Muhammadiyah Weru
Peringati Hari Santri, MIM Gangin Gelar Salat Istisqa

Peringati Hari Santri, MIM Gangin Gelar Salat Istisqa

Memperingati Hari Santri Nasional 2026, MI Muhammadiyah Gangin menggelar Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman MI Muhammadiyah Gangin, Kamis, 22 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa KB Aisyiyah Gangin, RA BA Aisyiyah Gangin, MI Muhammadiyah Gangin, warga masyarakat yang merupakan jemaah Masjid Al-Alim Gangin Kidul, serta wali murid MI Muhammadiyah Gangin.

HSN 2026
Salat Istisqa untuk meminta turunnya hujan

Salat istisqa dipimpin oleh Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd., selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat, kemudian dilanjutkan dengan khotbah dan doa bersama.

Dalam rangkaian doa, para jemaah menghadap kiblat untuk memohon kepada Allah Swt. agar segera menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Pelaksanaan salat istisqa ini menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kekeringan yang membutuhkan turunnya hujan. Melalui kegiatan ini, para siswa, guru, wali murid, dan masyarakat diajak untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. serta memanjatkan doa agar diberikan rahmat dan pertolongan-Nya.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda melalui praktik ibadah bersama masyarakat.

Kontributor: Bapak Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.
Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Sedekah Rosok PRM Jatingarang Antar PCM Weru Raih Juara 1 Program Inspiratif Terbaik Milad ke-68 UMS

Program Sedekah Rosok yang dilaksanakan oleh PRM Jatingarang sebagai binaan PCM Weru, sukses mengantarkan PCM Weru meraih Juara 1 PCM dengan Program Inspiratif Terbaik dalam ajang Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA).

Muhammadiyah Organizational Excellence Award (MOEA) adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka Milad ke-68 UMS untuk mengapresiasi kader, organisasi, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya.

PCM Weru
PCM Weru raih penghargaan PCM dengan program inspiratif terbaik 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Tablig Akbar Hari Jadi UMS yang menghadirkan Ustaz Dr. H. Das’ad Latif, S. Sos. S. Ag. M. Si. Ph.D., yang berlangsung di Edutorium UMS pada Ahad, 18 Oktober 2026.

Penghargaan diterima secara langsung oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau hadir ke Edutorium UMS bersama jajaran pimpinan harian dan perwakilan dari segenap ranting yang ada di Cabang Weru.

Prestasi luar biasa ini menjadi bentuk apresiasi atas ikhtiar PCM Weru, terutama PRM Jatingarang sebagai pelaksana program Sedekah Rosok, dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dan sosial yang berangkat dari potensi sederhana di tengah masyarakat.

Sedekah Rosok, dari Barang Bekas Menjadi Manfaat


Program Sedekah Rosok merupakan gerakan sosial yang mengajak masyarakat menyedekahkan barang bekas atau rosok yang masih memiliki nilai ekonomi. Barang-barang tersebut dikumpulkan dan dikelola sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini dilaksanakan di lingkungan PRM Jatingarang, dengan PCM Weru berperan sebagai pembina dan pengarah. Pelaksanaan teknis di lapangan dikoordinasikan oleh Bidang ZIS PRM Jatingarang bersama tim relawan.

PCM Weru juara
Daftar nominasi juara

Sejak mulai dijalankan pada Oktober 2024, Sedekah Rosok dikembangkan menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lintas golongan di wilayah Desa Jatingarang. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Potensi yang ada di sekitar masyarakat dapat dihimpun, dikelola, dan dikembalikan dalam bentuk manfaat bersama.

Menjangkau Pendidikan, Sosial, dan Dakwah


Hasil pengelolaan Sedekah Rosok telah dimanfaatkan untuk mendukung beragam kegiatan. Di bidang pendidikan, program ini turut membantu pembayaran SPP tiga siswa yatim/piatu di MIM Watukelir serta mendukung kegiatan pembinaan guru.

Di bidang sosial, hasil program dimanfaatkan untuk santunan anak yatim di sejumlah masjid dan musala. Dukungan juga diberikan bagi kebutuhan sarana dakwah, pembangunan dan perlengkapan masjid, serta berbagai kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan.

Program ini juga mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan, di antaranya donasi bantuan kebencanaan melalui Lazismu dan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk Mini Damkar KOKAM Weru. Selain itu, terdapat dukungan bagi Rumah Produksi TelurMU dan kegiatan lingkungan.

Berbagai pemanfaatan tersebut menjadikan Sedekah Rosok bukan sekadar kegiatan mengumpulkan barang bekas, melainkan upaya mengubah potensi ekonomi sederhana menjadi sumber daya untuk membantu masyarakat dan mendukung gerakan dakwah.

Prestasi yang Menjadi Penyemangat


Keberhasilan meraih Juara 1 dalam ajang MOEA Milad ke-68 UMS menjadi penyemangat bagi PCM Weru dan PRM Jatingarang untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas partisipasi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan program.

Prestasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya inovasi di tingkat ranting. Gerakan yang tumbuh dari lingkungan masyarakat, dikelola dengan semangat gotong royong, dan diarahkan untuk kemaslahatan bersama dapat berkembang menjadi praktik baik yang menginspirasi persyarikatan di wilayah lain.

UMS
Flyer ucapan selamat dari UMS

PCM Weru berharap pengalaman Sedekah Rosok dapat menjadi inspirasi bagi PCM dan PRM lainnya untuk menggali potensi lokal serta mengembangkannya menjadi program pemberdayaan yang nyata dan berkelanjutan.

Selamat atas prestasi PCM Weru dan PRM Jatingarang! Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memberdayakan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Percepat Transformasi Digital, PDM Sukoharjo Gelar Bimtek Trainer MASA dan SatuMu

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Trainer MASA dan SatuMu untuk jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo.

Acara yang diselenggarakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada Sabtu siang, 17 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB ini bertujuan mempercepat proses transformasi digital serta penataan administrasi keanggotaan Muhammadiyah berbasis aplikasi hingga tingkat ranting.

Dalam kegiatan ini, PCM Weru mengirimkan utusan perwakilannya yaitu Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto untuk mengikuti seluruh tahapan pembekalan.

Bimtek MASA
Bimtek Trainer MASA dan SatuMu 

Selama sesi pelatihan, para peserta diberikan empat materi utama untuk dikuasai. Materi pertama mencakup pengenalan Muhammadiyah Digital Universe guna membedakan secara mendasar antara Muhammadiyah ID, MASA, dan SatuMu.

Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan teknis pembuatan Muhammadiyah ID mulai dari penggunaan email aktif, pengisian data akun, verifikasi OTP, hingga berhasil masuk ke sistem.

Materi ketiga berfokus pada langkah-langkah pendampingan pendaftaran e-KTAM dari akses menu aplikasi hingga pemantauan status persetujuan.

Yang keempat, peserta dibekali tata cara pendampingan aktivasi ranting melalui penguatan peran verifikator dan agen di setiap ranting.

