Muhammadiyah Weru: PCA Weru
Temu Ranting PCA Weru: Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah

Temu Ranting PCA Weru: Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru menggelar kegiatan Temu Ranting dengan tema “Silaturahmi Aisyiyah Cabang Weru Satu Tekad Satu Tujuan Dalam Berdakwah”. Dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalisige, Karakan, Weru, pada Jumat siang, 19 Juni 2026.

Pada Temu Ranting ini yang bertugas adalah PRA Grogol, kegiatan ini dipandu oleh Ibu Puji. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Ibu Harsini. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars Aisyiyah dipimpin oleh Ibu Siti Isnaini.

Temu ranting
Temu ranting PCA Weru di GDM Kalisige Weru

Sedangkan kultum iftitah disampaikan oleh Ibu Hanani. “Kita makhluk sosial yang seharusnya saling menghargai, menghormati,” kata beliau mengingatkan. “Sebagaimana hadis Nabi, bertemu dengan saudara dengan senyuman.”

Ibu Hanani menyampaikan sebuah istilah SENAM untuk kedamaian jiwa seseorang. Berupa singkatan, yakni Smile (senyuman), Eye (matanya memandang), No HP, attitude (lemah lembut), dan Mendengarkan (mendengar kabar dari teman).

Imam Al Ghazali mengatakan bahwa barang siapa ingin menjadi orang terbaik, hendaklah ia mencontoh Nabi Muhammad Saw., beliau adalah manusia sempurna penuh suri teladan.

Ketua PCA Ibu Unik Siti Zulaehah, dalam sambutan menegaskan bahwa acara temu ranting ini sekaligus memperingati Milad Aisyiyah yang ke-109. Beliau membacakan pidato milad yang bertema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”.

Bu Unik juga memaparkan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo berupa studi tiru ke Green Faros Bogor, tentang budi daya magot.

Acara dilanjutkan dengan laporan program kerja dari tiga ranting. Yang pertama, PRA Ngreco disampaikan oleh Ibu Neneng Susanti. Kedua, PRA Karangtengah disampaikan Ibu Suharmi. Terakhir, PRA Karangmojo disampaikan Ibu Jumiyati.

Kemudian laporan program kerja dari Majelis Kesehatan yang disampaikan Ibu Anik Murdaningsih. Laporan dari LPPA disampaikan oleh Ibu Sri Wahyuningsih.

Silaturahmi
Suasana silaturahmi penuh semangat 

Acara selanjutnya motivasi dari pengurus harian PCA Weru yang disampaikan oleh Ibu Triyatmi. Beliau menegaskan Aisyiyah adalah organisasi legal struktural sehingga kegiatan yang diputuskan oleh pusat menjadi kewajiban untuk ditaati.

Beliau juga menegaskan kegiatan dari pusat seperti acara milad yang akan diadakan besok Ahad, 21 Juni 2026 di UMS. Program organisasi dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh ghirah.

Ibu Triyatmi juga mengapresiasi semua laporan yang telah disampaikan. Beliau menegaskan semboyan strategis yang memandu roda gerakan dakwah akar rumput Muhammadiyah dan Aisyiyah: “Ranting itu penting, Cabang harus berkembang”.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Tingkatkan Kreativitas Bernilai Ekonomi, LBSO PCA Weru Gelar Pelatihan Membuat Batik Cabut Warna

Tingkatkan Kreativitas Bernilai Ekonomi, LBSO PCA Weru Gelar Pelatihan Membuat Batik Cabut Warna

Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Weru melalui Lembaga Budaya Seni dan Olahraga (LBSO) mengadakan pelatihan membuat batik cabut warna pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Weru, Dukuh Kalisige, Desa Karakan.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan tujuan mengajak warga ‘Aisyiyah Cabang Weru agar lebih aktif dan kreatif dalam menghasilkan karya yang bernilai jual dan memiliki nilai ekonomi.

Pelatihan ini dihadiri pengurus LBSO, pimpinan harian PCA Weru, serta perwakilan dari 12 ranting, masing-masing mengirimkan dua peserta. Satu ranting yang belum dapat mengikuti kegiatan ini adalah PRA Alasombo.

