Muhammadiyah Weru: PDM Sukoharjo
Digitalisasi Persyarikatan Muhammadiyah, PDM Sukoharjo Gelar Sosialisasi dan Aktivasi e-KTAM serta SatuMu di PCM Weru

Digitalisasi Persyarikatan Muhammadiyah, PDM Sukoharjo Gelar Sosialisasi dan Aktivasi e-KTAM serta SatuMu di PCM Weru

Dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi dan digitalisasi administrasi persyarikatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo menggelar kegiatan Sosialisasi dan Aktivasi e-KTAM, agen, dan verifikator SatuMu.

Kali ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru di kawasan Kalisige, Karakan, Weru. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB hingga magrib, dihadiri jajaran pimpinan harian PCM Weru serta ketua-sekretaris PRM se-Cabang Weru.

PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo memberikan sambutan dan arahan

Ketua PDM Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan organisasi melalui pengelolaan KMM (Korp Mubalig Muhammadiyah) yang lebih aktif oleh PCM guna mengembangkan dakwah persyarikatan.

Selain itu, beliau juga mengimbau agar PCM dan PRM lebih serius dalam pembinaan masjid dan musala, terutama terkait sertifikasi wakaf masjid-masjid Muhammadiyah.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pendirian PCM Weru dan 13 PRM yang ada di wilayah Weru. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua PDM Sukoharjo kepada Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I.

SK Pendirian
Penyerahan SK PRM se-Cabang Weru

Selanjutnya, sosialisasi pertama terkait digitalisasi keuangan Muhammadiyah dengan pembukaan rekening ranting di Bank Danamon Syariah yang disampaikan oleh Bapak Budi Atmaja selaku Branch Manager Bank Danamon.

Beliau menyampaikan bahwa Bank Danamon Syariah dipercaya menjadi mitra Muhammadiyah dalam mendukung digitalisasi sistem SatuMu di lingkungan persyarikatan, khususnya dalam pengelolaan iuran anggota yang selama ini belum tertata secara maksimal.

Rekening ranting
Sosialisasi pembukaan rekening ranting

Pak Budi menjelaskan bahwa rekening yang digunakan berupa rekening giro tanpa biaya administrasi. Proses pembukaan rekening cukup menggunakan KTP ketua dan rekening dapat dibuat atas nama PRM maupun PCM, sehingga memudahkan proses pergantian data ketika terjadi perubahan kepengurusan.

Selain itu, layanan internet banking dapat diaktifkan untuk dua orang, yakni ketua dan bendahara. Setelah sesi pemaparan selesai, proses pembukaan rekening bagi PRM dilanjutkan di ruang sebelah secara langsung.

Rekening Muhammadiyah
Pengisian form pembukaan rekening ranting

Selanjutnya, tim sosialisasi dari PDM Sukoharjo memberikan pendampingan terkait aktivasi sistem SatuMu. Dijelaskan bahwa aktivasi SatuMu harus didukung dengan kepemilikan e-KTAM yang dibuat melalui aplikasi MASA.

E-KTAM tersebut juga menjadi syarat utama untuk dapat mengakses rekening ranting yang telah dibuat. Para peserta pun mengikuti praktik langsung pembuatan e-KTAM melalui aplikasi MASA dengan pendampingan dari tim sosialisasi.

SatuMu
Sosialisasi SatuMu dan aktivasi e-KTAM

Harapan ke depan, pengelolaan administrasi dan keuangan persyarikatan Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting semakin tertata, modern, serta mampu mendukung perkembangan dakwah Muhammadiyah secara lebih luas dan profesional.
PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir

PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melaksanakan kegiatan kunjungan dan silaturahmi Turun ke Bawah (Turba) ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir ini dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh unsur pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Weru dan Ketua PCA Weru beserta jajaran pimpinan harian, para ketua majelis dan lembaga, serta para kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di lingkungan PCM Weru.

Turba
Kegiatan turba PDM Sukoharjo 

Sementara itu dari PDM Sukoharjo hadir langsung Ketua PDM Sukoharjo, Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Turba PDM Sukoharjo untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan pembinaan kepada pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Rangkaian kegiatan Turba tersebut dipandu oleh Wakil Bendahara PCM Weru, Bapak Makmuri, S.Ag. selaku pembawa acara. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.

Turba
Suasana pembukaan pertemuan

Setelah itu, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan komitmen dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selanjutnya kultum iftitah disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Weru, Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag, yang juga Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kultum singkat ini, beliau mengingatkan pentingnya berorganisasi dalam rangka menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Ustaz Saifudin mengutip ayat yang sangat populer di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang menyeru agar ada sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar.

