikan daripada sekadar menyuruh.

Sebagai contoh, kalimat “Ayo Nak, salat ke masjid bersama Bapak atau Ibu” dinilai lebih efektif dibandingkan kalimat bernada perintah seperti, “Nak, itu sudah azan, dengar tidak?” Pendekatan yang penuh kasih dan kebersamaan akan lebih mudah diterima anak serta dapat membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga.

Suasana semakin hidup ketika pemateri berinteraksi langsung dengan peserta. Ustaz Tardi menanyakan kepada para orang tua satu hal yang sering membuat mereka jengkel. Salah seorang peserta menjawab, “HP, jika dipanggil tidak merespons.”

Dari jawaban tersebut, pemateri mengajak para orang tua memahami tantangan pengasuhan di era digital sekaligus mencari solusi dengan pendekatan yang lebih bijak dan komunikatif.

Parenting
Suasana acara parenting 

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi parenting. Mereka menyimak penjelasan dengan penuh perhatian dan aktif merespons berbagai pertanyaan yang disampaikan pemateri. Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh manfaat.

Melalui kegiatan Awalussanah dan Parenting ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter Islami.

Kontributor: Bapak Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.
Apel Akbar Ponpes Muhammadiyah Modern Sangen Putra: Menggelorakan Kembali Semangat Belajar

Apel Akbar Ponpes Muhammadiyah Modern Sangen Putra: Menggelorakan Kembali Semangat Belajar

Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Apel Akbar Senin Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen (PPMS) Putra pada Senin, 27 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung setelah libur pekanan ini dipimpin oleh Ustaz Yusuf Hasibuan, M.Ag., selaku pembina apel, dengan petugas apel dari santri kelas XII.

Apel rutin ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat belajar, memperkuat kedisiplinan, serta menanamkan jiwa kepemimpinan di kalangan santri setelah menjalani kegiatan selama sepekan.

Apel Akbar
Apel Akbar Pondok Sangen

Dalam amanatnya, Ustaz Yusuf Hasibuan mengingatkan pentingnya menghadirkan mata dan hati dalam setiap aktivitas kebaikan. Menurut beliau, keberadaan fisik di lingkungan pesantren saja tidak cukup apabila hati dan pikiran tidak turut hadir dalam proses menuntut ilmu.

“Betapa banyak santri yang tidak mendapatkan berkah ilmu karena raganya di pondok, namun jiwa dan hatinya berada di rumah,” ungkap beliau.

Beliau juga mengajak seluruh santri untuk terus berupaya menjadi pribadi yang bertakwa sekaligus berilmu. Menurutnya, ilmu yang dilandasi ketakwaan akan melahirkan keberkahan dan kemanfaatan bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Selain itu, beliau menegaskan bahwa adab harus menjadi pondasi utama sebelum seseorang mendalami ilmu. Santri tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai menjadi santri yang pandai dalam keilmuan dan teori, namun nihil dalam adab,” tegasnya.

Melalui Apel Akbar Senin ini, PPMS Putra terus berkomitmen membentuk karakter santri yang disiplin, berjiwa pemimpin, berakhlak mulia, serta siap menjadi generasi yang unggul dalam ilmu dan takwa.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala Madrasah MAM Pontren Sangen)
Pembinaan Kepala AUM Pendidikan PCM Weru, Perkuat Integritas dan Inovasi Kepemimpinan

Pembinaan Kepala AUM Pendidikan PCM Weru, Perkuat Integritas dan Inovasi Kepemimpinan

Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru menyelenggarakan Pembinaan Kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan pada Jumat, 24 Juli 2026 di SMK Muhammadiyah Watukelir.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen kepemimpinan sekaligus melakukan regenerasi kepala sekolah di lingkungan AUM Pendidikan PCM Weru.

Majelis Dikdasmen
Pembinaan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru

Acara diawali dengan pelepasan dua kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, yakni Ibu Hj. Sukini, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala MIM Sidowayah, dan Ibu Semi, S.Pd.I., selaku Kepala MIM Karang Tengah.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, keduanya mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah khususnya di lingkungan PCM Weru.