Selain penguasaan materi teknis, pembekalan ini juga menekankan kejelasan peran tim pendamping di lapangan. Tim pendamping bertindak sebagai fasilitator yang bertugas menjelaskan tujuan, menunjukkan langkah-langkah, dan mengatur tempo pendampingan.

PCM Weru
Perwakilan PCM Weru 

Ada pula peran pendamping praktik yang langsung membantu peserta di meja serta memeriksa langkah-langkah yang tertinggal, serta penghubung pengurus atau admin untuk menindaklanjuti data keanggotaan dan proses persetujuan.

Melalui pelatihan ini, para trainer utusan PCM Weru bersama utusan PCM lainnya diharapkan siap menjadi ujung tombak pendampingan digitalisasi bagi seluruh warga dan pengurus Muhammadiyah di wilayah masing-masing.
Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Arahan Ketua PDM Sukoharjo pada Kegiatan Bimtek Trainer MASA dan SatuMu Tekankan Kesiapan Trainer di Tingkat PCM Se-Sukoharjo

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.Si., memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Trainer MASA dan SatuMu yang diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Sukoharjo.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan PKU Muhammadiyah Sukoharjo, pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekira pukul 13.00 WIB. Perwakilan dari PCM Weru adalah Pak Wakhid Syamsudin, Pak Kusnia Ariyanto, dan Pak Rofiq Ardiyanto.

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesungguhan seluruh peserta dalam mengikuti bimbingan teknis sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program Muhammadiyah, khususnya SatuMu.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi berlanjut pada pendampingan dan penerapan program di tingkat cabang maupun ranting.

Bapak H. Djumari
Ketua PDM Sukoharjo berikan arahan terkait trainer tiap PCM 

Pak Djumari berharap para peserta dapat menjadi trainer di PCM masing-masing. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui bimbingan teknis dapat ditularkan kepada pimpinan dan anggota Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

Pendampingan juga diharapkan dapat diperluas kepada Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan organisasi otonom Muhammadiyah lainnya. Beliau menyoroti pentingnya penyelesaian tahapan program sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung pelaksanaannya, diperlukan pembagian tugas yang jelas, kelengkapan administrasi berupa surat tugas, proses verifikasi, serta keterlibatan personel yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi (IT).

Menurut beliau, dukungan SDM yang kompeten menjadi salah satu unsur penting agar pelaksanaan program berjalan lebih tertib dan terkoordinasi. Setiap PCM perlu mempersiapkan personel yang dapat membantu proses teknis dan mendampingi penggunaan sistem dan aplikasi.

PDM Sukoharjo berharap para trainer dapat menjadi penggerak di tingkat cabang sehingga implementasi program SatuMu semakin luas dan berjalan dengan baik. Sinergi antarpimpinan, kesiapan SDM, serta komitmen menjalankan visi dan misi Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar kembali menggelar pengajian rutin Ahad Legi pada Ahad, 11 Oktober 2026. Pengajian putaran ke-21 ini bertempat di Musala Miftahul Jannah, Pindan, dan diikuti lebih dari 350 jemaah.

Acara diawali dengan pembacaan basmalah oleh pembawa acara, Ibu Lilis Suryani, S.Pd. Selanjutnya, Ibu Sayuti membacakan ayat suci Al-Qur’an, sedangkan sari tilawah disampaikan oleh Ibu Sularmi dengan membacakan Surah Al-Infithar ayat 1–19.

Ketua PRA Karanganyar, Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala Miftahul Jannah, Pindan, serta ibu-ibu peserta pengajian Ahad Legi yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pak Ngatemin
Ustaz Ngatemin mengisi pengajian rutin PRA Karanganyar Weru

Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih kepada Ibu Hj. Warno Warti yang telah menyediakan tempat beserta segala perlengkapan dan hidangan untuk kegiatan pengajian. Beliau berharap kebaikan tersebut menjadi amal saleh bagi beliau beserta keluarga.

Ibu Arifah juga mengajak seluruh jemaah untuk terus bersemangat dalam thalabul ilmi serta senantiasa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. agar kelak memperoleh syafaat pada hari kiamat dan mendapatkan surga Allah Swt.

Selanjutnya, sebagai bentuk perhatian, beliau juga melakukan presensi kehadiran setiap musala. Tercatat, Musala Tlemek tidak hadir karena sedang ada musibah kematian atau kesripahan dari warganya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Sugito selaku Kepala Desa Karanganyar. Beliau memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat mengikuti pengajian dan mencari ilmu meskipun cuaca terasa panas.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Ngatemin, M.Ag. yang mengingatkan pentingnya menjaga semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan keimanan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Ustaz Ngatemin menyampaikan bahwa orang yang keluar dari rumah dalam keadaan berwudu untuk melaksanakan salat wajib dan mencari ilmu akan mendapatkan pahala yang besar.

Beliau juga memotivasi jemaah bahwa orang yang menyiapkan bekal, sarana, dan prasarana untuk berjuang di jalan Allah, termasuk mendukung terselenggaranya pengajian, akan memperoleh keutamaan pahala.

Ustaz Ngatemin mengingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Manusia tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan amal saleh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah serta menuntut ilmu.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam menjalankan kebaikan. Orang-orang yang teguh dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah akan mendapatkan pertolongan serta kebaikan dari-Nya.

Semangat menghadiri pengajian hendaknya terus dijaga sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari ilmu dan menyiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Kajian rutin
Ibu-ibu Aisyiyah semangat ikuti kajian 

Dengan gaya penyampaian yang memotivasi, beliau mengajak jemaah untuk menghayati pesan, “Minggu Legi semangat ngaji, golek apa, pados ngilmi dingge nopo, sangu mati kapan mati mboten reti.” Pengajian adalah ikhtiar mencari ilmu sebagai bekal menghadapi kematian yang waktunya tidak diketahui.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ngatemin juga mengulas Surah Az-Zumar ayat 71–75. Ayat-ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang digiring secara berombongan menuju neraka karena kekufuran mereka, serta orang-orang bertakwa yang digiring secara berombongan menuju surga.

Beliau mengajak jemaah mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan di akhirat.

Kajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ngatemin. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi.

Pertama, laporan infak pada pengajian hari itu terkumpul sebesar Rp1.170.000 untuk kas PRA Karanganyar. Kedua, pengajian rutin Ahad Legi berikutnya direncanakan bertempat di Masjid Al-Furqon.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa penutup majelis oleh pembawa acara. Semoga jemaah terus semangat dalam menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan bekal akhirat senantiasa terjaga.

Kontributor: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin ‘Aisyiyah Tegalsari pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda, Bugel, Tegalsari, Weru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah serta masyarakat sekitar.

Pengajian rutin tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara sebulan sekali pada pekan ketiga sebagai salah satu upaya memperkuat wawasan keislaman, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat silaturahmi di antara warga ‘Aisyiyah dan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala Desa Tegalsari, Bapak Nugroho Dwi Susilo, memberikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PRA Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Memasuki acara inti, kajian disampaikan oleh Ustaz Nasrullah dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kajiannya, beliau membahas mengenai perempuan yang tidak boleh dinikahi, berdasarkan tuntunan dan ketentuan dalam ajaran Islam.