PCA Weru
Batik cabut warna karya Aisyiyah Weru

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi tentang batik cabut warna, kemudian praktik sekaligus lomba membuat karya terbaik, dan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada tiga peserta terbaik.

Ketua PCA Weru, Ibu Unik Siti Zulaikha, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa membatik merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan. Menurut beliau, melalui teknik cabut warna, peserta belajar menghasilkan karya yang indah, bernilai seni, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Bu Unik berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan tersebut tidak berhenti di ruang pelatihan saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu menambah perekonomian keluarga.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi, kerja sama, dan semangat saling mendukung antaranggota ‘Aisyiyah maupun masyarakat sekitar. “Perempuan yang berdaya insyaallah akan melahirkan keluarga dan generasi yang kuat,” ungkap beliau.

Bu Unik juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan terus berlatih setelah kegiatan selesai. Menurut beliau, keterampilan akan berkembang apabila terus diasah dengan kesabaran dan ketekunan.

Sementara itu, Ketua LBSO PCA Weru, Ibu Titik Haryani, S.E., S.Pd.I., mewakili panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah membantu menyukseskan acara pelatihan cabut warna di GDM Weru ini.

Membatik
Kegiatan seru di GDM Weru

Beliau menyampaikan bahwa panitia telah berusaha memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta merasa nyaman dan bahagia selama mengikuti kegiatan. Bu Titik mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat serta berharap seluruh rangkaian acara diberikan kelancaran dan keberkahan.

Dalam praktik dan lomba yang dilaksanakan, terpilih tiga peserta dengan hasil karya terbaik, yaitu: (1) PRA Jatingarang; (2) PRA Karangmojo; dan (3) PRA Ngreco. Selamat bagi yang terpilih sebagai peserta terbaik! Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua.

Kontributor: Ibu Susiloningsih, S.Pd.I.
Pimpinan Cabang Aisyiyah Weru Gelar Halalbihalal Bersama Guru Putri AUA dan AUM Se-Cabang Weru

Pimpinan Cabang Aisyiyah Weru Gelar Halalbihalal Bersama Guru Putri AUA dan AUM Se-Cabang Weru

Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru menggelar kegiatan Halalbihalal bersama Guru Putri AUA dan AUM se-Cabang Weru pada Selasa, 14 April 2025, dimulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Weru Kalisige.

Acara ini dihadiri oleh Ketua PCM Weru Bapak Sumardi, S.Pd.I., Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Sangen Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag., jajaran pimpinan harian PCA Weru, majelis dan lembaga PCA, perwakilan Pimpinan Ranting Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah, serta guru putri AUA dan AUM se-Weru.

Acara yang dihadiri sebanyak 160 peserta ini, diawali dengan pembukaan oleh Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P. dan Ibu Nurul Hidayati, S.T. selaku MC, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santriwati Pondok Pesantren Atwo Wahyono.

Halalbihalal
Halalbihalal PCA Weru

Kemudian segenap hadirin diminta berdiri untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Aisyiyah yang dipimpin oleh Ibu Titik Hariyani, S.E., S.Pd.I., selaku dirigen.

Ketua PCA Weru, Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I. dalam sambutan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Beliau juga menegaskan bahwa dalam sebuah organisasi, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dan dapat menjadi sarana penyegaran demi kemajuan organisasi.

Sementara itu, Ketua PCM Weru Bapak Sumardi, S.Pd.I. mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menilai Halalbihalal ini mampu membawa semangat dalam mendedikasikan diri untuk Muhammadiyah. Beliau ajak seluruh peserta untuk memanfaatkan pikiran dan hati demi kemajuan umat.

Pembacaan ikrar halalbihalal oleh Ibu Kamsiyem, M.Pd.I. yang diikuti seluruh peserta. Ikrar tersebut berisi ajakan untuk saling memberi maaf, memaafkan, serta membersihkan hati dengan penuh empati.

Aisyiyah Weru
Suasana halalbihalal di GDM Kalisige 

Sebagai puncak acara, tausiah disampaikan oleh Ustaz M. Saifudin, Lc., M.Ag. Beliau menekankan bahwa dalam menjalin ukhuwah dan membangun pribadi yang beradab, perempuan memiliki peran sebagai pilar utama.

