√ Perkuat Gerakan Dakwah Bidang Pendidikan, PCA Weru Hadirkan Pimpinan Pusat Aisyiyah - Muhammadiyah Weru

Perkuat Gerakan Dakwah Bidang Pendidikan, PCA Weru Hadirkan Pimpinan Pusat Aisyiyah

Ahad, 1 November 2026. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat gerakan dakwah melalui bidang pendidikan, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Weru menyelenggarakan kegiatan pembinaan.

Pembinaan diperuntukkan bagi PCA, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan Amal Usaha Aisyiyah (AUA) se-Cabang Weru, dengan mengangkat tema “Menjadi Guru 'Aisyiyah yang Berkemajuan, Berakhlak Mulia, dan Profesional.”

Kegiatan yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Watukelir ini diikuti kurang lebih 80 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan Aisyiyah, PCA, PRA, serta pengelola Amal Usaha Aisyiyah yaitu Kepala dan guru RA Bustanul Athfal (BA). 

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi ruang penguatan komitmen bersama dalam memajukan organisasi dan amal usaha, khususnya di bidang pendidikan, di bawah naungan Aisyiyah Cabang Weru.

Dr. Rohimi Zamzam
Dr. Rohimi Zamzam menjadi pemateri pembinaan PCA Weru

Berkenan hadir sebagai narasumber utama, Ibu Dr. Rohimi Zamzam, S.Psi., S.H., M.Pd., Psikolog., yang merupakan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah dan Asesor Akreditasi Perguruan Tinggi.

Ibu Romini mengangkat berbagai isu terkini di dunia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus mengajak para guru Aisyiyah untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi perkembangan dan tantangan dunia pendidikan.

Menurut beliau, guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga harus memiliki landasan ideologi yang kuat, akhlak mulia, serta profesionalitas dalam menjalankan tugasnya.

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah penguatan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Shad ayat 2, 3, dan 4, sebagai bahan refleksi para guru dalam mengabdi.

Guru hendaklah senantiasa memiliki kesadaran spiritual, keteguhan dalam menjalankan amanah, serta tidak terjebak dalam kesombongan dan sikap merasa paling benar. Harus mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bersikap, berpikir, dan bertindak.

Lebih lanjut, Ibu Rohimi menegaskan pentingnya guru Aisyiyah menjadi teladan dalam mengamalkan ideologi Muhammadiyah. Guru sebagai tenaga pendidik yang bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, juga sebagai kader persyarikatan yang memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada peserta didik melalui keteladanan sehari-hari.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap guru Aisyiyah hendaknya mengikuti kajian keaisyiyahan secara rutin. Kajian tersebut menjadi kebutuhan untuk memperkuat pemahaman ideologi, memperdalam wawasan keislaman, dan menumbuhkan kesadaran berorganisasi.

Dengan demikian, harapannya, para guru Aisyiyah tidak hanya unggul dalam kompetensi profesional, tetapi juga kokoh dalam ideologi dan memiliki karakter Islami.

Kegiatan pembinaan ini memberikan pesan bahwa kemajuan Amal Usaha Aisyiyah, khususnya lembaga pendidikan, sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Foto bersama
Foto bersama pemateri dan peserta

Guru yang berkemajuan adalah guru yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, berakhlak mulia, profesional, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PCA Weru berharap seluruh unsur PCA, PRA, dan Amal Usaha Aisyiyah semakin memperkuat sinergi dan komitmen dalam mengembangkan gerakan Aisyiyah.

Tidak hanya aktif dalam menjalankan program organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.

Menjadi guru Aisyiyah bukan sekadar profesi, tetapi juga amanah dakwah. Guru yang berkemajuan adalah guru yang terus belajar, menjaga akhlak, menguatkan ideologi, dan menghadirkan keteladanan dalam setiap langkahnya.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.