√ Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam - Muhammadiyah Weru

Teguhkan Ideologi dan Soliditas Persyarikatan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru Gelar Baitul Arqam

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada Sabtu, 31 Januari 2026/12 Syakban 1447 H, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Weru, Dukuh Kalisige, Desa Karakan, Kecamatan Weru.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.30 WIB ini mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Persyarikatan Muhammadiyah Weru.”

Baitul Arqam
Baitul Arqam PCM Weru

Baitul Arqam diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK-SDI) PCM Weru dihadiri segenap pimpinan harian PCM dan PCA Weru, dan dan diikuti oleh 175 peserta.

Peserta adalah pimpinan serta anggota majelis dan lembaga PCM Weru, Ketua–Sekretaris–Bendahara PRM se-Cabang Weru, perwakilan AUM pendidikan dan ekonomi, serta ortom Muhammadiyah PCM Weru.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yaitu Dr. Yayan Suryana, M.Ag.; Dr. H. Ridwan Furqoni, S.Pd.I., M.P.I.; Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A.; Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag.; dan Dr. Syakir Jamaluddin, M.A.

Materi difokuskan pada penguatan ideologi keislaman, kepemimpinan kader, ibadah praktis, karakter Islami, serta pemahaman Kemuhammadiyahan yang mendalam.

Ketua Panitia, Bapak Drs. Sumanta, menegaskan bahwa Baitul Arqam kali ini dipadatkan dalam satu hari sehingga peserta yang totalnya 175 orang ini, diharapkan bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. 

Drs. Sumanta
Drs. Sumanta ajak peserta ikuti Baitul Arqam sampai selesai

Beliau menekankan bahwa Baitul Arqam merupakan metode pembinaan yang meneladani Rasulullah sebagai uswatun hasanah. Oleh karena itu, pimpinan, anggota, serta mereka yang bekerja di AUM dan AUA Muhammadiyah diwajibkan mengikuti Baitul Arqam sebagai upaya penguatan karakter dan peneguhan ideologi Kemuhammadiyahan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Djumari, S.Ag., M.S.I. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan bagian dari pelanjut perjuangan Rasulullah sebagai khalifah di muka bumi.

Muhammadiyah, menurut beliau, dikaruniai Allah memiliki banyak kelebihan, sehingga gerakannya dapat dirasakan luas dan mampu membumikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Beliau juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah menerjemahkan ajaran Islam tidak semata tekstual, melainkan melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani yang saling melengkapi.

Derajat Muhammadiyah diangkat melalui amal usaha yang terus dimudahkan perkembangannya, sehingga perlu dimajukan secara kolektif. Muhammadiyah adalah gerakan struktural yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ketua PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam PCM Weru

Di tengah berbagai serangan di media sosial terhadap Muhammadiyah, mulai dari isu perbedaan awal Ramadan hingga tawaran pengelolaan tambang, melalui Baitul Arqam diharapkan menjadi bekal bagi warga Muhammadiyah untuk memberikan penjelasan yang arif dan mencerahkan.

Ketua PDM Sukoharjo juga menegaskan bahwa pengelolaan AUM dilaksanakan dengan menjaga amanah, termasuk wakaf yang disertifikasi atas nama persyarikatan, bukan pribadi pimpinan.

Baitul Arqam
Baitul Arqam dilaksanakan di GDM Weru

Ketua PDM Sukoharjo membuka kegiatan Baitul Arqam dengan basmalah dan memimpin doa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi persyarikatan.

Melalui Baitul Arqam ini, PCM Weru berharap terwujud kesamaan wawasan, integritas, dan kesatuan sikap kader Muhammadiyah dalam melaksanakan misi dakwah dan penguatan persyarikatan di tingkat cabang hingga ranting.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.