Pengajian Rutin PRA Tegalsari, Ustaz Nasrullah Bahas Perempuan yang Tidak Boleh Dinikahi
Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Tegalsari kembali menyelenggarakan Pengajian Rutin ‘Aisyiyah Tegalsari pada Ahad, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda, Bugel, Tegalsari, Weru ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan anggota ‘Aisyiyah serta masyarakat sekitar.
Pengajian rutin tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara sebulan sekali pada pekan ketiga sebagai salah satu upaya memperkuat wawasan keislaman, meningkatkan pemahaman agama, serta mempererat silaturahmi di antara warga ‘Aisyiyah dan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an. Selanjutnya, Kepala Desa Tegalsari, Bapak Nugroho Dwi Susilo, memberikan sambutan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PRA Tegalsari, Ibu Sulis Setyaningsih, S.E.
Memasuki acara inti, kajian disampaikan oleh Ustaz Nasrullah dari Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kajiannya, beliau membahas mengenai perempuan yang tidak boleh dinikahi, berdasarkan tuntunan dan ketentuan dalam ajaran Islam.
![]() |
| Ustaz Nasrullah membahas tentang wanita yang haram dinikahi menurut Islam |
Materi tersebut menjadi pembahasan penting bagi jamaah karena berkaitan dengan pemahaman mengenai batasan-batasan pernikahan dalam Islam. Melalui kajian ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga semakin memahami pentingnya menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Pengajian rutin PRA Tegalsari diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas kehidupan keislaman perempuan di tengah masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan secara rutin setiap pekan ketiga, PRA Tegalsari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari gerakan ‘Aisyiyah yang berkemajuan.
Reporter: Yanika Manik
Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.