Mudir Ponpes Sangen ini juga mengingatkan pentingnya membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk seperti kikir, iri, dan takabur, sebagaimana firman Allah dalam QS. Asy-Syams ayat 10: “Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya (jiwanya).”

Menutup tausiahnya, Ustaz Saifudin mengajak peserta untuk merenungkan dari mana kita belajar adab. Beragam jawaban pun muncul, hingga akhirnya beliau menyempurnakan dengan pesan mendalam, “istafti qalbak” (mintalah fatwa pada hatimu).

Acara ditutup oleh MC dan dilanjutkan dengan saling bersalaman antar peserta, mempererat tali silaturahmi dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.I.
Turba PDA Sukoharjo di PCA Bulu, Tawangsari, dan Weru: Perkuat Konsolidasi dan Tebar Kepedulian

Turba PDA Sukoharjo di PCA Bulu, Tawangsari, dan Weru: Perkuat Konsolidasi dan Tebar Kepedulian

Ahad, 1 Maret 2026, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sukoharjo menggelar Pengajian Turba (Turun ke Bawah) di wilayah Butaru (Bulu, Tawangsari, dan Weru). Kegiatan ini bertempat di MAMTQ Bulu dan diikuti oleh Ketua PCA, Pimpinan Harian, serta sejumlah Ketua dan anggota Majelis/Lembaga, IGABA, dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dari tiga kecamatan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua PCA Bulu, Ibu Dwi Pudiyati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Turba merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadan yang dilaksanakan secara bergilir di masing-masing cabang. Tahun ini, PCA Bulu mendapat amanah sebagai tuan rumah.

Kajian turba
Kajian turba oleh dr. Guntur Subiyantoro 

Pengajian inti diisi oleh Dr. Guntur Subyantoro yang mengupas berbagai persoalan aktual, termasuk menyikapi polemik seputar KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal).

Beliau menegaskan kembali manhaj Muhammadiyah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, bersemangat tajdid (pembaruan), terbuka terhadap kritik, serta tidak terafiliasi pada mazhab tertentu karena keputusan diambil secara kolektif melalui musyawarah.

Selain pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan dari PDA Sukoharjo, penyampaian informasi organisasi, serta konsolidasi yang dipimpin oleh Ibu Siti Solihah, M.Pd. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan arahan untuk memperkuat sinergi dan soliditas gerakan ‘Aisyiyah di tingkat cabang dan ranting.

PRA Butaru
Suasana pertemuan PRA Butaru

Turba kali ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pembagian sembako bagi dhuafa dan difabel dari Lazismu Sukoharjo. Selain itu, dilakukan pembagian buku Tanya Jawab Agama kepada Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK), penyerahan SK Kepala BA Butaru, serta kegiatan khusus berupa pengelompokan setiap BPP untuk berkoordinasi.

Melalui Turba ini, diharapkan terjalin penguatan ideologi, soliditas organisasi, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan ‘Aisyiyah Butaru, sehingga semakin siap berkontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.

Reporter: Sri Wahyuningsih, S.T.P
BIKKSA PCA Aisyiyah Weru Hadirkan Layanan Konsultasi Keluarga Sakinah sebagai Wujud Dakwah Nyata

BIKKSA PCA Aisyiyah Weru Hadirkan Layanan Konsultasi Keluarga Sakinah sebagai Wujud Dakwah Nyata

Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru terus menguatkan peran dakwahnya di tengah masyarakat melalui layanan BIKKSA (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Aisyiyah).

Layanan ini merupakan pusat pelayanan terpadu yang bertujuan membantu individu maupun keluarga dalam mencerahkan berbagai persoalan kehidupan, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

BIKKSA PCA Weru
Ilustrasi sebuah keluarga sedang berkonsultasi

BIKKSA PCA Aisyiyah Weru hadir sebagai bentuk dakwah yang aplikatif dan solutif, menyentuh langsung problematika umat, khususnya dalam kehidupan rumah tangga dan keluarga.

Dengan pendekatan dakwah konsultatif, BIKKSA berupaya memberikan pendampingan yang edukatif, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Membumikan peran Aisyiyah di tengah masyarakat.