Ust. Nasrullah
Ustaz Nasrullah membahas tentang wanita yang haram dinikahi menurut Islam 

Materi tersebut menjadi pembahasan penting bagi jamaah karena berkaitan dengan pemahaman mengenai batasan-batasan pernikahan dalam Islam. Melalui kajian ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

Pengajian rutin PRA Tegalsari diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas kehidupan keislaman perempuan di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan secara rutin setiap pekan ketiga, PRA Tegalsari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari gerakan ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Reporter: Yanika Manik
PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

PRA Tegalsari Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Organisasi dan Mantapkan Program Kerja

Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari, Weru, menggelar Rapat dan Penguatan Organisasi pada Jumat, 18 September 2026 di Rumah Makan Kakak Aja, Cawas, Klaten. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman organisasi, meningkatkan koordinasi antarpengurus, sekaligus mengevaluasi dan memantapkan program kerja ‘Aisyiyah di tingkat ranting.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an bersama, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah. Suasana kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan penguatan organisasi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Triyatmi.

Penguatan Organisasi Berbasis Islam Berkemajuan


Dalam materi penguatan organisasi, Ibu Triyatmi menyampaikan pentingnya penanaman ideologi Islam Berkemajuan, peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan kaderisasi, serta tata kelola organisasi yang terstruktur dan berjenjang.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai struktur kepemimpinan ‘Aisyiyah yang terdiri atas Pimpinan Pusat (PP), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), hingga Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA).

PRA Tegalsari
PRA Tegalsari gelar rakor di RM Kakak Aja Cawas

Struktur yang berjenjang tersebut menjadi landasan dalam membangun koordinasi, pembinaan, komunikasi, dan pelaksanaan program dari tingkat pusat hingga ranting. Sebagai bagian paling dekat dengan masyarakat, PRA memiliki peran penting dalam menerjemahkan gerakan ‘Aisyiyah melalui kegiatan nyata di lingkungan masing-masing.

Muktamar dan Kepemimpinan ‘Aisyiyah


Penguatan organisasi juga membahas Muktamar ‘Aisyiyah sebagai forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi. Muktamar menjadi ruang untuk melakukan evaluasi program, membahas arah gerakan dan program kerja, sekaligus menjalankan proses pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah.

Pembahasan tersebut menegaskan pentingnya musyawarah, kaderisasi, tanggung jawab kepemimpinan, dan keberlanjutan organisasi dalam kehidupan ‘Aisyiyah.

Rapat Program Kerja dan Evaluasi


Usai sesi penguatan organisasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengurus PRA Tegalsari yang dipimpin oleh Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.

Rapat membahas rencana program kerja beberapa majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari. Di antaranya Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga, Majelis Tabligh dan Ketarjihan, serta Majelis Kesejahteraan Sosial.

Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga membahas rencana kegiatan yang dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kebersamaan, kreativitas, kesehatan, dan partisipasi anggota.

Sementara itu, Majelis Tabligh dan Ketarjihan membahas program dakwah dan pembinaan keagamaan, termasuk rutinan bulanan yang akan dilaksanakan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperkuat pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun Majelis Kesejahteraan Sosial membahas pengembangan program yang mendukung peningkatan kesejahteraan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Evaluasi Program untuk Penguatan Gerakan


Selain menyusun program ke depan, rapat juga menjadi forum penyampaian laporan dan evaluasi program-program yang telah dilaksanakan oleh majelis dan lembaga di lingkungan PRA Tegalsari.

Evaluasi dilakukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan, capaian yang telah diperoleh, kendala yang dihadapi, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditindaklanjuti.

Melalui perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi yang berkelanjutan, PRA Tegalsari berupaya membangun tata kelola organisasi yang semakin tertib dan efektif.

Kegiatan Rapat dan Penguatan Organisasi ini diharapkan semakin memperkuat soliditas pengurus, meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kaderisasi, serta mendorong seluruh majelis dan lembaga untuk bergerak bersama dalam memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Dengan semangat Islam Berkemajuan, musyawarah, kebersamaan, dan pengabdian, PRA ‘Aisyiyah Tegalsari, Weru, terus memperkuat perannya sebagai bagian dari gerakan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.

Reporter: Ibu Yanika Manik
Madin Muhammadiyah Sidowayah Borong Piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo

Madin Muhammadiyah Sidowayah Borong Piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo

Madrasah Diniyah Takmiliyah (Madin) Muhammadiyah Sidowayah berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Kabupaten Sukoharjo yang diselenggarakan di MTsN 2 Sukoharjo pada Ahad, 13 September 2026.

Dalam ajang seleksi tingkat kabupaten tersebut, para santri Madin Muhammadiyah Sidowayah berhasil memborong sejumlah gelar juara dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sukoharjo. Termasuk dari Madin Muhammadiyah Sidowayah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sukoharjo, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, para guru pendamping, serta seluruh peserta lomba.

Sebelum berangkat menuju lokasi perlombaan, para peserta dari Madin Muhammadiyah Sidowayah terlebih dahulu berkumpul di sekolah pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan pembekalan yang disampaikan oleh Kepala Madin Muhammadiyah Sidowayah, Ibu Siti Lufiyati, S.Pd., serta Ibu Hj. Sukini, S.Ag., M.Pd.I.

Setelah itu, para peserta diberangkatkan menggunakan armada bus bersama para guru pendamping menuju MTsN 2 Sukoharjo. Sesampainya di lokasi, para peserta melaksanakan registrasi sebelum mengikuti upacara pembukaan.

Acara pembukaan dipimpin oleh Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Bapak Tri Minarno, S.H., bersama Ketua FKDT Kabupaten Sukoharjo.

Bapak Tri Minarno berharap melalui ajang PORSADIN dapat lahir atlet-atlet dan peserta terbaik dari Kabupaten Sukoharjo yang mampu berprestasi serta mewakili daerah pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan PORSADIN tingkat kabupaten.

PORSADIN Kabupaten Sukoharjo
Madin Muhammadiyah Sidowayah borong piala PORSADIN Kabupaten Sukoharjo 

Setelah pembukaan selesai, para peserta menuju ruang dan arena perlombaan sesuai cabang yang diikuti. Berbagai perlombaan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat hingga akhirnya panitia membacakan hasil perlombaan pada sesi penutupan.