Purna Tugas
Pelepasan dua Kepala MIM purna tugas

Memasuki sesi pembinaan, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Weru, Bapak H. Danuri, M.Ag., menegaskan bahwa amanah sebagai kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sarana untuk beribadah dan berdakwah.

Beliau berpesan agar setiap kepala AUM senantiasa menjaga integritas, menjunjung tinggi kejujuran, serta bertanggung jawab dalam mengemban amanah.

Selain itu, kepala sekolah juga dituntut untuk terus berinovasi dalam merancang dan mengembangkan program-program sekolah maupun madrasah agar mampu meningkatkan mutu pendidikan dan menjawab tantangan perkembangan zaman.

Kamad baru
Perkenalan dua kepala madrasah baru

Kegiatan ditutup dengan perkenalan kepala sekolah yang mendapat amanah baru, yaitu Ibu Siti Lufiyati, S.Pd., sebagai Kepala MIM Sidowayah dan Bapak Ayub Sugiyarto, S.Pd.I., sebagai Kepala MIM Karangtengah.

Diharapkan pergantian kepemimpinan ini menjadi estafet perjuangan yang semakin memperkuat kualitas AUM Pendidikan Muhammadiyah di PCM Weru.

Reporter: Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala MAM Pontren Sangen)
Safari Kajian PRM Weru #3, Ustaz Ihsan Fitriyanto Ajak Jadikan Ajaran Islam sebagai Pedoman Utama Kehidupan

Safari Kajian PRM Weru #3, Ustaz Ihsan Fitriyanto Ajak Jadikan Ajaran Islam sebagai Pedoman Utama Kehidupan

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Weru menggelar Safari Kajian PRM Weru #3 sebagai bagian dari ikhtiar memasyarakatkan Islam sekaligus memperkenalkan dakwah Muhammadiyah kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bakda Isya hingga selesai, bertempat di Masjid Al Muttaqin Tegalan, Weru, dengan menghadirkan Ustaz Ihsan Fitriyanto, S.T. sebagai pemateri.

Kajian
Ustaz Ihsan Fitriyanto sampaikan tausiah di Safari Kajian PRM Weru #3

Dalam sambutannya, Ketua PRM Weru menyampaikan pentingnya memperkenalkan Persyarikatan Muhammadiyah kepada masyarakat sebagai gerakan dakwah Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Beliau juga mengajak seluruh elemen umat untuk memperkuat sinergi dan persatuan umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sehingga ukhuwah Islamiyah semakin kokoh dan dakwah dapat berjalan lebih luas serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada sesi kajian, Ustaz Ihsan Fitriyanto, S.T. menegaskan bahwa kunci utama agar seluruh rezeki yang Allah berikan benar-benar bermanfaat adalah keberkahannya. Harta yang banyak tanpa keberkahan tidak akan menghadirkan ketenangan, sedangkan rezeki yang diberkahi akan membawa kebaikan di dunia maupun akhirat.

Beliau juga mengingatkan bahwa krisis akhlak menjadi salah satu problem besar umat di akhir zaman. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga menjangkiti para pemegang amanah dan pejabat.

Oleh karena itu, setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk mencegah kerusakan tersebut, dimulai dari hal-hal yang paling kecil dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, pemateri memberikan panduan dalam memilih pemimpin berdasarkan nilai-nilai Islam. Pertama, memilih pemimpin yang kuat dan dapat dipercaya (Qowiyyun Amiin). Kedua, memilih pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan kecerdasan (Hafiidzun 'Aliim).

Kajian Muhammadiyah
Suasana kajian

Ketiga, menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman utama dalam menentukan pilihan kepemimpinan, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya didasarkan pada kepentingan duniawi, tetapi juga mempertimbangkan nilai-nilai syariat.

Melalui Safari Kajian ini, PRM Weru berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang mencerahkan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat bersama dalam membangun masyarakat Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Reporter: Arif Fahrudin, S.Pd.I.