Visi BIKKSA adalah terwujudnya biro konsultasi dakwah yang mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Adapun misinya meliputi pengembangan dakwah Islam dalam seluruh aspek kehidupan, peningkatan kualitas keluarga, pendataan masalah keluarga, penguatan jejaring kerja sama dengan lembaga terkait, serta menghadirkan tenaga konselor yang kompeten.

Untuk mendukung layanan tersebut, BIKKSA PCA Aisyiyah Weru membuka beberapa bidang konsultasi, yaitu:
  1. Bidang Agama, dilayani oleh Ustazah Umi Latifah (HP/WA: 0858-6910-0855) dan Ustazah Rizqi Hidayati, S.Pd. (HP/WA: 0812-2637-2695)
  2. Bidang Psikologi, Keluarga, dan Parenting, dilayani oleh: Ustazah Desi Rosa Purwanti, S.Psi., Psikolog. (HP/WA: 0815-622-6676)
  3. Bidang Kesehatan/Medis, dilayani oleh: Ustazah Isnaini Nur Khasanah, S.Kep. (HP/WA: 0882-2522-9219)
Sementara itu, untuk pertanyaan seputar hukum yang membutuhkan pendalaman, masyarakat dapat diarahkan ke Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Muhammadiyah (MTT PCM) Weru melalui nomor 0857-9967-5427.

Layanan konsultasi BIKKSA dilaksanakan secara langsung (offline) dengan sistem kesepakatan waktu, di mana masyarakat dapat menghubungi langsung nomor penanggung jawab sesuai bidang konsultasi yang dibutuhkan.

Sekretariat BIKKSA berlokasi di Gedung Sekolah Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Sangen Putri dan dikelola langsung oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan PCA Weru.

Melalui sosialisasi ini, PCA Aisyiyah Weru mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan BIKKSA sebagai ikhtiar bersama dalam membangun keluarga yang sehat secara spiritual, psikologis, dan sosial. Kehadiran BIKKSA diharapkan menjadi sarana dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Weru dan sekitarnya.
Majelis Pembinaan Kader PCA Weru Gelar Baitul Arqam untuk Guru PAUD Aisyiyah Se-Cabang Weru

Majelis Pembinaan Kader PCA Weru Gelar Baitul Arqam untuk Guru PAUD Aisyiyah Se-Cabang Weru

Dalam rangka mewujudkan kader militan, Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru mengadakan Baitul Arqam (BA) untuk guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aisyiyah se-Kecamatan Weru. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu sampai Ahad (18–19 Oktober 2025) di SMK Muhammadiyah Watukelir Weru.

Baitul Arqam adalah kegiatan wajib bagi kader Muhammadiyah dan Aisyiyah. Menjadi salah satu bentuk sistem pengkaderan dalam Aisyiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi dan kepemimpinan untuk menciptakan kesamaan dan kesetaraan sikap, integritas, wawasan, cara berpikir, dan cara betindak di kalangan pemimpin maupun anggota dalam mewujudkan visi dan misi Aisyiyah.

Dengan Baitul Arqam ini diharapkan dapat menjadi wadah pembekalan dan pengembangan serta peningkatan kualitas kader dan pimpinan Aisyiyah sehingga memiliki integritas komitmen, ghirah, ukhuwah, daya juang, wawasan, dan profesionalitas yang berbasis ideologi gerakan persyarikatan untuk mewujudkan tegaknya ajaran Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Baitul Arqam
Baitul Arqam guru PAUD se-Cabang Weru

Landasan kegiatan ini adalah perintah Allah pada Surat As-Saf ayat 4 untuk menyiapkan barisan yang teratur dalam perjuangan dakwah. Dilandasi juga dari AD ART Aisyiyah dan sistem pengkaderan muhammadiyah. Tujuannya agar peserta memiliki pemahaman dan keyakinan yang benar terhadap ideologi Muhammadiyah.

Kemudian, peserta memiliki komitmen mengembangkan, mensosialisasikan, mempertahankan, dan memperjuangkan ideologi Muhammadiyah. Peserta memiliki kesatuan sikap, integritas, wawasan, cara berpikir dan bertindak dalam mengembangkan visi dan misi Aisyiyah.

Tak kalah penting, kegiatan ini pun bertujuan agar peserta memiliki kemampuan dan kecakapan dan semangat yang tinggi dalam mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah melalui program dan kegiatan Aisyiyah.