Kultum iftitah
Kultum iftitah Ustaz Saifudin 

Menurut pandangan beliau, ayat ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk membangun organisasi dakwah yang teratur dan terarah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan dalam kebersamaan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika tiga orang bepergian bersama, maka hendaknya mereka menunjuk salah satu di antara mereka sebagai pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap kebersamaan diperlukan kepemimpinan agar perjalanan dan tujuan dapat berjalan dengan baik dan tertata.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Ketua PDM Sukoharjo yang telah berkenan melaksanakan kegiatan Turba di wilayah PCM Weru.

Pak Mardi mengingatkan kembali sejarah berdirinya PCM Weru yang dirintis pada tahun 1964. Perintisan tersebut diinisiasi oleh Bapak Abdul Salam dari Ngepungsari bersama sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya yang kini sebagian besar telah berpulang.

Ketua PCM Weru
Sambutan Ketua PCM Weru 

Beliau juga menyebutkan nama-nama para ketua ranting perdana di seluruh wilayah Cabang Weru sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka. Para perintis tersebut berjuang menegakkan dakwah Muhammadiyah di tengah berbagai tantangan pada masa itu, termasuk situasi yang tidak mudah karena adanya pengaruh PKI.

Di akhir sambutannya, Pak Mardi melaporkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadan oleh PCM Weru, di antaranya pengajian Ahad pagi yang dipusatkan di GDM Kalisige, kegiatan tarawih keliling PCM ke 13 ranting, penjadwalan imam dan khatib Salat Idulfitri, serta program santunan untuk kaum duafa yang disalurkan melalui LazisMu, dan berbagai kegiatan lainnya.

Acara inti pembinaan oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki tugas besar yang diberikan oleh Allah Swt., yaitu memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Muhammadiyah hadir untuk menyinari orang-orang yang belum mengetahui ilmu serta mengusir “kabut hitam” ketidakpahaman melalui dakwah dan pendidikan. Karena itulah Muhammadiyah sejak awal banyak mendirikan sekolah sebagai sarana mencerdaskan umat.

Ketua PDM Sukoharjo ini mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 253 yang menjelaskan tentang para rasul yang diutus untuk menyampaikan kalam Allah, dan sebagian di antara mereka ditempatkan pada derajat yang tinggi.

Menurut beliau, Muhammadiyah mengambil peran sebagai salah satu penerus risalah tersebut dengan terus menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat melalui berbagai bidang dakwah.

Pembinaan PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo menyampaikan pembinaan

Dalam perjalanan sejarahnya, Muhammadiyah juga banyak melakukan pencerahan melalui ijtihad. Berbagai pemikiran dan langkah ijtihad tersebut menghadirkan banyak kemaslahatan bagi umat Islam dan masyarakat luas.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa Allah telah memberikan banyak kemudahan kepada Muhammadiyah dengan berdirinya berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang.

AUM tersebut tidak sekadar lembaga pelayanan, tetapi dipandang sebagai media dakwah, tempat pengkaderan dalam Persyarikatan, sekaligus menjadi pendukung utama bagi keberlangsungan kegiatan Muhammadiyah.

Pak Djumari juga menekankan bahwa pimpinan AUM memiliki tanggung jawab penting dalam menanamkan identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah kepada seluruh warga di dalamnya, baik kepada siswa, santri, maupun para guru.

Disampaikan bahwa masih banyak ditemukan kasus seseorang bekerja di lingkungan Muhammadiyah, namun belum sepenuhnya memahami atau menghayati paham Muhammadiyah.

Pimpinan AUM diharapkan aktif membina organisasi otonom di lingkungan sekolah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS). Pembinaan tersebut penting agar kader-kader muda Muhammadiyah tumbuh dengan baik serta memiliki komitmen terhadap perjuangan persyarikatan.

Beliau menegaskan agar setiap AUM tetap menjaga kemurnian arah perjuangan Muhammadiyah, sehingga bebas dari paham, misi, maupun kepentingan pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berpotensi merugikan dan merusak persyarikatan.

Beliau menyampaikan bahwa salah satu tugas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah saat ini adalah memperkuat penanaman ideologi, politik organisasi, dan organisasi (ideopolitor) kepada para pimpinan serta pengelola AUM agar semakin kokoh dalam menjalankan amanah dakwah Muhammadiyah.

