√ Pelatihan Keahlian Calon Driver dan Co-Driver AmbulanMu Muhammadiyah Ranting Grogol - Muhammadiyah Weru

Pelatihan Keahlian Calon Driver dan Co-Driver AmbulanMu Muhammadiyah Ranting Grogol

Ketika kita berbicara tentang penyelamatan nyawa dan tanggap cepat dalam situasi darurat, peran seorang driver ambulans menjadi kunci dalam memastikan pasien terjamin mendapatkan perawatan yang tepat waktu. 

Namun, menjadi seorang driver ambulans bukanlah sekadar tentang mengemudi kendaraan dengan cepat, tetapi juga memerlukan keterampilan, pengetahuan medis yang mendasar, serta keahlian interpersonal yang solid.

Pelatihan driver ambulans adalah tahapan penting yang mendidik para profesional ini untuk bertindak dalam situasi yang mendesak dengan kecepatan, keamanan, dan kesadaran akan keadaan medis pasien.

Pelatihan
Pelatihan driver ambulans

Dalam training ini, para calon driver ambulans juga belajar mengenai penanganan darurat, navigasi cepat di jalanan yang padat, dan komunikasi efektif dengan tim medis.

Dengan memahami mendalam tentang aspek-aspek ini, mereka juga difasilitasi untuk menjadi rekan yang andal dalam tim pelayanan kesehatan darurat, memastikan penanganan cepat dan efisien bagi setiap pasien. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang peralatan medis yang ada di dalam ambulans serta prosedur keselamatan yang harus diikuti.

Sehubungan hal tersebut, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Grogol menggandeng Relawan RTCD peduli yang membidangi ambulans, Selasa, 14 Mei 2024, bertempat di pendapa Taman Barepan mengadakan pelatihan bagi driver dan co-driver AmbulanMu Muhammadiyah Ranting Grogol.

Pelatihan ambulans diikuti 6 driver dan 2 co-driver dengan materi Keahlian Mengemudi, yakni teknik mengemudi defensif dan responsif di jalan raya. Keterampilan dalam mengoperasikan kendaraan dengan cepat dan aman tanpa mengorbankan keselamatan pasien.

Driver ambulanaPelatihan medis dasar

Pengetahuan Medis Dasar agar paham kondisi medis umum yang mungkin akan dihadapi dalam perjalanan darurat. Mengetahui bagaimana bertindak saat pasien membutuhkan pertolongan sebelum mencapai pusat medis.

Komunikasi dan Kolaborasi, yakni belajar untuk berkomunikasi secara efektif dengan pasien, anggota tim medis, dan pihak berwenang. Berkoordinasi dalam situasi darurat dengan pemahaman yang jelas terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing.

Mbah Drono dari RCTD menyampaikan, “Pelatihan driver ambulans juga melibatkan simulasi situasi keadaan darurat di mana calon driver menghadapi skenario-skenario yang menuntut respons cepat dan tepat. Tentu saja ini membantu mereka untuk memahami tekanan yang mungkin mereka hadapi di lapangan dan mempersiapkan mental serta keterampilan mereka secara optimal.”

Bapak Drs. Subeno selaku Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Grogol di tempat terpisah menyampaikan bahwa driver ambulans bukan sekadar sopir kendaraan darurat, tetapi mereka adalah bagian penting dari tim medis yang menyelamatkan nyawa.

“Training yang komprehensif, mencakup aspek pengemudi yang sangat terampil dan pengetahuan medis yang mendasar, adalah kunci utama untuk memastikan bahwa mereka siap dalam setiap situasi darurat,” kata Bapak Drs. Subeno.

Maka dari Itu, lanjut beliau, investasi dalam pelatihan yang tepat akan menghasilkan driver ambulans yang kompeten, siap, dan responsif dalam menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di jalan.

Reporter: Bapak Kadir Sagiman

Get notifications from this blog

1 komentar

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.