Baitul Arqam diselenggarakan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan para pendiri Aisyiyah terhadap laju efektivitas dan wadah kaderisasi dan Aisyiyah. Bentuk upaya peneguhan ideologi kader Aisyiyah dalam mewujudkan agilitas organisasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan di era disrupsi.

Di hadapan 50 guru PAUD peserta kegiatan ini, Ketua PCA Weru, Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I. mengatakan, “Karena ini adalah kegiatan wajib, maka guru- guru yang belum bisa ikut pada hari ini wajib ikut di kegiatan BA untuk guru putri MI, SMP/MTs, SMA/MA mendatang.”

Pada kesempatan ini, hadir pula ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru, Bapak Sumardi, S.Pd.I. Beliau menegaskan bahwa Baitul Arqam harus dilaksanakan dengan semangat, ikhlas, dan sungguh-sungguh. Pak Mardi mengajak para peserta untuk menyerukan yel-yel untuk penambah semangat menimba ilmu, meninggalkan rumah selama dua hari.

Yel-yel tersebut yaitu: “Apa kabar kader? Amanah profesional Insyaallah! Islam agamaku, Muhammadiyah Aisyiyah gerakanku, PAUD Aisyiyah Weru maju unggul luar biasa!” Baitul Arqam dibuka secara resmi oleh Ibu Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. selaku perwakilan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo.

Selanjutnya, peserta Baitul Arqam diserahkan oleh Ketua PCA Weru kepada Ketua MPK Weru, sebagai tanda dimulainya kegiatan penggemblengan kader-kader Aisyiyah Weru. Setelah acara seremonial selesai, dilanjutkan pemberian materi-materi Baitul Arqam, dengan narasumber dari PCA dan PCM Weru serta PDM dan PDA Sukoharjo. 

Narasumber yang berkenan mengisi Baitul Arqam kali ini adalah Ibu Dra. Diah Dewi Murni, M.Pd. dengan materi Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB), Bapak Prof. Dr. Izza Mafrukhah, S.E., M.Si. materi Kepemimpinan Digital, Bapak Drs. Sagiyo materi Masalah 5, Ibu Siti Muslikhah materi Sistem Pengkaderan Aisyiyah, Ibu Kamsiyem, M.Pd. dengan Kiat Menjadi Guru Inspiratif, Bapak Sutardi S.Ag. tentang Ideologi Muhammadiyah, Bapak H. Sukasno, S.H. materi PHIWM, dan Bapak Sarwiji Majid materi MKCHWM.

Foto bersama
Foto bersama peserta Baitul Arqam

Para peserta menginap dan melakukan seluruh rangkaian acara Baitul Arqam di Gedung SMK Muhammadiyah Watukelir dan sekitarnya. Ahad siang acara ditutup oleh Ketua MPK PCA Weru, Ibu Giyarni, S.Pd.I. Raut lelah nampak terlihat di wajah-wajah peserta, akan tetapi bibar bahagia pula terlihat di sana. Bekal ilmu yang diterima selama dua hari insyaallah akan menjadi penyemangat untuk menjadi kader Aisyiyah Weru yang amanah dan profesional.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Dukung Difabel Berdaya, Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Weru Silaturahmi ke Warga Difabel

Dukung Difabel Berdaya, Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Weru Silaturahmi ke Warga Difabel

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), difabel adalah penyandang cacat. Karena  keadaan tersebut biasanya kaum difabel menempati posisi istimewa di tengah masyarakat. Mereka sering dipandang sebelah mata, karena kekurangsempurnaan fisik yang dimiliki.

Untuk itu, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Weru mengadakan kegiatan Peduli Difabel dengan bersilaturahmi ke rumah difabel. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025.

Warga difabel
Berkunjung ke kebun milik warga difabel

Sasaran kegiatan ini adalah warga difabel di Dukuh Jaban, Desa Krajan, Kecamatan Weru, dengan memberikan bibit terong dan pupuk, serta panen bersama sawi hijau dan tomat dari hasil budidaya tanaman yang sudah dilakukan oleh penyandang difabel, atas nama Bapak Giyono.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MKS Weru Ibu Haryuni, S.Pd., beserta beberapa anggota  MKS dan bendahara PCA Weru. Kegiatan MKS ini bertujuan untuk memberdayakan dan memotivasi difabel supaya aktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Dari kegiatan tersebut, diharapkan penyandang difabel memiliki rasa kepercayaan diri di lingkungannya serta menggali potensi yang dimiliki di balik keterbatasan fisik yang dimilikinya.

