√ KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, dan MIM Gangin Ikuti Kegiatan Berkisah bersama Kak Amri - Muhammadiyah Weru

KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, dan MIM Gangin Ikuti Kegiatan Berkisah bersama Kak Amri

Kegiatan bercerita mendongeng digelar di ruang kelas MI Muhammadiyah Gangin pada Selasa, 3 Maret 2026, pukul 08.00–10.00 WIB. Acara ini diikuti siswa-siswi KB Aisyiyah Gangin, RA/BA Aisyiyah Gangin, serta MI Muhammadiyah Gangin.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara komunitas Semesta Kita Bercerita bersama LazisMu PCM Weru ini dibuka langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah Gangin, Ibu Nur Kholis Sholihah, S.Ag., M.Pd.I.

Bu Kamad menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Semesta Kita Bercerita yang telah berkenan hadir dan berbagi inspirasi kepada para siswa. Beliau berpesan agar anak-anak senantiasa menjaga akhlakul karimah, baik dalam perkataan maupun perbuatan, sebagai bekal utama dalam kehidupan sehari-hari.

Berkisah Gangin
Serunya berkisah bersama Kak Amri

Kegiatan inti diisi oleh Kak Amri dari Semesta Kita Bercerita. Sebelum memulai dongeng, Kak Amri terlebih dahulu membuat aturan sederhana berupa “lomba duduk rapi”. Siapa yang duduk paling rapi akan mendapatkan apresiasi. Suasana kelas pun menjadi lebih tertib dan antusias.

Dongeng yang disampaikan mengangkat kisah kehidupan Ilham dan ayahnya. Ilham digambarkan sebagai anak yang keras kepala, sementara sang ayah adalah sosok pekerja keras yang penuh kasih sayang. Cerita tersebut disampaikan dengan penuh ekspresi sehingga anak-anak larut dalam alur kisah.

Setelah sesi mendongeng, Kak Amri mengajak siswa melakukan refleksi. Anak-anak diminta duduk rapi, kepala menunduk, mata terpejam, dan kaki disilang. Dalam suasana hening, Kak Amri menyampaikan cerita tentang hubungan anak dan orang tua.

Suatu kali, Kak Amri melempar pertanyaan yang menyentuh hati, “Siapa yang pernah menyakiti hati orang tua?” Saat mata dibuka, banyak anak yang tampak sedih, bahkan menitikkan air mata. Pesan yang ditekankan adalah pentingnya menghormati orang tua dan menyayangi guru.

Menjelang akhir acara, suasana kembali ceria dengan munculnya boneka bernama Acil, teman Kak Amri. Acil awalnya enggan menyapa dan berkenalan. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab dengan gaya lucu, “Pokoknya nggak mau.”

Setelah dinasihati dengan baik, Acil akhirnya bersedia meminta maaf, meski sempat berkelakar dengan mengatakan “minta mangap” sebelum akhirnya benar-benar mengucapkan maaf. Acil pun berkenalan dengan salah satu siswa MI Muhammadiyah Gangin, menambah keceriaan suasana.

Berkisah mendongeng
Kegiatan berlangsung meriah

Sebagai penutup, anak-anak diajak bangkit dari kesedihan melalui permainan refleksi seperti hujan rintik-rintik, hujan batu, dan gerakan jari bergoyang sambil memijat pundak teman di depannya.

Dalam momen refleksi tersebut, para siswa dengan hati yang tersentuh meminta maaf kepada wali kelas masing-masing, bahkan ada yang kembali menangis haru.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menanamkan nilai hormat kepada orang tua dan guru sejak dini.

Kontributor: Shidiq Ikhsanudin, S.Pd.I.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.