Pada ajang tersebut, Madin Muhammadiyah Sidowayah berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan. Adapun daftar juara yang berhasil diraih adalah sebagai berikut:

Cabang Lomba Prestasi
MTQ Putra Juara 1 – Hasan Maulidan (Kelas 4C)
MTQ Putri Juara 2 – Rasela Iza Nabila (Kelas 5A)
Tahfiz Putra Juara 3 – Abizar Raufa A. (Kelas 3B)
Tahfiz Putri Juara 2 – Fina Ziyadatin R. (Kelas 4B)
Tenis Meja Putra Juara 2 – Zalfran Abdullah F. (Kelas 4C)
Tenis Meja Putri Juara 3 – Syakila D.P.
Pidato Bahasa Jawa Putra Juara 1 – Briand Nazhirul A. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Jawa Putri Juara 3 – Mayaasya Nur A. (Kelas 6A)
Bulu Tangkis Putri Juara 1 – Keysa Azahra (Kelas 6D)
Bulu Tangkis Putra Juara 1 – Alfiyan Risiqie P. (Kelas 6D)
Cerdas Cermat Diniyah (CCD) Juara 2 – Gio (6A), Keyla (6C), dan Alisya (6A)
Puisi Putra Juara 3 – Fahlevi Muhibullah (Kelas 4A)
Puisi Putri Juara 3 – Aulia Yumna I. (Kelas 4B)
Pidato Bahasa Indonesia Putra Juara 3 – Fausta Yuwan M. (Kelas 5B)
Pidato Bahasa Indonesia Putri Juara 2 – Faaza Jalla S. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Arab Juara 1 – Andy Janu D. (Kelas 6A)
Pidato Bahasa Arab Juara 2 – Maulidya Safitri (Kelas 4C)
Selawat Putra Juara 1 – Hilmy Jauhar A. (Kelas 5A)
Selawat Putri Juara 2 – Talitha Dwi Syakirah (Kelas 3B)
Kaligrafi Putri Juara 3 – Erni Kanaya (Kelas 6C)
Kaligrafi Putra Juara 2 – Ferrel Deandra A. (Kelas 6B)

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Madin Muhammadiyah Sidowayah. Kesempatan mengembangkan kemampuan di bidang seni, olahraga, maupun keagamaan. Terbuka peluang bagi para juara untuk melanjutkan perjuangan pada ajang PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai wakil Kabupaten Sukoharjo.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar dan Tindak lanjut Penyuluhan DSMA Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Pengajian Rutin PRA Karanganyar dan Tindak lanjut Penyuluhan DSMA Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Ahad Legi adalah jadwal pengajian rutin Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar. Ahad Legi pada tanggal 6 September 2026 ini, pengajian bertempat di Musala An Nur, Klodangan. Pada hari ini masuk putaran 20 dengan peserta lebih dari 300 jemaah.

Pengajian dimulai dengan membaca basmalah dipimpin oleh Ibu Lilis Suryani, S.Pd. selalu MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ibu Balqis dan sari tilawah Ibu Tutik, yang melantunkan Surat Ar-Rahman ayat 1–13.

Acara dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh Ketua PRA Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., yang mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala An Nur beserta ibu-ibu pengurus yang sudah menyiapkan tempat dan snack, semoga menjadi amal baik.

Ustaz Tardi
Ustaz Tardi menyampaikan tausiah

Mengucapkan selamat datang pengurus Majelis Tablig dan Ketarjihan (MTK) PCA Weru. Mengajak terus talabul ilmu dan selalu mengucapkan selawat Nabi agar nanti mendapatkan syafaat di yaumul qiyamah menuju surga-Nya Allah. Diabsen per-musala oleh ibu ketua PRA Karanganyar, yang tidak hadir Musala Jami’ Kalongan dan Masjid Al Hidayah Bunder.

Sambutan kedua dari Takmir Musala An Nur oleh Bapak Pitoyo, M.Pd. Beliau menyampaikan rasa syukur karena ketempatan Pengajian Ahad Legi untuk menuntut ilmu bersama.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., Penyuluh Agama Kecamatan Weru. Kajian siang ini mengambil tema tentang hidup tenteram dengan 3 hal, yakni sabar, syukur, dan iklas. Sabar menahan, syukur menerima, dan ikhlas melepaskan.

Mengikuti ajaran Rasulullah dalam muamalah, agar memuliakan tetangga. Kepada tetangga hendaklah menjaga keharmonisan dengan dermawan/loma, menjaga aib tetangga, jangan memutuskan silaturahmi, jangan mengambil kepunyaan orang lain, dan mendoakan tetangga.

Ustaz Tardi menutup materinya dengan doa bersama. Dilanjutkan acara lain-lain yaitu menyampaikan penyuluhan DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) yang dihadiri pengurus Majelis Tablig dan Ketarjihan PCA Weru.

Kajian
Suasana kajian dan acara lain-lain 

Diiringi juga penyerahan buku materi tentang permasalahan rumah tangga dan Menuju Aisyiyah Berkemajuan kepada PRA Karanganyar. Acara dilanjutkan penyuluhan DSMA oleh Ibu Anik Murdaningsih. Menuju Desa Sehat Mandiri Aisyiyah dengan menyiapkan satu rumah satu kader kesehatan.

Kegiatan selanjutnya menyampaikan bahwa info infak hari ini mendapatkan Rp1.380.000 untuk masjid 730.000 dan 650.000 untuk kas PRA Karanganyar. Pengajian Ahad Legi yang akan datang di Musala Nurul Janah Pindan.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
LazisMu PCM Weru Himpun Donasi Rp51,6 Juta untuk Korban Gempa Bumi Flores, NTT

LazisMu PCM Weru Himpun Donasi Rp51,6 Juta untuk Korban Gempa Bumi Flores, NTT

LazisMu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru berhasil menghimpun donasi kemanusiaan sebesar Rp51.620.500 untuk membantu para korban bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan dana ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Pengumpulan Bantuan Bencana Gempa Bumi di Flores, NTT.

Melalui edaran tersebut, seluruh elemen Muhammadiyah di berbagai daerah diajak untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak bencana.

PCM Weru
Penyerahan donasi ke LazisMu PDM Sukoharjo

Bapak Nur Rohmat, S.E. selaku Ketua Layanan (KL) LazisMu PCM Weru, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas respons luar biasa dari warga Muhammadiyah di Cabang Weru ini.

Penghimpunan donasi melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dan masyarakat umum, yang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores.

Partisipasi yang tinggi dari warga persyarikatan dan masyarakat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Seluruh dana yang berhasil dihimpun kemudian disetorkan melalui LazisMu PCM Sukoharjo, pada Rabu, 2 September 2026.