Melalui kegiatan Turba ini diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara PDM Sukoharjo dan PCM Weru, sehingga program-program Muhammadiyah dapat berjalan selaras dan semakin memberikan manfaat bagi umat.
Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PDM Sukoharjo: “Digital Image for Regional Growth and Prosperity”

Pelatihan Manajemen Reputasi Digital PDM Sukoharjo: “Digital Image for Regional Growth and Prosperity”

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar pelatihan manajemen reputasi digital diikuti admin media Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Sukoharjo.

Digelar di Aula KH. Ahmad Dahlan RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 12.30 WIB. Menghadirkan narasumber Mas Sholikhin, Medkom Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak.
Perwakilan dari RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo membuka acara pelatihan 

Ketua MPI PCM Sukoharjo, Mas Ahmad H. Machsuni, S.T., M.M. dalam prolog menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara yang digagas PWM diikuti seluruh PDM se-Jawa Tengah, untuk menyamakan konsep visi misi pengelolaan media digital di persyarikatan.

Direktur AIK dan Sumber Daya RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, Bapak Eko Pujiatmoko, S.E., M.Ak. dalam sambutan pembukaan pelatihan, menyatakan bahwa rumah sakit terbuka untuk kegiatan persyarikatan di Aula KH. Ahmad Dahlan. Beliau meminta support berita positif bagi rumah sakit AUM PDM Sukoharjo ini.

Materi Manajemen Reputasi Digital disampaikan oleh Mas Sholikhin. Beliau membuka dengan memaparkan algoritma dan engagement yang terjadi pada konten media sosial, yang berpengaruh pada viralnya konten yang diunggah.

Narasumber
Narasumber pelatihan dari PWM Jawa Tengah 

Pada Instagram, ketika konten diunggah maka akan tampil ke 5-10% followers. Kalau responnya positif maka jangkauan akan lebih luas ke non followers. Jika tidak, maka jangkauan tidak bertambah.

Yang audiens lakukan setelah melihat konten ada yang langsung scroll, ada yang like-comment-share, ada yang stalking, ada yang follow, dan bahkan akan ada yang menjadi loyalty followers.

Konten yang berpotensi viral, minimal mengandung tiga kriteria: mengandung kata bijak atau motivasi, relate dengan audiens, dan layak di-share. Setidaknya ada salah satu dari ketiga kriteria itu.

Pelatihan Managemen
Pelatihan diikuti admin media PCM dan AUM se-Kabupaten Sukoharjo 

Kita harus memahami bahwa audiens media sosial itu mencari hiburan, maka buatlah yang menghibur mereka dengan menyisipkan promosi di dalamnya. Cari referensi dengan melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi).

Cara meningkatkan traffic website adalah dengan optimasi SEO (Search Engine Optimisation), membuat konten berkualitas dan konsisten, share di WAG dan story, menaruh link di media sosial atau iklan berbayar, dan menjadi pengunjung ke web lain.

Di antara cara optimasi SEO adalah dengan melakukan riset keyword, optimasi SEO On-Page, dan SEO Off-Page (backlink). Gunakan alat riset kata kunci misalnya dengan Google Keyword Planner.

Selanjutnya, Mas Sholikhin menyampaikan materi terkait cara membuat artikel SEO dengan memanfaatkan tool riset keyword, kemudian menggunakan prompt tertentu agar dituliskan oleh AI, misalnya ChatGPT atau Gemini.

Pelatihan dilanjutkan dengan rencana tindak lanjut (RTL) dengan berpindah lokasi di ruangan lain karena ruangan yang sedang digunakan ini akan dipakai pelatihan Bimtek SatuMu dan e-KTAM.
Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan PDM Sukoharjo Bahas Fikih Kurban dan Permasalahan Pelaksanaannya

Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan PDM Sukoharjo Bahas Fikih Kurban dan Permasalahan Pelaksanaannya

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melalui Majelis Tarjih dan Tajdid serta Majelis Tabligh menggelar Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada Kamis pagi, 29 Mei 2025, bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo (SMK Mutuharjo).

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh unsur pimpinan PDM dan PDA Sukoharjo, PCM dan PCA se-Sukoharjo beserta ketua majelis dan lembaganya masing-masing. Ketua PDM Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh cabang dalam kegiatan dakwah persyarikatan.

Beliau memastikan kehadiran utusan dari tiap PCM dengan menyebut satu per satu cabang dan meminta peserta mengangkat tangan sebagai tanda hadir. Disampaikan pula bahwa ke depan, setiap PCM dan PCA akan mendapatkan giliran kunjungan dari pemateri PDM secara terjadwal.

