√ Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah - Muhammadiyah Weru

Baitul Arqam PCM Weru, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada Ajak Memahami Ideologi Muhammadiyah

Rangkaian kegiatan Baitul Arqam MPK-SDI PCM Weru yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige pada Sabtu, 31 Januari 2026, menghadirkan Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta, sebagai pemateri.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan materi bertajuk Memahami Ideologi Muhammadiyah yang menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak dalam kehidupan bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada mengawali pemaparannya dengan menukil salah satu nasihat KH. Ahmad Dahlan, yaitu, “Janganlah sekali-kali kamu menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain,” sebagai penegasan pentingnya konsistensi ideologis dalam bermuhammadiyah.

Dr. Muhammad Ikhwan Ahada
Dr. Muhammad Ikhwan Ahada pahamkam ideologi Muhammadiyah 

Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan telah meninggalkan jejak sejarah yang tidak dapat dihapus dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perannya sangat signifikan sebagai salah satu komponen besar yang turut membidani lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Puluhan ribu Amal Usaha Muhammadiyah yang tersebar dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi merupakan wujud nyata cara Muhammadiyah memahamkan Islam, yakni Islam yang hadir melalui kerja nyata, pelayanan, dan kontribusi berkelanjutan bagi umat dan bangsa.

Besarnya Amal Usaha Muhammadiyah tidak terlepas dari dukungan warga Persyarikatan yang dikenal memiliki kesadaran tinggi dalam berinfak dan kepedulian sosial, sehingga gerakan Muhammadiyah tumbuh kuat sebagai dakwah melalui aksi nyata.

Muhammadiyah mampu bertahan dan terus berkembang lebih dari satu abad karena ditopang oleh organisasi yang rapi, amal usaha yang maju, serta ideologi yang kokoh sebagai ruh penggerak dalam setiap langkah perjuangannya.

Muhammadiyah memiliki konsep berkemajuan sebagai landasan gerak yang menegaskan Islam sebagai agama yang dinamis, mendorong kemajuan peradaban, serta mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjawab tantangan zaman.

Lima karakteristik utama Islam Berkemajuan adalah Islam yang bertauhid murni, bersumber pada Al-Qur’an dan sunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid agar ajaran Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Kemudian bersikap wasathiyah (moderat dan seimbang) dalam pemikiran maupun tindakan, serta berorientasi sebagai rahmat bagi seluruh alam, menghadirkan kemaslahatan, keadilan, dan kemajuan bagi umat manusia secara universal.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.