Nama Donatur Donasi (Rp)
1. Lazismu PCM Weru300.000
2. Kasidi100.000
3. Irsam N.200.000
4. Wiyanto100.000
5. Ozi100.000
6. Wisnu Jadmika200.000
7. Jamaah Masjid Sorobojan400.000
8. Arif F100.000
9. Masjid Nurrochim Nambangan2.000.000
10. Wagiya100.000
11. Sumanta100.000
12. Supomo150.000
13. Purnomo Dayu100.000
14. Masjid Al Muttaqin Pucung650.000
15. Masjid Muslimin Sadakan1.000.000
16. Masjid Nurul Huda Banyubiru500.000
17. Masjid Nurul Iman Gaden485.000
18. Masjid Assidiq Puthuk300.000
19. PPTQM Atmo Wahjono1.000.000
20. Darmono200.000
21. Sagiyo150.000
22. Masjid Ar Rahmah Gabeng2.000.000
23. Masjid An Nuur Sidowayah1.000.000
24. Susanto Krmojo100.000
25. H. Jailani200.000
26. Masjid Ummu Habibah Dayu1.000.000
27. Purwadi100.000
28. Sukasno150.000
29. Sunardi150.000
30. Purwanto Dayu200.000
31. Daryanto100.000
32. PRM Karanganyar300.000
33. Lazismu Ponpes Sangen2.770.000
34. Masjid Al Hidayah Sangen1.000.000
35. Masjid Al Ikhlas Mlaran1.167.000
36. Masjid Baitussalam Namengan1.000.000
37. Maryono100.000
38. PRM Karakan300.000
39. MIM Sawahan350.000
40. MIM Sangen II200.000
41. Hamba Allah200.000
42. Sumardi100.000
43. Bayan Surono100.000
44. Suparno Tegalsari100.000
45. Masjid At Taqwa Dukuhan500.000
46. Masjid Aly Al Ubaidy Cokrowangsan1.500.000
47. Masjid Rafiah Hilal Salamy Sabrang700.000
48. Masjid Al Falah Sraten1.300.000
49. Arif F50.000
50. Warga Sidowayah5.750.000
51. PRM Karangtengah4.925.000
52. Masjid Ummu Habibah Dayu950.000
53. Keluarga Besar MIM Karangwuni605.000
54. MIM Karangtengah371.000
55. MIM Watukelir1.977.500
56. Masjid Nur Rohman Tegalsari600.000
57. Masjid Al Abror Weru10.000.000
58. Hamba Alloh W150.000
59. SMP Muhammadiyah Watukelir1.120.000
60. Bu Triyatmi Sraten200.000
Total Donasi 51.620.500

Dana terhimpun selanjutnya disalurkan kepada para korban gempa bumi di Flores, NTT sesuai dengan mekanisme penyaluran bantuan Muhammadiyah. Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban para penyintas serta membantu proses pemulihan pascabencana.

Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang bernilai pahala di sisi Allah Swt. serta menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Meringankan beban saudara-saudara kita di Flores, NTT. Mendatangkan keberkahan dan kebaikan yang berlipat ganda.

Dengan semangat taawun (tolong-menolong) dan ukhuwah Islamiyah, Muhammadiyah terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat dan membantu mereka yang membutuhkan, terutama saat terjadi bencana dan kondisi darurat kemanusiaan.
MIM Sidowayah Wakili Kwarcab Weru, Juarai Lomba PBB Ajang Ceria Pandu Athfal Sukoharjo

MIM Sidowayah Wakili Kwarcab Weru, Juarai Lomba PBB Ajang Ceria Pandu Athfal Sukoharjo

Prestasi membanggakan diraih oleh Qobilah Kwartir Cabang (Kwarcab) Weru putri yang diwakili oleh MIM Sidowayah, dengan keberhasilan meraih Juara 1 Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan Juara 2 Lomba Pendirian Tenda.

Prestasi ini diraih dalam kegiatan Ajang Ceria Pandu Athfal (CPA) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, tepatnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB ini merupakan ajang perkemahan dan kompetisi kepanduan Hizbul Wathan (HW) tingkat anak-anak usia sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah.

CPA bertujuan melatih kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta menanamkan nilai-nilai religius kepada para peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengukuhkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Sukoharjo Tahun 2026.

Event ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Ustaz H. Djumari, S.Ag., M.Si., bersama jajaran pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sukoharjo.

MIM Sidowayah
MIM Sidowayah raih dua prestasi pada Ajang Ceria Pandu Athfal mewakili Weru

Setelah pembukaan, para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang telah dipersiapkan panitia. Kegiatan meliputi lomba pendirian tenda, pembuatan gapura dan pagar perkemahan, serta penilaian K3 (Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan) tenda. Perlombaan kemudian dilanjutkan dengan lomba PBB, pioneering, Lomba Cerdas Cermat (LCC), dan hasta karya.

Ajang Ceria Pandu Athfal selain menjadi arena kompetisi, juga menjadi wahana pembelajaran karakter bagi para pandu athfal. Melalui berbagai kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan kepanduan.

Pada sesi penutupan, panitia mengumumkan hasil perlombaan. Qobilah Kwarcab Weru putri yang diwakili oleh MIM Sidowayah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Lomba PBB dan Juara 2 Lomba Pendirian Tenda.

Prestasi ini tentu didukung adanya semangat, kedisiplinan, dan kerja keras para peserta serta pembina dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik MIM Sidowayah untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta mengamalkan nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.I.
Gebyar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29 Berlangsung Meriah di GOR Desa Krajan

Gebyar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29 Berlangsung Meriah di GOR Desa Krajan

Gebyar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29 digelar meriah di GOR Desa Krajan, Weru, Sukoharjo, pada hari Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti sekitar 500 peserta Kelompok B RA BA se-Kecamatan Weru.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan ukhuwah dan mempererat silaturahmi antara guru dan murid RA BA se-Kecamatan Weru, sekaligus orang tua yang turut mengantar anak-anak mereka ke lokasi gebyar milad.

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi seni budaya berbasis alam sekaligus mempererat ikatan emosional antara anak dan orang tua. Kegiatan tersebut turut menjadi bentuk implementasi kurikulum serta penguatan karakter Aisyiyah dalam proses pendidikan anak usia dini.

TK ABA
Panitia Gebyar Milad TK ABA 107 dan IGABA 29 

Acara dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya Kepala Desa Krajan, Ketua Majelis Dasmen PCA Aisyiyah Weru Ibu Hj. Sukini, S.Ag., M.Pd.I., Ketua PCA Weru Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I., M.Pd., Ketua IGRA Kabupaten Sukoharjo Ibu Kamsiyem, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua IGRA Kecamatan Weru Ibu Rini Tri Ristanti, S.Pd., Ketua PCM Weru, serta Ketua PRM Desa Krajan Bapak Supadi, S.Pd.I.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Rukun Sesama Teman yang diikuti dengan penuh semangat oleh para peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ecoprint, yaitu teknik membatik atau mentransfer warna alami dari daun, bunga, maupun kulit kayu secara langsung ke kain.

Acara meriah dipandu oleh Ibu Giyarni, S.Pd.I. selaku MC. Bertindak sebagai dirigen adalah Ibu Titik Haryani, SE., S.Pd.I. Dalam laporan ketua panitia, Ibu Susiloningsih, S.Pd.I. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta serta apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan.

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan milad, aekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah antara guru, peserta didik, serta wali murid BA se-Kecamatan Weru.

Milad
Semaraknya acara bersama anak-anak RA BA se-Weru

Ketua Aisyiyah Majelis Dasmen PCA Weru, Ibu Hj. Sukini, S.Pd.I., M.Pd., berkenan menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Gebyar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29.

