√ PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir - Muhammadiyah Weru

PDM Sukoharjo Laksanakan Turba ke PCM Weru di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melaksanakan kegiatan kunjungan dan silaturahmi Turun ke Bawah (Turba) ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru pada Kamis, 5 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir ini dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh unsur pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Weru dan Ketua PCA Weru beserta jajaran pimpinan harian, para ketua majelis dan lembaga, serta para kepala sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di lingkungan PCM Weru.

Turba
Kegiatan turba PDM Sukoharjo 

Sementara itu dari PDM Sukoharjo hadir langsung Ketua PDM Sukoharjo, Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Turba PDM Sukoharjo untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan pembinaan kepada pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang.

Rangkaian kegiatan Turba tersebut dipandu oleh Wakil Bendahara PCM Weru, Bapak Makmuri, S.Ag. selaku pembawa acara. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhidmatan suasana.

Turba
Suasana pembukaan pertemuan

Setelah itu, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Sang Surya sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan komitmen dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Selanjutnya kultum iftitah disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Weru, Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag, yang juga Mudir Ponpes Modern Muhammadiyah Sangen. Dalam kultum singkat ini, beliau mengingatkan pentingnya berorganisasi dalam rangka menegakkan amar makruf nahi mungkar.

Ustaz Saifudin mengutip ayat yang sangat populer di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 104 yang menyeru agar ada sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan yang makruf, dan mencegah yang mungkar.

Kultum iftitah
Kultum iftitah Ustaz Saifudin 

Menurut pandangan beliau, ayat ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk membangun organisasi dakwah yang teratur dan terarah. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan dalam kebersamaan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika tiga orang bepergian bersama, maka hendaknya mereka menunjuk salah satu di antara mereka sebagai pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap kebersamaan diperlukan kepemimpinan agar perjalanan dan tujuan dapat berjalan dengan baik dan tertata.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PCM Weru, Bapak H. Sumardi, S.Pd.I. Beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Ketua PDM Sukoharjo yang telah berkenan melaksanakan kegiatan Turba di wilayah PCM Weru.

Pak Mardi mengingatkan kembali sejarah berdirinya PCM Weru yang dirintis pada tahun 1964. Perintisan tersebut diinisiasi oleh Bapak Abdul Salam dari Ngepungsari bersama sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya yang kini sebagian besar telah berpulang.

Ketua PCM Weru
Sambutan Ketua PCM Weru 

Beliau juga menyebutkan nama-nama para ketua ranting perdana di seluruh wilayah Cabang Weru sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka. Para perintis tersebut berjuang menegakkan dakwah Muhammadiyah di tengah berbagai tantangan pada masa itu, termasuk situasi yang tidak mudah karena adanya pengaruh PKI.

Di akhir sambutannya, Pak Mardi melaporkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadan oleh PCM Weru, di antaranya pengajian Ahad pagi yang dipusatkan di GDM Kalisige, kegiatan tarawih keliling PCM ke 13 ranting, penjadwalan imam dan khatib Salat Idulfitri, serta program santunan untuk kaum duafa yang disalurkan melalui LazisMu, dan berbagai kegiatan lainnya.

Acara inti pembinaan oleh Ketua PDM Sukoharjo, Bapak Drs. Djumari, S.Ag., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki tugas besar yang diberikan oleh Allah Swt., yaitu memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Muhammadiyah hadir untuk menyinari orang-orang yang belum mengetahui ilmu serta mengusir “kabut hitam” ketidakpahaman melalui dakwah dan pendidikan. Karena itulah Muhammadiyah sejak awal banyak mendirikan sekolah sebagai sarana mencerdaskan umat.

Ketua PDM Sukoharjo ini mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 253 yang menjelaskan tentang para rasul yang diutus untuk menyampaikan kalam Allah, dan sebagian di antara mereka ditempatkan pada derajat yang tinggi.

Menurut beliau, Muhammadiyah mengambil peran sebagai salah satu penerus risalah tersebut dengan terus menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat melalui berbagai bidang dakwah.

Pembinaan PDM Sukoharjo
Ketua PDM Sukoharjo menyampaikan pembinaan

Dalam perjalanan sejarahnya, Muhammadiyah juga banyak melakukan pencerahan melalui ijtihad. Berbagai pemikiran dan langkah ijtihad tersebut menghadirkan banyak kemaslahatan bagi umat Islam dan masyarakat luas.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa Allah telah memberikan banyak kemudahan kepada Muhammadiyah dengan berdirinya berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang.

AUM tersebut tidak sekadar lembaga pelayanan, tetapi dipandang sebagai media dakwah, tempat pengkaderan dalam Persyarikatan, sekaligus menjadi pendukung utama bagi keberlangsungan kegiatan Muhammadiyah.

Pak Djumari juga menekankan bahwa pimpinan AUM memiliki tanggung jawab penting dalam menanamkan identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah kepada seluruh warga di dalamnya, baik kepada siswa, santri, maupun para guru.

Disampaikan bahwa masih banyak ditemukan kasus seseorang bekerja di lingkungan Muhammadiyah, namun belum sepenuhnya memahami atau menghayati paham Muhammadiyah.

Pimpinan AUM diharapkan aktif membina organisasi otonom di lingkungan sekolah, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci (TS). Pembinaan tersebut penting agar kader-kader muda Muhammadiyah tumbuh dengan baik serta memiliki komitmen terhadap perjuangan persyarikatan.

Beliau menegaskan agar setiap AUM tetap menjaga kemurnian arah perjuangan Muhammadiyah, sehingga bebas dari paham, misi, maupun kepentingan pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berpotensi merugikan dan merusak persyarikatan.

Beliau menyampaikan bahwa salah satu tugas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah saat ini adalah memperkuat penanaman ideologi, politik organisasi, dan organisasi (ideopolitor) kepada para pimpinan serta pengelola AUM agar semakin kokoh dalam menjalankan amanah dakwah Muhammadiyah.

Melalui kegiatan Turba ini diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara PDM Sukoharjo dan PCM Weru, sehingga program-program Muhammadiyah dapat berjalan selaras dan semakin memberikan manfaat bagi umat.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.