Pengajian Ahad Pon Aisyiyah Ranting Ngreco, Ustaz Sutardi Sampaikan Kunci Bahagia Dunia Akhirat
Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Ngreco menyelenggarakan Pengajian Ahad Pon pada 31 Mei 2026 pukul 13.00 WIB bertempat di Masjid An Nuur Sidowayah. Dihadiri oleh pengurus harian PRA Ngreco, Takmir Masjid An Nuur Sidowayah, serta ibu-ibu Aisyiyah se-Desa Ngreco yang berdatangan dari beberapa dukuh.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Ibu Sabtiyaningsih selaku pembawa acara. Tilawah Al-Qur’an dibacakan oleh Ibu Giyanti yang membacakan Surat Ali Imran ayat 33–37.
![]() |
| Ustaz Sutardi menjadi pemateri Pengajian Ahad Pon PRA Ngreco |
Ketua PRA Ngreco, Ibu Hj. Dra. Listyo Kasni, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. karena masih diberikan kesempatan, kesehatan, dan kemudahan untuk menghadiri majelis ilmu.
Menurut beliau, kehadiran dalam pengajian merupakan nikmat yang patut disyukuri karena menjadi sarana menambah ilmu agama sekaligus mempererat ukhuwah di antara warga Aisyiyah.
Beliau juga menyampaikan harapan kepada Ustaz Sutardi yang hadir sebagai pemateri agar berkenan memberikan nasihat dan tausiah yang bermanfaat bagi ibu-ibu Aisyiyah di Desa Ngreco yang hadir pada majelis ilmu siang ini.
Ibu Listyo Kasni menyampaikan informasi organisasi tentang penunjukan PRA Ngreco untuk mewakili cabang dalam kegiatan Pengajian Ketarjihan Fikih yang akan diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo pada bulan Juni 2026.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan menjadi kesempatan bagi kader Aisyiyah untuk memperdalam pemahaman fikih sesuai tuntunan Muhammadiyah.
Selanjutnya, tausiah disampaikan oleh Ustaz Sutardi, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Weru. Beliau menyampaikan bahwa terdapat dua kunci utama keselamatan hidup di dunia dan akhirat.
![]() |
| Suasana pengajian Aisyiyah Ranting Ngreco |
Kunci pertama adalah hanya menyembah Allah Swt. dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Bentuk penghambaan yang paling utama diwujudkan melalui pelaksanaan salat.
Oleh karena itu, beliau mengingatkan agar kaum muslimin tidak pernah meninggalkan salat dalam kondisi apa pun karena salat merupakan tiang agama dan sarana menjaga hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Kunci kedua adalah berbuat baik kepada sesama manusia. Hal ini merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Beliau mengingatkan agar umat Islam tidak memelihara permusuhan, kebencian, maupun dendam kepada orang lain.
Perasaan jengkel atau tidak suka terkadang memang muncul dalam kehidupan sehari-hari, namun hal tersebut hendaknya tidak berkembang menjadi permusuhan yang berkepanjangan.
Ustaz Sutardi menjelaskan bahwa salah satu penyebab seseorang mudah tersakiti oleh sikap orang lain adalah karena lemahnya iman. Selain itu, sifat sombong dan pelit juga dapat menjadi penghalang tumbuhnya ketenangan hati.
Kesombongan membuat seseorang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain, sedangkan sifat pelit menjadikan seseorang sulit menerima kelebihan yang dimiliki orang lain.
Oleh sebab itu, beliau mengajak jamaah untuk terus memperkuat iman, melatih kerendahan hati, serta membiasakan diri untuk bersikap dermawan agar kehidupan menjadi lebih tenteram dan penuh keberkahan.
Semoga dengan Pengajian Ahad Pon ini bisa menjadi sarana pembinaan keagamaan sekaligus media komunikasi organisasi dan penguatan silaturahmi antaranggota Aisyiyah di Desa Ngreco. Aamiin.
Get notifications from this blog


Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.