Sebanyak 22 lembaga RA BA se-Kecamatan Weru turut berpartisipasi, yakni RA BA Aisyiyah Sangen 1, Sangen 2, Karangwuni, Ngepungsari, Klarohan, Sidowayah, Tegalsari, Tawang, Beran, Nandan, Watukelir, Karangtengah 1, Karangtengah 2, Grogol 1, Grogol 2, Weru 1, Weru 2, Alasombo, Babadan, An Nur Kersan, Sawahan, dan Gangin.

Kebersamaan ratusan peserta dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat ukhuwah, kreativitas, serta pendidikan karakter Aisyiyah sejak usia dini.

Kontributor: Bapak Budi Purwanto, S.Pd.I. 
Tingkatkan Keterampilan Kreatif, MEK dan LBSO PRA Tegalsari Gelar Praktik Batik Cabut Warna

Tingkatkan Keterampilan Kreatif, MEK dan LBSO PRA Tegalsari Gelar Praktik Batik Cabut Warna

Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) bersama Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari mengadakan kegiatan praktik Batik Cabut Warna pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta produktivitas para pengurus melalui kegiatan seni dan keterampilan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif.

Kegiatan dilaksanakan pada pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Supanti, Sabrang, Tegalsari, Weru, Sukoharjo. Kegiatan diikuti oleh seluruh pengurus PRA Tegalsari dengan suasana yang penuh semangat, antusias, dan kebersamaan.

Batik Cabut Warna
Batik Cabut Warna karya PRA Tegalsari 

Praktik Batik Cabut Warna dipandu oleh Ibu Ari Nugrahaningsih, S.Pd. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan sekaligus praktik secara langsung mengenai teknik pembuatan batik cabut warna. Para peserta mengikuti setiap tahapan yang diberikan dengan seksama, kemudian mencoba mempraktikkannya secara bersama-sama.

Batik cabut warna merupakan salah satu teknik menghias kain dengan proses menghilangkan atau mencabut warna pada bagian tertentu sehingga menghasilkan motif dan corak yang menarik. Teknik ini memberikan ruang bagi peserta untuk berkreasi dan menghasilkan motif sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para pengurus tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga berkesempatan untuk belajar melalui praktik secara langsung. Sesekali muncul diskusi dan saling berbagi pengalaman di antara peserta, sehingga suasana belajar terasa lebih santai dan menyenangkan.

Ketua dan pengurus PRA Tegalsari memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh MEK dan LBSO tersebut. Kegiatan keterampilan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menggali potensi para pengurus, khususnya dalam bidang seni, budaya, keterampilan, dan ekonomi kreatif.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan praktik bersama juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan antar-pengurus PRA Tegalsari. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan berbagai program organisasi.

Melalui kegiatan Batik Cabut Warna ini, MEK dan LBSO PRA Tegalsari berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan praktik saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara produktif. Ke depan, keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi.

Kegiatan ditutup dengan melihat hasil praktik dan berbagi pengalaman selama proses pembuatan batik. Para peserta tampak antusias dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan materi keterampilan lainnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PRA Tegalsari untuk terus menghadirkan kegiatan yang edukatif, kreatif, produktif, dan memberdayakan, sekaligus menumbuhkan semangat berkarya serta meningkatkan potensi ekonomi para pengurus dan anggota.

Reporter: Ibu Yanika Manik
Kajian Rutin Aisyiyah Desa Ngreco, Ustaz Muhammad Syukron Sampaikan tentang Ikhtiar Melunasi Utang

Kajian Rutin Aisyiyah Desa Ngreco, Ustaz Muhammad Syukron Sampaikan tentang Ikhtiar Melunasi Utang

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Ngreco mengadakan kajian rutin pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Masjid Ar Rohim Ngrawan mulai pukul 12.30 WIB. Kegiatan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi serta menambah ilmu keagamaan bagi jamaah Aisyiyah Desa Ngreco.

Acara dipandu oleh Ibu Sabtiyaningsih selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ibu Yeni Murniati dan diikuti oleh seluruh jamaah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PRA Desa Ngreco beserta ibu-ibu Aisyiyah Desa Ngreco.

Dalam sambutannya, Ketua PRA Desa Ngreco, Ibu Dra. Listyo Kasni, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menuntut ilmu dan menambah wawasan keislaman. Beliau berharap setiap ilmu yang diperoleh dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ust. Muh Syukron
Ustaz Muhammad Syukron menyampaikan terkait cara melunasi utang 

Pada acara inti, Ustaz Muhammad Syukron, S.Sy., menyampaikan kajian tentang ikhtiar seorang muslim dalam melunasi utang. Beliau menjelaskan sebuah doa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud sebagai doa perlindungan dari delapan perkara yang dapat memberatkan kehidupan seseorang.

Di antaranya adalah berlindung dari keluh kesah dan kesedihan, berlindung dari kelemahan dan kemalasan, berlindung dari sifat pengecut dan kikir, serta berlindung dari tekanan utang dan kezaliman manusia.

Selain itu, beliau juga menjelaskan pentingnya tawakal dan ketaatan kepada Allah Swt. sebagai jalan mendapatkan pertolongan-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Surah An-Nur ayat 55.

Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk memperbanyak doa, memperkuat ikhtiar, dan meningkatkan ketakwaan agar Allah memberikan kemudahan dalam setiap urusan, termasuk dalam melunasi utang.

Kajian PRA Ngreco
Suasana kajian rutin PRA Ngreco

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para jamaah. Acara kemudian ditutup dengan hamdalah dan harapan ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Kontributor: Ibu Sabtiyaningsih
Apel Akbar Ponpes Sangen, Ustaz Fauzan Nasrullah Paparkan Nilai-Nilai Perjuangan KH Ahmad Dahlan

Apel Akbar Ponpes Sangen, Ustaz Fauzan Nasrullah Paparkan Nilai-Nilai Perjuangan KH Ahmad Dahlan

Apel Akbar Senin, 3 Juli 2026, di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah (PPM) Sangen berlangsung khidmat dengan pembinaan yang disampaikan oleh Ustaz Fauzan Nasrullah, S.Ag.

Mengusung semangat perjuangan pendiri Muhammadiyah, beliau mengajak seluruh santri untuk menanamkan jiwa pembaharu melalui pengamalan nilai-nilai perjuangan KH. Ahmad Dahlan.

Ustaz Fauzan Nasrullah
Ustaz Fauzan mengingatkan tentang nilai perjuangan KH. Ahmad Dahlan 

Dalam arahannya, Ustaz Fauzan menekankan tiga amanah utama yang harus dipegang teguh oleh setiap santri. Pertama, amanah agama, yakni menjaga konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam, baik ketika berada di lingkungan pesantren maupun saat berada di luar gerbang pesantren.

Kedua, amanah ilmu, yang diwujudkan dengan semangat belajar dan mengamalkan slogan santri: “Unggul dalam intelektualitas, unggul dalam moralitas.” Menurut beliau, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan akhlak mulia agar ilmu benar-benar membawa manfaat bagi umat.

