√ Berkisah bersama Kak Amri pada Pesantren Ramadan 1447 H di MIM Ganggang - Muhammadiyah Weru

Berkisah bersama Kak Amri pada Pesantren Ramadan 1447 H di MIM Ganggang

Kamis sampai Sabtu, 12–14 Maret 2026, MIM Ganggang mengadakan Pesantren Ramadan 1447 H. Tiga hari menjelang kegiatan belajar mengajar ini diisi dengan kegiatan yang diharapkan mampu meningkatkan rasa iman dan takwa para murid.

Kamis pagi, acara pesantren Ramadan dimulai dengan kegiatan salat duha bersama, membaca Al-Qur'an bersama dan mendengarkan dongeng dari Lazismu, pendongeng hari ini adalah Kak Amri. Mendongeng untuk Takwa: Meningkatkan Iman dengan Cerita Islami.

Kak Amri mengisahkan tentang baktinya Uwais Al Qorni kepada ibunya. Uwais Al-Qarni adalah seorang tabi'in yang terkenal karena baktinya kepada ibunya. Dia hidup pada masa Nabi Muhammad Saw., tapi tidak pernah bertemu langsung dengan Nabi. Uwais sangat berbakti kepada ibunya yang sudah tua dan buta.

Kak Amri
Serunya kegiatan bersama Kak Amri 

Suatu hari, ibunya meminta Uwais untuk pergi ke medan perang untuk berperang di jalan Allah Swt. Uwais sangat ingin pergi, tapi ibunya berkata, "Aku tidak bisa melihat, siapa yang akan menjagaku jika kamu pergi?"

Uwais memilih untuk merawat ibunya daripada pergi berperang. Dia sangat berbakti kepada ibunya, bahkan Nabi Muhammad Saw., pernah berkata, "Doa Uwais Al-Qarni sangat mustajab karena baktinya kepada ibunya."

Uwais Al-Qarni adalah contoh teladan bagi kita tentang pentingnya berbakti kepada orang tua. Murid-murid sangat antusias mendengarkan cerita ini. Di samping penyampaian yang sangat menarik, Kak Amri selalu membagikan hadiah kepada murid-murid, hadiah diberikan berupa uang bagi murid yang rapi, semangat, sungguh-sungguh mengikuti cerita ini. 

Melalui cerita ini diharapkan murid semakin bertambah sayang kepada orang tua, terutama ibu. Agar murid tidak suka marah-marah sama ibu dan menjadi anak yang bisa dibanggakan. 

Murid juga diajak berdoa untuk orang tua dan semua guru serta kepala madrasah, selaku orang tua di madrasah. Suasana haru menyelimuti halaman madrasah pagi itu. Semua siswa menghayati penyampaian cerita dan prosesi memohon maaf kepada orang tua dan guru.

Di akhir sesi, anak diajak untuk rileks dengan memijat bergantian dengan teman serta bernyanyi tentang mimpi yang tinggi. Kepala madrasah mengharapkan setelah mendengarkan cerita dari Kak Amri, murid-murid menjadi pribadi yang saleh-salihah selamanya.

Reporter: Ibu Sri Wahyuningsih, S.T.P.

Get notifications from this blog

Silakan berkomentar dengan sopan sebagai ajang silaturahmi sesama kita.