Pak Djumari juga menyoroti fenomena pengajian di lingkungan Muhammadiyah yang masih banyak menghadirkan pemateri dari luar persyarikatan, yang kadang membawa perbedaan paham keagamaan.

“Kita berdakwah dengan panduan Rasulullah, dengan harapan bisa sampai ke surga-Nya Allah,” ujar beliau optimis, seraya menyampaikan bahwa semakin banyak warga yang mendaftar sebagai anggota Muhammadiyah dengan mengajukan pembuatan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM).

Ustaz Sholahuddin Sirizar
Ustaz Sholahuddin Sirizar jelaskan tentang fikih kurban

Materi kajian disampaikan oleh Ustaz H. Sholahuddin Sirizar, Lc., M.A., Direktur Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo, dengan tema “Fikih Kurban dan Permasalahan Pelaksanaannya.” Beliau menjelaskan bahwa udhhiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari kurban.

Terkait hukum berkurban, ulama berbeda pendapat. Mazhab Hanafi menyatakan wajib bagi yang mampu, sedangkan jumhur ulama menyebutkan hukumnya sunnah muakkadah. Diceritakan pula bahwa Abu Bakar dan Umar bin Khatab pernah sengaja tidak berkurban agar umat tidak menganggapnya wajib.

Kurban bisa menjadi wajib jika dinazarkan atau ketika memang beli hewan sudah diniatkan untuk kurban. Jenis hewan kurban adalah unta, sapi, dan kambing/domba, dengan syarat umur minimal sesuai ketentuan syariat.

Penyembelihan dilakukan setelah Salat Id hingga hari tasyrik. Hewan yang cacat berat seperti buta, sakit parah, atau terlalu kurus tidak sah untuk dikurbankan. Kurban terbaik adalah yang sehat sempurna, gemuk berdaging banyak, dan utuh secara fisik.

Beliau juga menjelaskan urutan keutamaan jenis hewan menurut jumhur ulama: unta, sapi, lalu kambing, sementara Malikiyah mengutamakan kambing. Satu hewan kambing cukup untuk satu keluarga, sapi untuk tujuh, dan unta untuk sepuluh.

SMK Mutuharjo
Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo

Kulit hewan kurban tidak boleh dijual, kecuali menurut pendapat Abu Hanifah, namun hasil penjualannya tetap harus disedekahkan. Distribusi daging kurban dapat dilakukan dengan dimakan sendiri, dibagikan, dan disimpan.

Pelaksanaan Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) PDM Sukoharjo ini berlangsung khidmat dan penuh semangat, semoga bisa memperkuat wawasan segenap hadirin, sekaligus semangat untuk melaksanakan dakwah yang murni dalam bingkai Muhammadiyah.
PDM Sukoharjo Gelar Evaluasi Pelaksanaan Kajian Islam Kemuhammadiyahan

PDM Sukoharjo Gelar Evaluasi Pelaksanaan Kajian Islam Kemuhammadiyahan

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan Kajian Islam Kemuhammadiyahan yang selama ini telah terlaksana, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas dakwah di lingkungan Muhammadiyah.

Evaluasi dilaksanakan di Gedung SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo pada Selasa, 11 Februari 2025 sekira pukul 21.00 WIB, dihadiri PCM se-Kabupaten Sukoharjo. Ketua PDM Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.S.I, juga menyampaikan beberapa sorotan yang ada belakangan ini.

Di antara yang menjadi sorotan adalah adanya tuduhan Muhammadiyah sebagai pelaku bid'ah, ada juga yang melabeli Muhammadiyah sebagai Wahabi. Bahkan ada yang menyebut, Muhammadiyah sekarang telah menyimpang dari ajaran KH. Ahmad Dahlan. Tuduhan datang dari mereka yang tidak tahu bagaimana Majelis Tarjih dan Tajdid menentukan suatu hukum.

PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo sampaikan sorotan yang muncul di tengah masyarakat umum

Fenomena yang juga disorot adalah banyaknya masjid Muhammadiyah tapi takmirnya bukan orang Muhammadiyah, bahkan tak ada pengajian Muhammadiyah. Di sinilah dipandang sangat penting untuk mengamankan amanah dari para wakif yang mewakafkan tanah ke Muhammadiyah.

Betapa banyak juga fenomena guru yang mengajar di Muhammadiyah, tapi paham agamanya dan gerakannya bukan Muhammadiyah. Padahal, jabatan dalam Islam adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, sebagaimana disebutkan dalam QS At taubah ayat 105.