Ketiga, amanah persatuan, yaitu membangun jiwa kebersamaan dan kesiapan untuk berkiprah di tengah umat. Santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang menyatukan, memberi solusi, serta membawa nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah masyarakat.

Apel Akbar
Suasana Apel Akbar 

Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh santri PPM Sangen semakin termotivasi untuk menjadi generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan siap melanjutkan semangat dakwah serta pembaruan yang telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Kepala MAM Pontren Sangen)
Majelis Kesehatan PCA Weru Laksanakan Sosialisasi Program Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Majelis Kesehatan PCA Weru Laksanakan Sosialisasi Program Desa Sehat Mandiri Aisyiyah

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru melaksanakan acara sosialisasi DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) pada kegiatan pengajian rutin PRA Karanganyar. Tepatnya pada Ahad, 2 Agustus 2026, bertempat di Masjid Al Karomah, Kedungaron.

Pengajian rutin kali ini mendatangkan pemateri Ustaz Sutardi, S.Ag., penyuluh agama KUA Kecamatan Weru. Setelah tausiah, barulah sosialisasi dimulai, dihadiri perwakilan 10 ranting se-Cabang Weru.

Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA) adalah program unggulan pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas yang digagas oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk digerakkan hingga tingkat ranting.

Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA)
Sosialisasi Desa Sehat Mandiri Aisyiyah (DSMA)

Sosialisasi diawali dengan sambutan pengurus harian PCA Weru yang diwakili oleh Ibu Kamsiyem, M.Pd.I. Beliau mengajak seluruh warga Aisyiyah menyambut baik program DSMA dengan menjadi kader kesehatan.

Kemudian Ibu Kamsi menyerahkan SK DSMA kepada Ketua Ranting Aisyiyah Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag. Untuk sosialisasi DSMA disampaikan oleh Ibu Anik Murdaningsih.

Dengan program DSMA, diharapkan setiap desa bisa mengatasi kegawatdaruratan secara mandiri khususnya bidang kesehatan. Desa yang mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang mempunyai tenaga nakes.

Aisyiyah mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam penerapan 16 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga dimulai dari klaster kesehatan ibu, anak, dan gizi.

Persalinan wajib ditolong oleh tenaga kesehatan serta didahului dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin. Setelah lahir, bayi harus mendapatkan pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan, dan pertumbuhannya dipantau dengan menimbang balita setiap bulan di Posyandu.

Seluruh anggota keluarga juga perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang serta mengonsumsi garam beryodium, disertai dengan kewajiban minum tablet tambah darah bagi ibu hamil atau remaja putri untuk mencegah anemia.

Dari sisi kesehatan lingkungan, kenyamanan tempat tinggal dijaga dengan selalu menggunakan air bersih dan menggunakan jamban sehat, serta melakukan pengelolaan dan pembuangan sampah pada tempatnya.

Rumah yang sehat juga harus menerapkan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala dan didukung dengan menggunakan lantai rumah kedap air yang bersih.

Terakhir, gaya hidup sehat masyarakat disempurnakan dengan melakukan aktivitas fisik setiap hari, berkomitmen untuk tidak merokok di dalam rumah, selalu mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, serta menggosok gigi secara teratur demi menjaga kesehatan jasmani secara menyeluruh.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Sutardi Bahas Pernikahan dalam Membina Keluarga Sakinah

Pengajian Rutin PRA Karanganyar, Ustaz Sutardi Bahas Pernikahan dalam Membina Keluarga Sakinah

Ahad Legi adalah jadwal pengajian rutin Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar. Kali ini, pada 2 Agustus 2026, pengajian bertempat di Masjid Al Karomah, Kedungaron. Pada hari ini masuk putaran 19 dengan peserta lebih dari 300 jemaah.

Pengajian dimulai dengan membaca basmalah, dipandu oleh Ibu Rini Rahayu, S.Pd., selaku MC. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Narti dan sari tilawah Ibu Sawitri, membaca Surat Al-Baqarah ayat 285-286.

Acara dilanjutkan dengan sambutan pertama oleh takmir Masjid Al Karomah yang diwakili oleh Bapak Suparno. Beliau mengucapkan selamat datang bagi peserta pengajian se-Desa Karanganyar dan mengajak mencari ilmu atas perintah Allah dan Sunnah Nabi Muhammad Saw., untuk bekal di akhirat nanti.

Dilanjutkan sambutan kedua oleh Ketua PRA Karanganyar yaitu Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., yang mengucapkan terima kasih kepada takmir Masjid Al Mukaromah beserta ibu-ibu pengurus yang sudah menyiapkan tempat dan snack, semoga menjadi amal baiknya. Beliau mengabsen per musala, yang tidak hadir dari Musala Al Amin Kalongan.

Ust. Tardi
Ustaz Sutardi menyampaikan tausiah tentang keluarga sakinah

Kajian inti oleh Ustaz Sutardi, S.Ag., penyuluh agama KUA Kecamatan Weru. Beliau menyampaikan tentang tiga nikmat Allah yang mahal harganya. Nikmat pertama adalah nikmat iman, yaitu iman yang baik akan bercahaya wajahnya dengan menjaga wudu.

Kedua, nikmat Islam sebagai ukuran segala langkah untuk menghadapi dunia. Dengan Islam untuk keselamatan dunia akherat. Ketiga, nikmat kesehatan yang dengannya akan membuat ringan beribadah kepada Allah. Al imanu, al Islami, wal ’afiyah.

Ustaz Sutardi juga menyampaikan hadis dari Rasulullah Saw., bahwa dalam mencari pasangan ada empat kriteria yang dicari, yakni lihat wajahnya, lihat keturunannya, lihat kekayaannya, dan lihat agamanya. Agama menjadi yang terpenting.

Fase menuju pernikahan setelah melihat kriteria, kemudian menikah dengan menggelar walimatul ursy. Semua itu hendaklah dilandasi dengan niat ibadah, agar bernilai di sisi Allah Swt.

Dalam rangka membina rumah tangga sakinah, Ustaz Sutardi menyampaikan kiat, di antaranya dengan selalu mengingatkan salat, menerima nafkah suami yang halal, menjalin kasih kasih sayang, dan selalu mendoakan suami.

Setelah materi diakhiri dengan doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyampaikan sosialisasi DSMA (Desa Sehat Mandiri Aisyiyah) yang dihadiri perwakilan 10 ranting se-Cabang Weru.

Panitia menyampaikan informasi perolehan infak hari ini mendapatkan Rp1.170.000, untuk masjid yang menjadi tempat kegiatan Rp500.000 dan Rp670.000 masuk kas PRA Karanganyar. Pengajian Ahad Legi yang akan datang di Musala Klodangan.

Reporter: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.
MTT PCM Weru Gelar Kajian Tarjih Edisi 3 Bahas Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah

MTT PCM Weru Gelar Kajian Tarjih Edisi 3 Bahas Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah

Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru kembali menggelar Kajian Tarjih di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Karakan, Weru, pada Jumat malam, 31 Juli 2026.

