√ Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu - Muhammadiyah Weru

Pengajian Rutin PRA Karanganyar Putaran ke-21, Ustaz Ngatemin Kobarkan Semangat Menuntut Ilmu

Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karanganyar kembali menggelar pengajian rutin Ahad Legi pada Ahad, 11 Oktober 2026. Pengajian putaran ke-21 ini bertempat di Musala Miftahul Jannah, Pindan, dan diikuti lebih dari 350 jemaah.

Acara diawali dengan pembacaan basmalah oleh pembawa acara, Ibu Lilis Suryani, S.Pd. Selanjutnya, Ibu Sayuti membacakan ayat suci Al-Qur’an, sedangkan sari tilawah disampaikan oleh Ibu Sularmi dengan membacakan Surah Al-Infithar ayat 1–19.

Ketua PRA Karanganyar, Ibu Arifah Rahmawati, S.Ag., menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan terima kasih kepada takmir Musala Miftahul Jannah, Pindan, serta ibu-ibu peserta pengajian Ahad Legi yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Pak Ngatemin
Ustaz Ngatemin mengisi pengajian rutin PRA Karanganyar Weru

Secara khusus, beliau menyampaikan terima kasih kepada Ibu Hj. Warno Warti yang telah menyediakan tempat beserta segala perlengkapan dan hidangan untuk kegiatan pengajian. Beliau berharap kebaikan tersebut menjadi amal saleh bagi beliau beserta keluarga.

Ibu Arifah juga mengajak seluruh jemaah untuk terus bersemangat dalam thalabul ilmi serta senantiasa memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. agar kelak memperoleh syafaat pada hari kiamat dan mendapatkan surga Allah Swt.

Selanjutnya, sebagai bentuk perhatian, beliau juga melakukan presensi kehadiran setiap musala. Tercatat, Musala Tlemek tidak hadir karena sedang ada musibah kematian atau kesripahan dari warganya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Sugito selaku Kepala Desa Karanganyar. Beliau memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap bersemangat mengikuti pengajian dan mencari ilmu meskipun cuaca terasa panas.

Kajian inti disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Ngatemin, M.Ag. yang mengingatkan pentingnya menjaga semangat menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan keimanan dan mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.

Ustaz Ngatemin menyampaikan bahwa orang yang keluar dari rumah dalam keadaan berwudu untuk melaksanakan salat wajib dan mencari ilmu akan mendapatkan pahala yang besar.

Beliau juga memotivasi jemaah bahwa orang yang menyiapkan bekal, sarana, dan prasarana untuk berjuang di jalan Allah, termasuk mendukung terselenggaranya pengajian, akan memperoleh keutamaan pahala.

Ustaz Ngatemin mengingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok. Manusia tidak mengetahui kapan ajal akan menjemput.

Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa mempersiapkan amal saleh dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk beribadah serta menuntut ilmu.

Beliau juga menekankan pentingnya istikamah dalam menjalankan kebaikan. Orang-orang yang teguh dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah akan mendapatkan pertolongan serta kebaikan dari-Nya.

Semangat menghadiri pengajian hendaknya terus dijaga sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari ilmu dan menyiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Kajian rutin
Ibu-ibu Aisyiyah semangat ikuti kajian 

Dengan gaya penyampaian yang memotivasi, beliau mengajak jemaah untuk menghayati pesan, “Minggu Legi semangat ngaji, golek apa, pados ngilmi dingge nopo, sangu mati kapan mati mboten reti.” Pengajian adalah ikhtiar mencari ilmu sebagai bekal menghadapi kematian yang waktunya tidak diketahui.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Ngatemin juga mengulas Surah Az-Zumar ayat 71–75. Ayat-ayat tersebut menggambarkan keadaan orang-orang yang digiring secara berombongan menuju neraka karena kekufuran mereka, serta orang-orang bertakwa yang digiring secara berombongan menuju surga.

Beliau mengajak jemaah mengambil pelajaran dari ayat-ayat tersebut agar senantiasa meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri untuk memperoleh keselamatan di akhirat.

Kajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ngatemin. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa informasi.

Pertama, laporan infak pada pengajian hari itu terkumpul sebesar Rp1.170.000 untuk kas PRA Karanganyar. Kedua, pengajian rutin Ahad Legi berikutnya direncanakan bertempat di Masjid Al-Furqon.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa penutup majelis oleh pembawa acara. Semoga jemaah terus semangat dalam menuntut ilmu, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan bekal akhirat senantiasa terjaga.

Kontributor: Ibu Kamsiyem, M.Pd.I.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.