Muhammadiyah memandang AUM sebagai media dakwah, tempat pengkaderan persyarikatan, sekaligus pendukung kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah. Dengan demikian, maka kita akan memiliki kader kompeten sehingga nantinya tak ada guru yang berpandangan beda menjadi guru di sekolah Muhammadiyah.

Selanjutnya, PDM Sukoharjo akan membuat database SDM pengelola AUM se-Kabupaten Sukoharjo, memperbanyak anggota PCM-PCA, Ortom, dan AUM. Hadirkan SDM AUM pada Kajian Islam Kemuhammadiyahan. 

Pelaksanaan Kajian Islam Kemuhammadiyahan sudah berjalan sebanyak 6 kali pada periode Agustus 2024 sampai Januari 2025. Dibagi menjadi 4 area menyesuaikan lokasi PCM yang ketempatan kajian tersebut.

Kendala yang ada di antaranya adalah tanggal pelaksanaan yang berbenturan waktu di tiap PCM sudah ada kajian, sehingga yang datang ke kajian di PCM lain yang terjadwal dari PDM Sukoharjo sangat sedikit.

Akhirnya disepakati dengan mengubah konsepnya, yakni pelaksanaan di setiap PCM menyesuaikan waktu dari PCM, tidak gabung beberapa PCM lagi. Jadi seperti pelaksanaan kajian turba.

Kendala yang muncul dari pemateri, misalnya adanya pergantian pemateri terjadwal karena tidak bisa menyesuaikan waktu yang ditentukan PCM. Juga ada masalah dengan materi yang disampaikan tidak selesai sekali pertemuan dan tidak dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.

Solusi atas kendala ini adalah dengan menyiapkan pemateri yang kompeten dan menegaskan agar materi yang disampaikan bisa selesai satu pertemuan. Penentuan pemateri kajian menjadi tanggung jawab Majelis Tablig PDM Sukoharjo.

Adanya evaluasi dengan membahas kendala yang ada dan menyimpulkan beberapa poin solusi ini diharapkan bisa mewujudkan konsep terbaik dalam melaksanakan Kajian Islam Kemuhammadiyahan dari PDM untuk setiap cabang yang ada di Kabupaten Sukoharjo ini.
Menjawab Kebutuhan Jagal Halal, PDM Sukoharjo Kukuhkan Kepengurusan JagalMu Periode 2025-2028

Menjawab Kebutuhan Jagal Halal, PDM Sukoharjo Kukuhkan Kepengurusan JagalMu Periode 2025-2028

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo secara resmi mengukuhkan kepengurusan Jagal Halal Muhammadiyah (JagalMu) Sukoharjo periode 2025-2028 dalam acara yang digelar di Gedung SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo.

Acara ini dilaksanakan pada Selasa malam, 11 Februari 2025 atau bertepatan dengan 12 Syakban 1446 H. Pelaksanaan pengukuhan berlangsung pada pukul 20.30 WIB, berlangsung dengan tertib dan lancar.

Dalam kesempatan ini, Heri Susanto dikukuhkan sebagai Ketua JagalMu Sukoharjo untuk masa bakti 2025-2028. Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh pengurus JagalMu Yogyakarta, JagalMu Klaten, serta perwakilan Juru Sembelih Halal (Juleha) Sukoharjo.

Pengukuhan JagalMu Sukoharjo
Pengukuhan JagalMu Sukoharjo oleh PDM Sukoharjo

Selain itu, turut menyaksikan prosesi ini para Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo yang memberikan dukungan penuh terhadap komunitas ini. Dari PCM Weru hadir Bapak Hasan Azis, S.Pd.I dan Wakhid Syamsudin.

JagalMu merupakan sebuah lembaga yang dibentuk sebagai wadah bagi jamaah Muhammadiyah yang memiliki keahlian dalam bidang penyembelihan hewan. Keberadaan komunitas ini sangat penting dalam menjawab kebutuhan akan tenaga jagal yang profesional dan memahami tata cara penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.

Terutama saat Iduladha, permintaan akan jagal halal meningkat pesat seiring dengan pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan secara massal. Banyak umat Islam yang ingin memastikan bahwa hewan kurban mereka disembelih dengan cara yang benar, baik dari segi kehalalan, kebersihan, maupun kesejahteraan hewan.