Kajian Tarjih yang memasuki Edisi 3 ini menghadirkan Ustaz Muhammad Ilham, S.Ag., M.Pd. sebagai pemateri. Kajian kali ini mengangkat tema “Fikih Zakat Profesi ASN: Tinjauan Fatwa Tarjih Muhammadiyah”.

Ustaz Muhammad Ilham menjelaskan bahwa zakat profesi merupakan bagian dari kajian fikih kontemporer yang berkembang sebagai respons atas berbagai bentuk penghasilan modern.

Landasan syariatnya di antaranya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 267 dan QS. At-Taubah ayat 103 yang memerintahkan kaum muslimin menunaikan infak dan zakat dari harta yang diperoleh secara baik.

Ust. Muhammad Ilham
Ustaz Ilham menyampaikan tentang zakat profesi 

Beliau juga menjelaskan bahwa menurut keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, zakat profesi hukumnya wajib bagi penghasilan yang telah memenuhi syarat, dengan mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat mal atau zakat emas. Nisabnya mengikuti nilai 85 gram emas, dengan kadar zakat sebesar 2,5 persen setelah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Peserta kemudian diajak memahami contoh perhitungan zakat profesi secara praktis sesuai panduan Muhammadiyah sehingga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan profesi lainnya.

Contoh perhitungan zakat profesi untuk gaji pegawai (kotor) Rp3.500.000,- per bulan. Setelah dipotong biaya hidup sehari-hari seperti biaya dapur/makan, pendidikan, kesehatan, listrik, pembayaran hutang, dan kebutuhan pokok lainnya ternyata masih tersisa Rp1.850.000,-. 

Jika dikalkulasi, dalam setahun ia mendapat Rp1.850.000,- x 12 = Rp22.200.000,-. Nishab zakat profesi adalah setara harga 85 gr emas murni 24 karat. Jika harga emas murni 24 karat per gram adalah Rp. 250.000,-, maka nishab zakat profesi adalah 85 x Rp. 250.000,- = Rp. 21.250.000.

Dengan demikian, gaji pegawai tersebut sudah mencapai nisab dan ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 46.250,- per bulan. Jika ingin mengeluarkan zakat per tahun, maka perhitungannya: 12 x 2,5 % x Rp. 1.850.000,- = Rp. 555.000,-. Sumber rujukan dari sini.

Kajian Tarjih
Suasana kajian di GDM Kalisige 

Semoga dengan terselenggaranya Kajian Tarjih Edisi 3 tentang Fikih Zakat Profesi ASN dalam Perspektif Fatwa Tarjih Muhammadiyah ini dapat membuka wawasan peserta tentang zakat profesi.

Reporter: Ustaz Arif Fahrudin, S.Pd.I. (Ketua MTT PCM Weru)
Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

Awalussannah TA 2026/2027, KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin Gelar Kajian Parenting

MI Muhammadiyah Gangin menggelar kegiatan Awalussanah dan Parenting bersama KB, RA BA Aisyiyah Gangin, dan MI Muhammadiyah Gangin pada Kamis, 30 Juli 2026, di Gedung MIM Gangin mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan menyamakan visi antara sekolah dan orang tua murid, memaparkan program kerja serta kegiatan pembelajaran selama satu tahun ke depan, sekaligus membangun kerja sama yang baik antara guru dan wali murid dalam mendampingi pendidikan anak.

Acara dipandu oleh Bapak Slamet Widodo selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nafis, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Seluruh peserta kemudian mengikuti pembukaan acara dengan membaca basmalah bersama.

Ust. Tardi
Kajian parenting bersama Ustaz Tardi, S.Ag.

Kepala MI Muhammadiyah Gangin, Ibu Nur Kholis Sholihah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para wali murid yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perwakilan komite sekolah yang turut hadir. Pada kesempatan itu, beliau mensosialisasikan berbagai program pendidikan di MI Muhammadiyah Gangin, termasuk jadwal kegiatan belajar mengajar.

Dijelaskan bahwa pembelajaran reguler berlangsung setiap Senin hingga Jumat di dalam kelas, sedangkan hari Sabtu dikhususkan untuk kegiatan pengembangan diri, ekstrakurikuler, praktik salat, praktik wudu, kebersihan lingkungan, outing class, dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Komite MI Muhammadiyah Gangin. Komite mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada MI Muhammadiyah Gangin serta mengajak seluruh wali murid untuk terus mendukung program-program sekolah demi kemajuan peserta didik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak M. Kodri, S.Pd.I. Setelah itu, peserta mengikuti sesi inti berupa parenting yang disampaikan oleh Ustaz Tardi, S.Ag., selaku Penyuluh Agama KUA Weru dengan tema “Mendidik Anak dengan Cinta.”

Sebelum memasuki materi utama, pemateri mengajak para peserta melakukan tepuk semangat agar suasana lebih rileks dan tidak tegang. Ustaz Tardi juga mengajak seluruh hadirin berdoa bersama agar diberikan hati yang senang, kesehatan, dan keberkahan dalam mendidik anak-anak mereka.

Dalam pemaparannya, Ustaz Tardi menekankan pentingnya pendekatan kasih sayang dalam pendidikan anak. Beliau mensimulasikan bagaimana anak berpamitan kepada orang tua ketika hendak berangkat ke sekolah sebagai bentuk pendidikan karakter yang perlu dibiasakan sejak dini.

Pemateri juga memberikan motivasi kepada para orang tua untuk senantiasa menunjukkan cinta kepada anak melalui keteladanan. Menurut beliau, orang tua hendaknya lebih sering mengajak anak melakukan kebaikan daripada sekadar menyuruh.

Sebagai contoh, kalimat “Ayo Nak, salat ke masjid bersama Bapak atau Ibu” dinilai lebih efektif dibandingkan kalimat bernada perintah seperti, “Nak, itu sudah azan, dengar tidak?” Pendekatan yang penuh kasih dan kebersamaan akan lebih mudah diterima anak serta dapat membangun hubungan yang harmonis dalam keluarga.

Suasana semakin hidup ketika pemateri berinteraksi langsung dengan peserta. Ustaz Tardi menanyakan kepada para orang tua satu hal yang sering membuat mereka jengkel. Salah seorang peserta menjawab, “HP, jika dipanggil tidak merespons.”

Dari jawaban tersebut, pemateri mengajak para orang tua memahami tantangan pengasuhan di era digital sekaligus mencari solusi dengan pendekatan yang lebih bijak dan komunikatif.

Parenting
Suasana acara parenting 

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi parenting. Mereka menyimak penjelasan dengan penuh perhatian dan aktif merespons berbagai pertanyaan yang disampaikan pemateri. Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama sebagai ungkapan syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh manfaat.

Melalui kegiatan Awalussanah dan Parenting ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter Islami.

Kontributor: Bapak Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.