MKS PCA Weru siap untuk memberikan dukungan moral dan material terhadap para difabel di daerah Weru, dengan harapan mereka akan menjadi difabel yang berdaya.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.
Tingkatkan Kemampuan Mengurus Jenazah, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Weru Gelar Lomba Rukti Jenazah

Tingkatkan Kemampuan Mengurus Jenazah, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Weru Gelar Lomba Rukti Jenazah

Dalam rangka meningkatkan kesadaran kepada masyarakat untuk mengurus jenazah sesuai syariat Islam, Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) bekerja sama dengan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) mengadakan lomba Rukti Jenazah.

Kegiatan lomba ini diadakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Weru di Dukuh Kalisige, Desa Karakan, pada hari Ahad, 12 Oktober 2025. Lomba dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 13.15 WIB, dengan peserta lomba dari masing-masing Pimpinan Ranting Aisyiyah (PCA) Weru

Pada kesempatan ini, berkenan hadir Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Weru Bapak Sumardi, S.Pd.I., Ketua Pimpiman Cabang Aisyiyah (PCA) Weru Ibu Unik Siti Zulaikah, S.Pd.I., dan segenap jajaran Pimpinan Harian PCA Weru. Setiap tim terdiri dari 4 orang peserta. Satu orang bertugas sebagai jenazah dan tiga lainnya bertugas ngrukti jenazah.

Lomba rukti jenazah
Lomba rukti jenazah

Acara dipandu oleh Ibu Jumiati. Pembacaan Kalam Ilahi oleh ananda Keysa Zahwa, salah satu santri PPTQ Muhammadiyah Atmo Wahjono. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars ‘Aisyiyah yang dipandu oleh Ibu Giyarni, S.Pd., selaku dirijen.

Dalam sambutannya, Ibu Suharni, S.Pd.I, selaku ketua panita mengharapkan dengan adanya lomba ini para warga masyarakat khususnya ibu-ibu Aisyiyah mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurus jenazah sesuai syariat Islam.

Ibu Unik Siti Zulaehah, S.Pd.I., selaku Ketua PCA Weru menyampaikan banyak terima kasih kepada MTK dan MKS dalam kolaborasinya menyelenggarakan lomba ini. Acara seperti ini sangatlah penting  karena di lingkungan masyarakat pasti menjumpai adanya musibah kematian dan butuh orang yang bisa mengurusinya.

Bapak Sumardi, S.Pd.I selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru dalam sambutannya menceritakan tentang keadaan zaman dahulu yang belum ada pemilahan mengurus jenazah, baik laki-laki maupun perempuan yang bukan mahramnya. Beliau menekankan adanya empat point penting dalam mengurus jenazah yang menjadi hukum fardhu kifayah yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkannya.

Lomba jenazah
Suasana pelaksanaan lomba

Kegiatan dilanjutkan dengan inti acara yaitu lomba rukti jenazah oleh panita yang dipandu oleh Ibu Desi Rosa, S.Psi, Psi. Acara diawali dengan ice breaking dan pembacaan aturan-aturan lomba. Adapun ketentuan lomba sebagai berikut: (1) Ketepatan dan tata cara 40%; (2) Kerapian 30%; (3) Kekompakan 15%; dan (4) Adab 15%.

Adapun para juri lomba rukti jenazah adalah Ibu Sri Lanjari, S.Pd. dari MTK Kabupaten  Sukoharjo, Ibu Siti Muslikah, S.Ag. dari PCA Weru dan Ustazah Riski Hidayati, S.Pd.I. dari PPTQM Atmo Wahjono. Lomba dilaksanakan dengan pemanggilan peserta dua regu sekaligus dengan waktu untuk masing-masing peserta adalah 30 menit.