Dengan adanya JagalMu Sukoharjo, diharapkan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Muhammadiyah dan masyarakat luas dapat berlangsung lebih tertib, sesuai standar syariat, serta memberikan edukasi kepada umat mengenai pentingnya pemotongan halal.

Menurut Ketua PDM Sukoharjo, Bapak H. Djumari, S.Ag., M.S.I, pengukuhan JagalMu ini Pengukuhan JagalMu Sukoharjo sejalan dengan QS. Ali Imran ayat 104, yang menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. JagalMu bertujuan memastikan penyembelihan hewan sesuai syariat, sehingga umat mendapat daging halal dan tayib.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, JagalMu Sukoharjo diharapkan dapat semakin berkembang dan berkontribusi dalam penyediaan layanan penyembelihan halal yang profesional serta amanah. Memberi pencerahan bagi kebutuhan umat akan keberadaan penyembelih yang paham syariatnya.
Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan PDM Sukoharjo di GDM Weru, Ustaz Wiwaha Aji Santosa Paparkan Materi Islam Berkemajuan

Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan PDM Sukoharjo di GDM Weru, Ustaz Wiwaha Aji Santosa Paparkan Materi Islam Berkemajuan

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melaksanakan kajian rutin bulanan di wilayah PCM Weru, PCM Tawangsari, dan PCM Bulu putaran ketiga. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru di Dukuh Kalisige Desa Karakan, pada hari Ahad, 20 Oktober 2024.

Acara dipandu oleh Wakil Ketua PCM Weru Bapak Ahmad Sarwiji Majid selaku MC. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan Indonesia Raya dan Sang Surya oleh santri PPTQ Atmo Wahjono. Sambutan tunggal oleh Ketua PCM Weru Bapak H. Sumardi, S.Pd.I selaku tuan rumah.

Kajian dimoderatori oleh Wakil Ketua PCM Weru Ustaz H. Muhammad Saifudin, Lc., M.Ag. Narasumber dari PDM Sukoharjo yang berkenan menyampaikan materi pada kesempatan kali ini adalah Ustaz H. Wiwaha Aji Santosa, S.Pd.

Materi Risalah Islam Berkemajuan yang disampaikan oleh Ustaz Wiwaha dibagi menjadi 3 sub judul, yakni Konsep Dasar Islam Berkemajuan, Karakteristik Islam Berkemajuan, dan Manhaj Islam Berkemajuan.

Konsep Dasar Islam Berkemajuan


Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah yang membawa misi Islam Berkemajuan, menurut penjelasan Ustaz Wiwaha, sesungguhnya sama dengan Islam itu sendiri. Apabila dipahami dan diamalkan dengan benar, akan melahirkan umat yang unggul dan memajukan peradaban.

Ustaz Wiwaha Aji Santosa
Ustaz Wiwaha menyampaikan Risalah Islam Berkemajuan

Islam berasal dari akar kata yang mengandung makna naik atau maju, sehingga Islam adalah sesungguhnya agama yang mempertinggi derajat dan memajukan kehidupan manusia, serta memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan kemerosotan akhlak.

Kita yang berislam masih suka melakukan yang sebenarnya bukan ajaran Islam sehingga menjadikannya bias. Maka Muhammadiyah mengajak meneladani sang teladan tanpa catatan, yakni Rasulullah Muhammad ﷺ.

Berislam itu mengajak dengan hikmah dan keteladanan. Perangkat untuk melaksanakannya, sudah dikonsep oleh Muhammadiyah dengan Islam Berkemajuan, yang berusaha mengurai sikap yang membelenggu pemahaman Islam dalam satu pandangan sempit anti perubahan.

Muhammadiyah menempatkan Islam sebagai pijakan, tuntunan, dan spirit dalam menapaki perubahan, yang diwujudkan oleh Muhammadiyah dalam bentuk pemikiran, gerakan, dan perkhidmatan.

Karakteristik Islam Berkemajuan


Ustaz Wiwaha melanjutkan dengan Karakteristik Islam Berkemajuan. Ketika kita sebagai umat Islam menjalankan Islam dengan sebenar-benarnya maka Islam akan membawa kemajuan dengan sendirinya.

Ada 5 karakteristik Islam Berkemajuan yang dirumuskan menjadi 5 karakter yaitu, (1) Berlandaskan pada tauhid; (2) Bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah; (3) Menghidupkan ijtihad dan tajdid; (4) Mengembangkan wasathiyah; (5) Mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.

Manhaj Islam Berkemajuan


Sebagai penutup pemaparan tentang Islam Berkemajuan, Ustaz Wiwaha menyampaikan Manhaj Islam Berkemajuan sebagai pandangan dan misi Islam yang berfokus pada kemajuan dan pencerahan kehidupan umat manusia.