Setelah semua peserta melaksanakan lomba, maka diumumkan kejuaraan sebagai berikut:
  • Juara 1 PRA Krajan dengan total nilai 867
  • Juara 2 PRA Tegalsari dengan total nilai 861
  • Juara 3 PRA Grogol dengan total nilai 860
  • Juara harapan 1 PRA Karangwuni dengan total nilai 855
  • Juara harapan 2 PRA Karangtengah dengan total nilai 853
Pemenang lomba
Para pemenang lomba

Masing-masing pemenang mendapatkan tropi atau piala. Adapun peserta yang belum mendapatkan hadiah mendapatkan kenang-kenangan dari panitia yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Kontributor: Ibu Nurul Qomariyah, S.Pd.I.
LPPA PCA Weru Adakan Pelatihan Jurnalistik: “Dari Pena ‘Aisyiyah, untuk Pencerahan Umat”

LPPA PCA Weru Adakan Pelatihan Jurnalistik: “Dari Pena ‘Aisyiyah, untuk Pencerahan Umat”

Dalam rangka melaksanakan program kerja dan menambah keterampilan tentang kepenulisan, Lembaga Pengembangan dan Penelitian ‘Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengadakan Pelatihan Jurnalistik Menulis Berita dengan tema “Dari Pena ‘Aisyiyah, untuk Pencerahan Umat.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bapak Abu Nadzib, Manajer Program Radio Solopos. Acara tersebut berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir pada Sabtu, 4 Oktober 2025 mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Sebanyak kurang lebih 70 kader ‘Aisyiyah mengikuti kegiatan ini. Ketujuh puluh kader tersebut berasal dari beberapa unsur, yaitu pimpinan harian PCA, utusan dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA), dan guru putri Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari tingkat MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.

Acara dipandu oleh Ibu Ajeng Anggit Ganarsih. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Siti Muthmainah, siswi kelas XII Akuntansi SMK Muhammadiyah Watukelir. Melantunkan Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah dengan dirijen dibawakan oleh Ibu Nurul Qomariah.

Pelatihan jurnalistik
Bapak Abu Nadzib menyampaikan materi jurnalistik

Dalam sambutannya, Ibu Sri Wahyuningsih selaku Ketua LPPA PCA Weru menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan program dari LPPA PCA Weru yang diselenggarakan pada bulan Oktober yang dikenal dengan Bulan Bahasa.

Hal ini dimaksudkan agar para peserta memiliki kemampuan menulis berita dari kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh setiap PRA maupun instansinya masing-masing. Berita tersebut kemudian dapat diunggah di web atau media sosial sehingga menjadi ajang dakwah yang sangat positif melalui media daring.

Ibu Unik Siti Zulaehah selaku Ketua PCA Weru turut memberikan apresiasi yang luar biasa. “Acara LPPA ini pecah telor, karena yang hadir lumayan banyak, dari semula ada rasa pesimis akan ketertarikan ibu-ibu di dunia jurnalistik ini.”

Beliau berharap kader-kader ‘Aisyiyah Weru nantinya mahir dalam menulis berita dan menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah.

Pelatihan dilanjutkan dengan acara inti oleh narasumber. Bapak Abu Nadzib mengatakan bahwa menulis adalah keterampilan yang harus dilatih. Menulis tidak bisa ditempuh dengan jalan instan, melainkan harus ditekuni dengan kesungguhan.

Narasumber memberi contoh bagaimana seorang penulis perempuan bernama Pipiet Senja yang divonis sakit talasemia sejak usia 9 tahun, tetapi sepanjang hidupnya rela menelurkan ratusan karya buku yang sangat menginspirasi dunia literasi Indonesia.

Jurnalis Solopos
Suasana pelatihan jurnalistik bersama jurnalis Solopos

Menulis akan menjadi sejarah abadi bahkan setelah sang penulis tiada. Tulisannya mampu membuka sejarah masa silam yang belum diketahui generasi zaman ini. Menulis berita harus berdasarkan fakta, bukan opini, sehingga sebelum menulis harus ada data-data pendukung yang valid.

Penulisan berita harus menggunakan panduan baku, yaitu 5W dan 1H: What (apa), When (kapan), Where (di mana), Why (alasan kegiatan dilakukan), Who (siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu), dan How (bagaimana kegiatan itu berlangsung).

Pada kesempatan akhir, narasumber memberikan contoh bagaimana menulis berita berdasarkan aturan 5W dan 1H berdasarkan kegiatan LPPA saat ini. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.