Manhaj Islam Berkemajuan meliputi: 1) sumber ajarannya ialah Al Quran dan al Sunnah; 2) meyakini dimensi ajaran Islam terdiri dari akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah; 3) menggunakan tiga pendekatan yakni berbasis teks (bayani), akal pikiran (burhani), dan intuisi (irfani).

Kemudian: 4) tidak menutup ijtihad, dengan tetap terbuka serta toleran dengan perbedaan; 5) memanfaatkan teknologi dan ilmu pengetahuan; 6) tidak berafiliasi terhadap mazhab tertentu; dan 7) memandang manusia sebagai makhluk mulia.

PCM Weru, Bulu, Tawangsari
Kegiatan dihadiri dari PCM Weru, PCM Tawangsari, dan PCM Bulu

Setelah pemaparan materi dari Ustaz Wiwaha Aji Santosa, dibuka sesi tanya-jawab. Beberapa peserta menyampaikan pertanyaan kepada narasumber untuk menggali lebih lanjut tentang materi yang telah disampaikan.
PDM Sukoharjo Gelar Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan Sosialisasikan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah

PDM Sukoharjo Gelar Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan Sosialisasikan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah

Sabtu pagi sampai siang, 20 Juli 2024. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan dengan tema Kalender Hijriah Global Tunggal dengan narasumber Ustaz Ruswa Darsono, ST.

Kajian dilaksanakan di aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Dihadiri para pimpinan harian PDM dan PDA Sukoharjo beserta ketua majelis, lembaga, dan ortom, pimpinan harian PCM dan PCA se-Sukoharjo beserta ketua majelis dan lembaga serta rantingnya. Termasuk dari PCM dan PCA Weru.

Ketua Majelis Tabligh PDM Sukoharjo Ustaz Ahmad Zanin Nu'man, M.Pd.I selaku ketua panitia mengatakan bahwa kajian ini adalah amanah dari PP Muhammadiyah agar PDM melaksanakan sosialisasi produk baru Majelis Tarjih dan Tajdid yakni Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang terbit bersamaan tahun baru Islam 1 Muharram 1446 H bertepatan dengan Ahad, 7 Juli 2024 M.

Ketua PDM Sukoharjo Bapak H. Djumari, S.Ag, M.Si mengutip salah satu lirik Mars Muhammadiyah: Di timur fajar cerah gemerlapan mengusir kabut hitam, menggugah kaum muslimin tinggalkan peraduan. Menurut beliau, ini adalah ikhtiar dari persyarikatan dengan memajukan Indonesia dengan pencerahannya, termasuk kehadiran KHGT.

KHGT
Ustaz Ruswa Darsono sosialisasikan KHGT

Kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan dengan tema Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) ini mendatangkan narasumber dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah yang merupakan pakar ilmu hisab yakni Ustaz Ruswa Darsono, ST. Dipandu oleh Ustaz Imam Waladi, M.Ag selaku moderator.

Latar belakang lahirnya KHGT, menurut pemaparan Ustaz Ruswa Darsono adalah belum adanya kalender Islam bersifat seragam agar dapat menyatukan sistem penanggalan dan menentukan hari-hari besar Islam secara konsisten.

Jamaluddin Abdur Raziq dari Maroko, sebagai penemu rumusan kalender global Islam tunggal menyebutkan bahwa ada 3 prinsip dasar kalender kamariah (Hijriah) agar diterima sebagai kalender internasional.

Ketiga prinsip itu adalah: (1) dijadikannya hisab sebagai dasar, (2) adanya prinsip imkan rukyat atau mempertimbangkan kemungkinan terlihatnya hilal, dan (3) dijadikannya waktu tengah malam di garis internasional sebagai awal waktu dan tempat permulaan hari.

Sejarah KHGT diawali sejak Konferensi OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) di Istambul pada tahun 1978. Lalu Konferensi OKI Maret 2008. Kemudian Temu Pakar ICESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Islam Dunia) Oktober 2008, dan Konferensi Turki 28-30 Mei 2016 yang memilih KHGT dalam votingnya.

Muhammadiyah Sukoharjo
Dihadiri para pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Sukoharjo

Kalender Hijriah Global adalah penggunaan hisab dan kesatuan mathla', bila ada satu tempat yang melihat bulan, maka seluruh dunia wajib mengikutinya. Dilakukan transfer imkan rukyat yakni memindahkan hasil rukyat yang mungkin dilihat di suatu tempat ke semua tempat di dunia.

Kalender Hijriah Global dengan menerima garis batas tanggal internasional yaitu hari mulai dan berakhir pada tengah malam di garis bujur 180°. Kemudian menggunakan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Digunakan untuk kepentingan ibadah dan duniawi.

Akhirnya, semoga keputusan PP Muhammadiyah dengan penerimaan terhadap konsep KHGT ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tatanan kehidupan dunia yang lebih baik dan berwawasan ke depan.
Rakerda Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sukoharjo Periode Muktamar 48

Rakerda Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sukoharjo Periode Muktamar 48

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar rapat kerja daerah (rakerda) bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo pada hari Ahad, 9 Juni 2024.

Dihadiri perwakilan pengurus MPI dari setiap cabang di Kabupaten Sukoharjo masing-masing 2 utusan, yakni MPI dari PCM Blimbing, Bekonang, Kartasura, Nguter, Tawangsari, Weru, Gatak, Baki, Sukoharjo, Bulu, Grogol, dan Bendosari.

Secara keseluruhan yang hadir adalah perwakilan MPI PCM sejumlah 24 orang, anggota MPI PDM Sukoharjo 12 orang, Bidang Media/Kominfo Ortom 6 orang, perwakilan majelis dan lembaga 21 orang, dan Humas AUM 10 orang.

Perwakilan dari MPI PCM Weru yang mengikuti rakerda adalah Pak Kusnia Arianto dan Pak Irfan Nur Hidayat, sekretaris dan bendahara MPI PCM Weru. Adapun tema yang diangkat adalah “Optimalisasi Sumber Daya Kader di Bidang Literasi, Digitalisasi, dan Teknologi Informasi”.

Rakerda MPI
Rakerda MPI PDM Sukoharjo

Acara pembukaan sekira pukul 08.30 WIB. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Dilanjutkan sambutan-sambutan. Acara inti dengan 3 narasumber yakni Bapak Sunarno, S.E, M.Eng, Bapak Rustam Aji, S.Ag, dan Bapak Gunawan Ariyanto, ST., M.Kom.

Dalam sambutan, Ketua Panitia Prof. Supriyono, ST, MT menyampaikan bahwa Majelis Pustaka dan Informasi mempunyai peran strategis dalam pengembangan dakwah di era digital seperti sekarang ini.

PDM Sukoharjo
Sambutan dari PDM Sukoharjo disampaikan oleh dr. Guntur Subiyantoro

Sambutan dari PDM Sukoharjo yang disampaikan oleh Bapak dr. Guntur Subiyantoro. Beliau berharap, MPI dapat menjadi humas yang menyebarluaskan dan mensosialisasikan kegiatan-kegiatan PDM dengan mengoptimalisasi media sosial milik Muhammadiyah.

Acara inti workshop dengan moderator Pak Tegar S. Ahimza. Penyampaian dari narasumber pertama yakni Bapak Sunarno, S.E, M.Eng yang menjabat sebagai Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Sukoharjo dengan tema Medsos dan Transformasi Digital.

Menurut beliau, Muhammadiyah harus bisa mengikuti perkembangan atau transformasi digital dalam strategi dakwah. Optimalisasi penggunaan medsos dengan membuat konten yang sesuai karakteristik pemirsa.

Rakerda MPI PDM Sukoharjo
Narasumber workshop rakerda MPI PDM Sukoharjo

Narasumber kedua adalah Ketua MPI PWM Jawa Tengah Bapak Rustam Aji, S.Ag yang juga menjabat sebagai Redaktur Pelaksana Tribun Jateng, menyampaikan tema Mewujudkan Semesta Digital Islam Berkemajuan melalui Multiplatform. Beliau merasa sangat perlu perencanaan yang baik atau membuat peta jalan dalam pengembangan platform digital.

Narasumber terakhir Kepala Biro Humas dan Pemeringkatan UMS Bapak Gunawan Ariyanto, ST., M.Comp.Sc, Ph.D membawakan tema Roadmap atau Peta Jalan IT. Menurut penuturan beliau, pemanfaatan teknologi bisa disesuaikan dengan kebutuhan persyarikatan.

Acara berlanjut dengan pemaparan program kerja MPI PDM Sukoharjo yang disampaikan langsung oleh Ketua MPI PDM Sukoharjo yakni Bapak Ir. Ahmad H Machsuni, ST, MM dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab.

Kontributor: Kusnia Arianto